
Sekitar pukul 04.00 sore mobil melaju kearah rumah Reza,ditepi jalan Reza menepikan mobilnya dan membeli kelapa ijo untuk Via.
"Pa,,,Tante Via galak apa tidak?"
Tanya Sharleen sedikit cemas.
"Tidak sayang,,,Tante Via tidak galak,dia baik,cantik dan sholeha.Nanti Alin bisa belajar mengaji dengan Tante Via,Tante Via juga pasti akan menyayangi Alin sama seperti Papa dan Mama menyayangi Alin."
Jelas Reza menjelaskan sedikit tentang Via pada Sharleen.
"Pokoknya Alin tidak usah takut dengan Tante Via.Papa yakin setelah Alin bertemu dan mengenal Tante Via pasti Alin suka."
Reza terus meyakinkan Sharleen.
Gadis itu hanya mendengar dan terdiam saat Papanya menjelaskan tentang Via.Yang ada dibenaknya hanya ketakutan jika Via nantinya akan galak padanya.
__ADS_1
Sampailah di rumah Reza,Reza memperkenalkan satu persatu orang yang bekerja dirumahnya.Tentu saja seisi rumah menjadi membisu karena bingung dengan pernyataan tuanya,jika Sharleen adalah Putrinya.Beberapa orang berpikir yang tidak-tidak dalam otaknya.Tapi setelah Reza dan Sharleen masuk lift menuju lantai 2,sesuai intruksi kedipan mata Reza saat hendak masuk lift,semua orang yang bekerja dirumah itu langsung dikumpulkan oleh Bi Saroh dan Bi Saroh segera mencertikan cerita singkatnya.Supaya semua orang yang bekerja dirumah itu paham.Sesampainya lantai atas Reza segera mengetuk pintu kamarnya,didalam kamar Via sedang sibuk dengan laptopnya menyelesaikan tulisan novelnya.Via segera membuka pintu kamarnya,betapa terkejutnya Via saat pintu terbuka ada gadis kecil kesayangan Reza.Meski Via belum pernah bertatap muka langsung dengan Sharleen,tetapi Via pernah diam-diam melihat marisa dan Sharleen dari dekat saat dulu Via mencari tau tentang kebenaran hubungan antara Reza dengan Marisa dan Sharleen.
Sedikit kaku,gugup dan takut akan penolakan terhadap dirinya oleh Sharleen,tapi Via berusaha tenang dengan senyuman manis dibibirnya.Sharleen masih dengan ekspresi datarnya,kemudian Via menjongkokan tubuhnya lalu mengulurkan tanganya sambil tersenyum manis pada Sharleen.Reza membimbing Sharleen untuk meraih tangan Via agar mereka berkenalan.gadis itupun menuruti perintah Papanya.
"Via."
Ucap Via.
"Siapa namamu gadis cantiknya Papa Reza?"
Saat ini Sharleen sedikit rileks melihat tatapan Via yang penuh dengan kasih sayang,tidak seperti yang Oma Hera ceritakan bahwa Tante Via itu jahat.Perlahan Sharleen pun mau membuka mulutnya.
"Namaku Sharleen dipanggil Alin."
Jawab Sharleen menyebut namanya.
__ADS_1
"Wah,,,nama yang cantik,secantik orangnya,senang berjumpa dengan mu gadis kecilku."
Ungkap Via sambil mencubit manja pipi Sharleen.
Kali ini Sharleen sudah mulai tersenyum kepada Via.
"Selamat datang dirumah Papa,semoga kamu betah dan senang berada disini."
Ucap Via sambil merentangkan kedua tanganya.Sejujurnya dalam hati Via sedikit takut akan penolakan Sharleen terhadap dirinya tetapi Via juga harus berusaha mendekatkan dirinya pada Sharleen supaya Sharleen bisa menerima kehadiran Via dalam hidup gadis kecil itu.
Tak disangka entah mengapa Sharleen pun langsung memeluk Via erat-erat.ia cukup terkejut dengan reaksi Sharleen,Via tak menyangka Sharleen mau memeluknya padahal Via sedari tadi berfikir akan ditolak mentah-mentah oleh Sharleen.Via pun membalas dekapan gadis kecil itu sambil mengelus-elus rambut panjang Sharleen.Cukup lama Sharleen memeluk Via,mungkin ada perasaan nyaman saat dipeluk Via sehingga Sharleen betah berada dipelukan Via.Sedangkan Reza tersenyum sambil meneteskan airmata bahagia melihat pemandangan yang terjadi didepan matanya.
*"YA ALLAH,,,alhamdulillah,,,anak ini tidak menolak ku.Semoga kelak aku pun bisa lebih dekat lagi dengan anak ini.Jika dia bisa menjadi Putri suamiku,aku berharap dia juga bisa menjadi Putriku YA ALLAH,,,aku mohon bukakanlah hati kami berdua supaya bisa saling menerima dan menyayangi layaknya Ibu dengan anaknya.aamiin."*
bersambung,,.
__ADS_1