
Waktu sudah menunjukan pukul 08.00 malam.Didalam ruang rawat VVIP itu mereka baru saja selesai menyantap makan malam yg Reza pesan lewat aplikasi delivery order.Makan malam yg sederhana tapi terasa kebersamaanya dan tentu menyenangkan bagi keluarga ini meski ini dilakukan di Rumah Sakit.Setelah selesai makan dan bersantai sejenak akhirnya keluarga Reza berpamitan.
"Sayang,,,kami pulang dulu ya,besok mama akan kemari lagi."
Pamit mama kepada Via sembari mengusap ubun-ubun Via lalu mencium pipi kanan dan kiri Via.
"Istirahatlah,semoga lekas sehat."
Lanjut mama dan mengusap perut Via.
"Iya ma,terimakasih ya ma "
Pungkas Via dan tersenyum memandang wajah mama mertuanya.
Lalu adik-adik Reza bergantian memeluk Via dan berpamitan.
"Semoga lekas sehat ya kak."
Ujar Rasty dan Feby.
"Teriamksih ya sayang."
Sahut Via dan tersenyum.
"Papa pulang dulu ya nak,terimakasih atas ketulusan cinta dan kebahagian yg sudah kamu berikan untuk keluarga kami."
Ungkap papa sembari mengusap pucuk kepala Via.
"Sama-sama pa."
Jawab Via dan tersenyum.
"Za,,,mama pulang dulu ya sayang,jaga istrimu dengan baik yg sabar jangan marah-marah."
Pesan mama sambil memeluk Reza.
"Baik ma."
Jawab Reza.
Lalu di ikuti adik-adik Reza memeluk Reza secara bergantian.
"Pulang dulu ya calon papa muda."
__ADS_1
Goda Feby terhadap kakanya dan dibalas oleh Reza dengan menjepit hidung Feby.
"Udah mau punya ponakan,lebih dewasa lagi ya,gantian yg dimanja ponakanya."
Balas Reza dengan tersenyu usil dan dibalas oleh kedua adiknya dengan memonyongkan bibir mereka berdua kearah Reza dan mereka tertawa bersama.
"Papa pulang dulu ya Za,,,kalau ada apa-apa segera hubungi kami!"
Ucap papa berpamitan sembari menepuk bahu anak lelakinya.
"Ok."
Jawab singkat Reza.
Lalu mereka meniggalkan ruangan itu.
Tak lama berselang bi Saroh datang membawa pakaian ganti untuk Via dan Reza.Setelah membersihkan tangan bibi segera mendekati bed.
"Bagaiamna non,sudah mendingan."
Tanya bibi sembari memegang kaki Via dan memijatnya.
"Bibi pijat non ya."
Jawab Via sambil menikmati pijitan bi Saroh.
"Bibi sudah makan apa belum bi?"
Tanya Reza sambil serius menatap layar laptopnya membuka email yg dikirim oleh Roni dan memeriksanya satu persatu sembari menunggu sopirnya mengambil berkas-berkas yg harus ia cek dan tandatangani di kantornya.Karena Roni sibuk jadi tidak sempat mengantarkan ke Rumah Sakit.
"Sudah mas tadi di rumah."
Jawab bibi.
Tak lama sopirnya mengetuk pintu ruangan itu dan bibi segera membuka dan menerima berkas-berkas kerjaan Reza dan memberikanya kepada Reza.Hingga pukul 12 malam Reza masih terlihat sibuk dengan laptop,ponsel dan berkas-berkas yg tadi di bawa oleh sopir pribadinya.Sedangkan bibi merapihakn selimut Via karena Via sudah tidur dan bibi segera undur diri untuk beristirahat di sofa.
"Mas Reza ada yg dibutuhkan lagi?"
Tanya bibi.
"Tidak bi sudah cukup,sebentar lagi juga aku sudah selesai.Terimakasih ya bi,istirahatlah!."
Jawab Reza.
__ADS_1
"Sama-sama mas."
Sahut bibi lalu menuju sofa dan membaringkan tubuhnya disana untuk beristirahat.
Tinggal Reza sendiri yg masih menyelesaikan pekerjaanya dan menahan ngantuknya dengan menenggak kopi yg dibuatkan bi Saroh tadi dan sudah hampir habis.Pukul 01.00 dini hari Reza baru selesai dengam pekerjaanya ia sedang merapihkan berkas-berkas tadi kemudian Via tak sengaja terbangun dan melihat suaminya masih sibuk dengan pekerjaanya padahal terlihat jelas guratan lelah dan ngantuk diwajah Reza membuat Via merasa bersalah dan tak tega melihat suaminya.
"Mas,,,istrihatlah ini sudah malam mas."
Ucap Via lirih.
Seketika Reza kaget dan menoleh kearah Via karena ia tak tau sejak kapan Via terbangun.
"Ouh,,,iya sayang ini sudah selesai kok,tinggal merapihkanya saja."
Sahut Reza sambil merapihkan dan setelah rapih ia mendekati Via dan megelus kening Via.
"Kok kamu bangun sayang kenapa?.Apa yg kamu butuhkan,hemmm,,,?"
Tanya Reza dengan lembut takut istrinya menginginkan sesuatu.Via masih terdiam dan hanya sepintas melirik lalu memonyongkan bibirnya.Reza tak mengerti apa maksudnya.
"Apa?kamu mau apa?mau makan atau minum atau apa?"
Reza berusaha memberikan opsi yg jelas pada Via.
"Aku mau dipeluk mas."
Jawab Via manja.
"Hemm,,,maafkan aku sayang,kali ini aku kurang peka."
Jawab Reza sambil menepak jidatnya sendiri dengan telapak tanganya lalu segera manaiki bed dan berbagi ranjang mungil itu dengan Via.
"Ouh,,,,sini,,sini,,,dipeluk biar boboknya nyenyak."
Ucap Reza dengan gaya bicara manja.Lalu Via menarik tangan Reza kedalam perutnya tanda memerintahkan tangan itu untuk mengelus-elus perutnya.Tidak tau mengapa Via ingin Reza mengusap-usap perutnya,karena ketika di usap via merasa nyaman dan tenang.Rezapun paham maksud istrinya dan ia segera mengusap-usap perut itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Besok kamu masuk kantor saja mas,biar kamu kerjanya dikantor jadi tidak harus lembur sampai selarut ini mas,aku tidak apa-apa kok sendiri disini kan ada bi Saroh yg menemaniku."
Bujuk Via supaya Reza masuk kerja.
"Tidak apa-apa sayang,aku kan harus tetap jagain kamu.Dikantor kan ada Roni yg menghandle aku hanya memeriksanya dari sini,itu pekerjaan mudah sayang aku tidak capek.Lagipula minggu depan aku akan pergi meninggalkan mu jadi aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu luangku dsini untuk menemanimu!."
Jelas Reza terhadap Via dan Via hanya pasrah mendengar penjelasan pak bos.Terserah deh pak bos maunya bagaimana.Dan Via juga sudah mulai mengantuk karena merasa terhipnotis dengan usapan tangan Reza di perutnya.
__ADS_1
bersambung,,.