MENJADI ISTRI KEDUA

MENJADI ISTRI KEDUA
24.Kemarahan Via.


__ADS_3

Setelah selesai makan mereka memutuskan pulang keapartemen karena Reza tidak ingin Via terlalu lelah beraktifitas diluar rumah.Ketika masuk apartemen,Reza dan Via lumayan terkejut dengan kedatangan Bela terutama Reza.Ia tak ingin masalahnya dengan Bela diketahui Via,menurut Reza saat ini bukan waktu yg tepat untuk memberitahukanya kepada Via.


Bela yg dari siang hingga sore sudah muter-muter mencari Reza dan tak dapat menghubungi Reza menjadi emosi ketika melihat Reza datang dengan Via dan terlihat mesra sekali.Akhirnya emosi Bela terpancing;


"Ouhh,,,jadi ini yg dilakukan suamiku bersama istri keduanya,hingga aku sulit sekali menemui suamiku?"


Mendengar kata-kata Bela,Reza menjadi sangat kesal dan geram tapi ia mencoba untuk tidak terpancing emosinya.Sedangkan Via merasa bersalah dan bersedih mendengar kata-kata Bela yg terlihat sangat kecewa.


"Maaf Bela,aku tidak ada maksud untuk menguasai mas Reza,aku sudah memyuruhnya untuk,,,,"


Belum selesai Via menjelaskan,Bela sudah memotong pembicaraan Via dengan menempelkan jari telunjuk ke bibirnya sembari memejamkan mata sejenak dan bersuara;


"Ssstttt,,,"


Via semakin merasa terpojok.


"Tapi Bel,tolong dengarkan penjelaskanku dulu."


Via menangkupkan kedua tangan didepan dadanya mencoba memohon pada Bela untuk menjelaskan semuanya.


Melihat situasi seperti ini Reza mencoba memecahkan suasana supaya jangan ada keributan.


"Bela sayang,,,kamu ini kenapa sayang,datang-datang marah-marah tidak jelas begini?hemm,,?"


Reza mencoba mendekati Bela dan membelai rambutnya dan memeluknya,tentu saja ini ia lakukan demi Via yg sedang hamil.Bela merasa Reza membelanya lalu ia sedikit menurunkan emosinya dan jatuh dalam pelukan Reza.


"Tenanglah,,,aku tidak menghindarimu tapi hari ini memang ada urusan penting Via dan harus aku dampingi."


Reza terus berusaha meredam emosi Bela dan mengajaknya duduk di sofa.Lalu Via mengikutinya duduk di sofa.

__ADS_1


"Bel,,,maafkan aku ya,aku tidak ada maksud apapun."


Lanjut Via yg masih memohon maaf kepada Bela.


Bela masih tetap diam dan menatap sinis kearah Via.


"Sudah sudah jangan salah paham dan berdebat lagi,ini hanya maslaha sepele jangan dibesar-besarkan!".


Ujar Reza mencoba mengakhiri perdebatan ini.Merasa tak dihargai Bela kembali emosi.


"Mas aku ini sudah mengijinkan kamu untuk menikhinya ya,tapi apa balasanmu,kamu sekarang jadi susah dihubungi dan susah ditemui.Inget ya mas aku ini masih istri kamu!"


Ungkap Bela yg merasa kesal dengan sikap Reza yg berubah padanya.Sebenarnya Teza sangat tak tahan mendengar ocehan sampah Bela.Reza terus terbayang penghianatan Bela terhadapnya selama ini.


*"Bisa-bisanya dia bicara begitu padahal semua ini adalah rencana busuk dia dan dia adalah orang paling bersalah dalam hal ini.Sabar reza sabar,,,"*


Bela menatap Via yg duduk disampingnya dengan kebencian lalu berkata;


Bentak Bela lalu tiba-tiba mendorong Via yg duduk disampingnya hingga jatuh terpental dan pelipis Via beradu dengan ujung meja hingga luka dan mengeluarkan darah.Reza yg sedikit larut dalam lamunanya seketika terkejut melihat sikap kasar Bela terhadap Via dan menghardik Bela.


"Bela,hentikan sikapmu ini,kau sungguh-sungguh keterlaluan!"


Hardik Reza melotot tajam kearah mata Bela dan segera mendekati Via yg sudah di bantu bi Saroh.Semenjak Via jatuh bi Saroh langsung lari dan menolong Via.


"Sayang maafkan aku,pelipismu berdarah lagi."


Ujar Reza dengan perasaan bersalah,kesal,kecewa,sedih,khawatir campur marah.Bela masih duduk ditempatnya dengan sedikit melirik ke arah Via,Reza dan bi Saroh.


Via yg yg merasa sangat serba salah dan di injak-injak harga dirinya akhirnya ia meluapkan isi hati dan amarah yg selama ini ia pendam.Dengan menyingkirkan tangan-tangan Reza dan bi Saroh lalu mendekati Bela sembari menunjukan lukanya dan berkata;

__ADS_1


"Puas kamu,puas,atau masih ada yg kurang,hemmm?.Selama ini aku diam tapi bukan begini caranya,apa kamu pikir aku selemah itu?.Kamu boleh marah,kamu boleh cemburu,kamu boleh sakit hati,tapi apa kamu pikir hanya kamu yg merasakanya?sebelum kamu meraskaanya aku sudah terlebih dahulu merasakanya.Apa ini semua kemauanku Bel?coba kamu ingat-ingat siapa yg memaksaku?aku hanya mengemis sedikit rasa ibamu supaya memberikan aku pekerjaan bukan untuk jadi istri kedua suamimu.Apa kamu pikir aku senang melakukanya?bagaimana dengan omongan orang diluar sana tentang diriku,bahkan aku sudah tidak bisa menawar lagi hargadiriku,aku dianggap hina,ya inilah aku yg hina!.Baiklah,jika kau menginginkan anak mas Reza,itu akan segera kau dapatkan setelah bayi yg ada dalam kandunganku ini lahir.Dan akan ku kembalikan mas Reza padamu,ambilah,bawalah ia pulang kerumahmu,karena aku sudah tidak membutuhkanya lagi.Dan segera ceraikanlah aku dari suamimu setelah aku melahirkan anaknya."


Ucap Via sembari menteskan air matanya.Lalu ia meningalkan mereka semua kekamar dan mengunci pintunya.


Tempat lain Reza merasa sedih bercampur emosi dan hilang kendali dengan kata-kata yg baru saja keluar dari mulut Via hingga ia lemas tak berdaya dan menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan pandangan dan pikiran yg kosong.Reza tak mennyangka Via bisa semarah ini karena yg ia tahu Via sangat-sangatlah lembut.Reza takut kemarahan Via kali ini membuat Reza kehilangan istri yg paling ia cintai dan sayangi itu.Reza tidak siap kalau harus kehilangan Via,Reza tak rela kebahagian yg baru saja mulai ia rasakan harus hancur seketika.


Ditempat lain bi Saroh juga tak berdaya dan tak menyangka kalau Via sanggup mengatakan semua itu,dalam lubuk hati bi Saroh yg paling dalam ia tak ingin melihat Reza yg sudah ia anggap seperti anaknya itu kehilangan kebahagian yg baru direguknya.


Tapi di tempat lain Bela merasa senang dengan berita kehamilan Via,ia terus berpikir bahwa ia akan selamat berkat anak itu.


Reza yg mencoba bangkit dari tempat duduknya segera mengusir Bela.


"Pergilah!aku akan temui dirimu dirumah!."


Ucap Reza sambil menunjuk Bela.Bela merasa ini sudah cukup dan ia merasa menang karena Via akan segera memberinya anak segera pergi meninggalkan apartemen.


Reza menangis tersedu-sedu di sofa,lalu dipeluklah oleh bi Saroh.


"Apa salahku bi?mengapa kebahagian begitu sulit menyambangi hidupku?"


Tanya Reza dengan segala kekacauan yg saat ini ia rasakan.Bi Saroh hanya bisa mengusap-usap punggung Reza dan ikut menangis dengan apa yg dialami Reza.


"Sabar mas,sabar kamu orang hebat,orang kuat dan kamu orang yg baik pasti ada jalan keluar dan hikmah dibalik cobaan ini mas."


Ujar bibi menenagkan dan menyemangati Reza.


Dikamarnya Via terus melamun dan teringat kembali semua yg berhubungan dengan keadaanya sekarang dan masa depanya nanti membuat wanita yg sedang mengandung ini menangis meraung-raung sembari mengelus-elus perutnya dan mengajak bicara bayi yg dikandungnya;


"Apa aku bisa nak berpisah darimu?,apa nanti kamu akan memaafkan ibu mu yg tak berdaya ini nak?,aku takut kamu membenciku dan tak mengakui aku sebagai ibu yg melahirkanmu?,ibu takut nak,ibu takut,,,maafkan ibu nak,,,maafkan ibu!."

__ADS_1


bersambung,,.


PS:udah dulu lah,,,author tidak sanggup meneruskan nulisnya,udah banjir airmata ini.lanjut besok lagi ya readers๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


__ADS_2