
Selepas kepergian Reza ibu langsung menyeret tangan Via dan memarahinya.
"Vi mengapa kamu menjadi sekejam ini dan searogan ini Vi?ibu tidak menyangka kamu bisa berubah drastis seperti ini Vi?.kemana Via anak Ibu yg dulu?Ibu dan Bapak tidak pernah mendidikmu menjadi seperti ini Via!."
Via menarik tanganya yang di pegang erat oleh Ibunya tapi Ibunya tidak mau melepaskanya karena sangat kesal dengan perubahan sikap Via.
"Apa sih Bu!"
Sejujurnya Via ingin bercerita pada semua orang tentang misinya,tapi Via urungkan karena tidak mungkin jujur jika masih diarea rumahnya,aktingnya sejak subuh tadi akan sia-sia jika terekam cctv pasti Reza akan mengetahuinya.Maka dari itu Via ingin mengajak keluarganya keluar untuk jalan-jalan supaya Via bisa jujur pada mereka semua.
"Hei,,,bener-bener kamu!.Bapak,,,bagaimana ini,anak mu kok jadi begini?"
Ibu yang sudah habis kesabaranya akhirnya menjewer telinga Via.Bapak sedari tadi diam bukan tidak mau tau,hanya bingung dan menahan emosinya terhadap putrinya.
"Berantem kan hal biasa kali dalam rumah tangga,Bapak sama Ibu juga pasti pernah berantem!"
Celetuk Via.
"Tapi Via,apapun masalahnya Ibu tidak pernah bersikap seperti dirimu saat ini terhadap Bapakmu!."
Tegas ibu.
"Yang penting judulnya berantem Bu apapun itu bentuknya,karena kita beda jaman saja."
Via semakin menjengkelkan tapi dalam hati Via berkata;
*"YA ALLAH ,,,ampuni aku YA ALLAH ampuni dosa-dosaku terhadap kedua orang tua dan suami ku YA ALLAH.*"
"Cukup Via!"
Hardik Bapak yang sudah tidak tahan dengan kelakuan Via.Via langsung tertunduk takut dan merasa sangat bersalah.
"Bapak tidak ingin sikap seperti ini terus kamu lakukan.Bapak akan tunggu disini sampai kamu benar-benar berubah.Jika kamu memang sudah tidak bisa berubah,terpaksa Bapak bawa pulang kembali dirimu kekampung.Mending kamu berpisah saja dari Reza karena Bapak malu punya anak yang tidak tau diri dan tidak tau terimakasih seperti ini!."
Ultimatum Bapak jelas bukan main-main dan membuat hati Via bergetar mendengarnya padahal ini bukan sungguhan buat Via tapi sudah membuat Via ketakutan dengan ancaman Bapaknya.Lalu Via pergi berlalu meninggalkan kedua orang tuanya menuju kamarnya.
__ADS_1
Dikamar Via segera bersiap-siap dan mengirim pesan kepada Adit supaya semua orang juga bersiap-siap untuk ikut Via jalan-jalan.Ibu dan Bapak sebenarnya menolak tapi Adit terus meyakinkan Ibu dan Bapaknya dan beralasan bahwa Via harus tetap di ikuti supaya tidak semakin keluar jalur.Akhirnya Bapak dan Ibu menyetujuinya.
----------------------------------------
Di rumah besar milik kedua orang tuanya menjadi kacau seketika saat Reza datang dengan membawa koper dan mengatakan akan menginap di rumah tersebut karena sedang bertengkar hebat dengan Via.Tentu saja kedua orang tua Reza terutama Mamanya kaget sekaligus tidak percaya pertengkaran hebat antara anak dan menantunya terjadi setelah badai besar(Bela) menghampiri mereka.
"Pasti ada masalah yang tidak kamu bicarakan pada kami kan Za?.Kalau cuma masalah cemburu saja mama pikir Via tidak akan mengambil langkah sejauh ini Za,pasti kamu sedang menutupi sesuatu dari kami kan Za?jujur dong Za,Mama tidak mau kesalahpahaman ini terus berlanjut dan semakin kacau.Jawab Za!"
Tanya Mama dengan nada yang tinggi karena Mama merasakan ada sesuatu yang janggal dengan cerita Reza.
Reza terlihat panik saat mamanya berkata seperti itu,Ia merasa snagat bersalah karena sudah membohongi kedua orang tuanya sejak 3 tahun terakhir ini.
"Reza!"
Hardik Mama dengan tatapan tajam dan kesal membuat Reza sangat takut dan merasa bersalah pada seorang Ibu yg sudah mengandung,melahirkan dan membesarkanya.
Reza terdiam cukup lama,di otaknya sedang merangkai kata yang tepat supaya dia tidak salah bicara,karena jika salah bicara akibatnya bisa fatal.
"Maafkan aku ma,pa,memang benar aku yang bersalah bhakan kesalahanku bukan hanya pada Via saja,tapi pada semuanya terutama pada Mama dan Papa."
"Tuh kan Pa benar dugaan Mama,pasti anak kita yang salah Pa!"
Pungkas Mamanya.
"Papa dan Mama masih inget almarhum sahabatku Bastian?"
Tanya Reza pada kedua orang tuanya.
Lalu Mama dan Papa berusaha mengingat Bastian.Tidak terlalu lama mereka berdua sudah mengingatnya.
"Oh iya,apa kabar ya dengan istri dan anaknya?"
Celetuk Mama yang penasaran dengan kabar Marisa istri Bastian dan putrinya.
"Iya Za mereka kok tidak ada kabar?apa kamu tidak pernah mengunjunginya?kasihan Za gadis kecil itu sudah jadi yatim?"
__ADS_1
Tambah Papa yang juga penasaran dengan kabar mereka.
"Nah itu dia ma,pa,permasalahanya!"
Ujar Reza tapi membuat terkejut kedua orang tuanya.Mereka berpikir yang tidak-tidak.
"Sebelum blBastian meninggal,ia menitipkan istri dan anaknya padaku Pa,Ma.Tetapi kan aku tidak mungkin menikahi Marisa pada saat itu,lagi pula andaikan waktu itu aku masih single juga aku tidak tega menikahi mantan istri sahabat sendiri.Dan aku berjanji pada Bastian bahwa aku akan menjadi Papadari anaknya sesuai keinginan Bastian.Sejak Bastian meninggal anak itu menjadi anak angkatku.Semua kebutuhan dan keperluan dia aku yang tanggung beserta kebutuhan Marisa juga."
Mendengar pengakuan Reza,Mama dan Papanya cukup kaget tapi mereka juga harus bisa menerima sebab ada nilai kemanusiaan disana.
"Maafkan aku Ma,Pa,selama 3 tahun ini aku sudah menutupinya dari Mama dan Papa.Karena pada saat itu aku masih bersama Bela,aku tidak ingin terjadi penolakan pada putri cantik ku itu hingga aku memilih untuk merahasiakanya."
Mama dan Papa berusaha mengerti situasi yang dialami oleh Reza.
"Lalu apa hubunganya dengan kemarahan Via?"
Tanya Papa.
"Seperti yang tadi sudah Reza ceritakan,Via menghukum aku karena aku sudah tidak jujur padanya,tapi Via tetap berusaha tenang dan mencari tau segalanya sendiri sedangkan aku hanya bisa marah-marah saat Via tidak jujur padaku padahal aku sudah ada bukti yang harus aku cek dan Via juga sudah mengakui dan memohon maaf tapi aku malah mengabaikanya dan pada akhirnya terjadilah perdebatan antara kita.Reza akui disini Reza yang bersalah dan Reza yang meminta hukumanya dan sekarang terjadialah seperti ini."
Jelas Reza dengan rasa penyesalan yang dalam.
"Ya sudah itu konsekuensi yang harus kamu terima akibat ulah mu sendiri!."
Ujar Papa.
Tapi tidak dengan Mama,dalam benak mama terus berpikir bahwa ini harus segera diatasi sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan rumah tangga anaknya.Mama tidak ingin melihat Reza gagal dalam berumah tangga untuk kedua kalinya.
"Ya sudah Ma,Pa,Reza kekamar dulu ya mau tidur,berharap ketika bangun sudah satu minggu berlalu,jadi aku tidak perlu merasakan rindu yang menggila ini!."
Celoteh Reza yang semakin galau lalu beranjak dan pergi kekamarnya.
"Reza,,,!"
Hardik Mamanya yang tidak suka dengan perkataan anaknya yang sudah mulai eror.
__ADS_1
bersambung,,.