
Tiba dihari ulang tahun Reza.
Pagi hari Reza sudah beranjak dari tempat tidurnya.Reza langsung mengecek ponselnya,berharap ada chat ucapan selamat ulang tahun dari istri tercintanya,namun sayangnya nihil.
"Haaaaaaaaahhhh,,,,,"
Teriak Reza sembari melempar ponselnya kearah sembarang.
"Ulang tahun tapi tak satu pun orang memberi ucapan selamat!"
Reza menggerutu sendiri sembari menjambak-jambak rambutnya sendiri.
"Tega banget sih kamu sayang,aku ulang tahun boro-boro di kasih hadiah,sekedar ucapan selamat saja tidak kamu berikan,malah aku diasingkan seperti ini.Hadeuhhh,,,apa kamu lupa atau kamu memang tidak tau tanggal lahirku sih sayang,,,please,,,datanglah aku butuh dirimu.Lihatlah betapa kacaunya diriku ini tanpamu sayang,,,"
Reza semakin tidak waras dengan berbicara sendiri sambil triak-triak membuat seisi rumah tertawa geli mendengarnya dari balik pintu.
"Dasar om-om bucin hahahaaha,,,"
Ujar kedua adik Reza.
"Anak Papa tuh kelakuanya seperti anak SMP baru kenal cinta!"
Sahut Mama.
"Anak Papa tapi kesayangan Mama tuh,,,!"
balas Papa.
__ADS_1
Dan mereka berempat tertawa Bersama dari balik pintu kamar Reza.
"Halo Roni dengarkan aku,hari ini sampai satu minggu kedepan aku tidak masuk kantor.Pokoknya batalkan semua meeting dan lain-lain,aku sudah tidak peduli dengan kantorku,silahkan kau ambil peranmu!"
Perintah Reza pada Roni.
"Hey,,,bosku,aku juga sudah mengambil jatah cuti ku minggu ini,aku juga tidak peduli dengan perusahaanmu!"
Jawab Roni di ujung telepon.
"Hey,,,ini perintahku pemilik perusahaan!"
Reza semakin kesal dengan jawaban Roni yang berubah tidak seperti biasanya.
"Sorry bos aku sudah mengatur jadwalku untuk liburan bersama anak dan istriku,aku tidak mungkin membatalkanya,mereka akan sangat kecewa dan sedih!"
Roni semakin membuat kesal.
Reza ngambek langsung menutup teleponya begitu saja lalu melempar ponselnya kesembarang arah.
Sudah dua ponsel ia lemparkan,untung tidak hancur dan rusak.
Lalu Reza pergi kekamar mandi dan menghabiskan berjam-jam dengan berendam di bathup.
Sedangkan Mama,Papa, kedua adiknya dan beberapa asisten rumah tangganya sudah berkemas dan bersiap memasukan segala keperluanya ke mobil.Kedua adik Reza dan asisten rumah tangga pergi terlebih dahulu ke Villa yang sudah disiapkan didaerah Puncak Bogor.
Dirumah Reza pun Via,kedua orang tuanya,kedua adiknya dan Bi Saroh sudah siap berangkat ke Villa.
__ADS_1
Sedangak Roni sudah stay di Villa bersama istri dan anak-anaknya serta beberapa orang yang mengurus misi kejutan untuk Reza.
Setelah selesai berendam dan berganti pakaian Reza segera meraih ponselnya kembali dengan harapan sama akan ada chat dari sang istri tercinta.Tapi apa yang dilihatnya,betapa terkejut dan kesalnya saat Reza mendapati kiriman foto Via sedang bersama seorang lelaki dan sedang bermesraan,namun gambar lelaki tersebut tersebut tampak membelakangin kamera sehingga Reza tidak bisa melihat wajah lelaki itu.Dan Reza yakin lelaki itu adalah Ilham,jika dilihat postur tubuhnya memang mirip sekali dengan Ilham.Padahal dia adalah Dika adik kandung Via.Sayangnya Reza tidak sejeli itu,dan Reza malah tersulut emosinya melihat kiriman foto itu.
Muka Reza mendadak merah,ia sangat murka,kesal,kecewa,sedih pokoknya sangat kacau.Bahkan Reza terlihat meremas gelas yang ia pegang karena saat melihat ponselnya Reza sedang minum.Gelas itupun pecah dan tentu saja melukai telapak tanganya hingga berdarah.Tapi Reza tak peduli dengan lukanya itu karena lebih sakit luka hatinya yang tidak terlihat dan teraba.
Reza segera pergi keluar kamar.
Melihat wajah anaknya yang murka dan tanganya berdarah,mama sempat panik dan tak tega melihat anak kesayanganya terluka.
"Sayang tanganmu kenapa?"
Tanya Mama sambil memeriksa telapak tangan Reza.
"Aku mau ke Puncak Ma menemui Via yang sedang selingkuh bersama lelaki lain."
Ucap Reza dengan tatapan kosong dan berkaca-kaca.
"Apa,,,Via selingkuh dengan lelaki lain?"
Mama masih berpura-pura terkejut dan tidak mengetahui apapun,sambil mengobati luka Reza dengan peralatan p3k.Dan Reza tidak menjawab apapun hanya diam dengan tatapan kosong dan yang jelas pikiran kacau.
"Mama sama Papa ikut ya nak?"
Pinta Mama.
"Terserah ma,"
__ADS_1
Lalu Reza menuruni anak tangga dan berjalan cepat menuju garasi di ikuti oleh Mama dan Papa.Kemudian Reza segera melajukan mobilnya dengan kencang menuju Puncak.Mama dan Papa cukup khawatir dengan keadaan Reza sehingga menyetir dengan kecepatan tinggi.Sepanjang jalan Mama terus mengelus dada anaknya dan memperingatkan supaya tetap dalam kendali saat menyetir.Bahkan Papa menawarkan untuk mengganti menyetirkan mobilnya,akan tetapi Reza menolaknya.Sepanjang menyetir meski tatapan Reza kosong tapi tetap dalam hatinya terus mengucap istigfar dan sesekali tak terasa airmatanya terus berlinang.
bersambung,,.