MENJADI ISTRI KEDUA

MENJADI ISTRI KEDUA
75.Jemput Sharleen di Sekolah.


__ADS_3

Di Sekolah PAUD KENCANA kecil yang cantik sedang bermain dihalaman Sekolah dengan guru pembimbingnya.Gadis kecil yang tak berdosa itu berlari-lari sambil tertawa-tawa riang.Dari sudut halaman Sekolah seorang Papa sedang larut memandangi gadis kecilnya itu sambil tersenyum melihat tingkah gadisnya.Tetapi saat pikiranya teringat kembali akan keadaan Ibu dari anaknya,suasana hatinya memaksa pria ini meneteskan airmata.Betapa tidak,sampai detik ini dia belum tau harus berkata apa pada gadisnya,yang ada dibenaknya hanya kekhawatiranya terhadap gadisnya.Didalam benak Reza hanya terpikir gadisnya akan menangis dan tenggelam dalam kesedihan saat mengetahui keadaan Ibunya.Tapi Rezapun tak bisa menyembunyikan semua ini dari putrinya terlalu lama.Saat Reza masih terdiam dalam lamunanya tiba-tiba terdengar suara manja memanggil-manggilnya.


"Papa,,,Papa,,,Papa."


Seketika telinga Reza mendengar suara indah yang tak asing baginya itu,dan membuat Reza memusatkan pandanganya kearah suara yang memanggilnya.Ia tersenyum penuh rasa kasih dan sayang menatap gadisnya berlari menghampirinya.Reza menjongkokkan tubuhnya dan mendekap erat gadis itu.


"Tumben Papa yang jemput Alin,Mama mana Pa?"


Tanya Sharleen dengan polos dan manjanya pada Papanya.


"Kan Papa kangen sama Princess Papa,Putri kesayangan Papa memang tidak kangen dengan Papa hemmm?"


Jawab Reza sambil menangkup kedua pipi Putrinya dan mencubit manja pucuk hidung Putrinya.


"Papa,"


Jerit manja Sharleen saat Papanya menjepit hidungnya kemudian Reza menciumi pipi gadis kecil itu.


"Papa,"


Ucap Sharleen dengan memasang wajah sejuta melas.


"Iya ada apa sayang?"


Tanya Reza dengan sangat antusias dan penasaran melihat raut wajah Putri kesayanganya itu.


"Hari ini Alin ingin ikut Papa boleh kan Pa?.Alin tidak mau pulang kerumah Pa,Alin bosan Pa,"


Ujar anak kecil itu dengan wajah penuh harap.


Mendengar keinginan Putrinya membuat Reza merasa cukup bersalah dan bersedih karena ia tidak bisa memberikan waktunya kepada Putrinya seperti Papa-Papa yang lain.


"Ok sayang hari ini Papa ijinkan kamu ikut Papa,bila perlu menginap dirumah Papa.Bagaimana kamu mau?"


Ujar Reza.

__ADS_1


"Menginap dirumah Papa?"


Tanya Sharleen yang merasa tak percaya kali ini ia diperbolehkan datang kerumah Papanya bahkan menginap disana.Rezapun menganggukan kepalanya.Gadis itu langsung memeluk Reza dan menciumi pipi Reza.


"Terimakasih Papa."


Ucap Sharleen dengan riang gembira.


"Ok tuan putri kita berangkat sekarang!"


Jelas Reza sambil merapihkan poni Sharleen dan berjalan menghampiri guru pembimbing yang sedari tadi melihat adegan antara anak dan ayah ini.


Dari kejauhan Ibu Guru sudah memegang tas Sharleen di tanganya dan tersenyum melihat pemandangan antara anak dan ayah ini.


"Alin ini tasnya."


Panggil Ibu Guru sambil memberikan tas dan memakaikanya di pundak Sharleen.


"Nah,sudah selesai!."


"Terimakasih banyak ya Bu Guru kami pamit dulu assalamualaikum."


Ucap Reza sembari menjabat tangan Bu Guru dan tersenyum.


"Sama-sama Pak Reza,wa'alaikumsallam."


Jawab Bu Guru dengan tersenyum.


Kemudian Reza menggendong Putri cantiknya itu kearea parkir.


"Sayang kamu ikut Papa kekantor Papa sebentar ya?"


Ajak Reza dan dibalas oleh Sharleen dengan menganggukan kepalanya.


"Ok setelah itu kita bisa pergi jalan-jalan,terserah Alin mau kemana saja Papa akan turuti."

__ADS_1


Sambil membuka pintu dan mendudukan Sharleen dibangku depan.


"Alin mau beli barbie lagi boleh Pa?"


Tanya Alin yang lumayan takut karena kemarin baru saja beli dengan mamanya.


"Tentu boleh sayang,nanti kita akan borong yang banyak ok!"


Jawab Reza yang selalu ingin membahagian Putri cantiknya ini.


"Ok."


Jawab Alin sambil mengajak Papanya tos.


Dalam perjalanan Alin terlihat melamun dan membuat Reza cukup gelisah dan takut ada apa dengan suasana hati Putrinya kali ini.


"Kenapa dia bengong begitu,apa mungkin dia merasakan sesuatu dalam hatinya dengan keadaan ibunya saat ini?.YA ALLAH,,,bahkan sampai detik ini saja aku masih belum tau harus berbicara apa padanya tentang Ibunya.Aku harus bagiamana ini?"


"Sayang,"


Panggil Reza namun tak dijawab oleh Sharleen.


"Hei Alin Putri kesayangan Papa!."


Kali ini suara Reza cukup keras membuat Alin kaget.


"Ada apa?kok Putri Papa bengong begitu?ayo dong cerita sama Papa?"


Tanya Reza dengan lemah lembut berharap Alin mau bercerita tentang apa yang dirasakanya saat ini.


"Papa,mengapa Papa tidak tinggal bersama dengan Alin dan Mama?kenapa Papa tinggal dirumah Papa sendiri?teman-teman Alin semuanya tinggal dengan Papa dan Mamanya,tetapi menagapa Alin hanya tinggal dengan Mama dan Oma Hera?"


Akhirnya pertanyaan yang mengerikan untuk Reza keluar dari mulut gadis kecil yang baru berusia 5 tahun.Memang seharusnya anak seusia ini belum mengerti apa-apa,tapi tidak untuk Alin yang memang merasa kehidupanya lain dengan teman-temanya memaksanya berpikir keras untuk mencari jawaban atas kejanggalan yang ia alami.


Seketika jantung Reza terasa berhenti berdetak mendengar pertanyaan yang sudah ia pikirkan akan ditanyakan oleh Putrinya suatu saat nanti, namun Reza tidak menyangka Sharleen sudah menanyakanya saat ini disaat Reza belum memliki jawaban yang tepat.

__ADS_1


bersambung,,.


__ADS_2