
Setelah mandi mereka sholat subuh berjamaah,kemudian Reza memilih tidur lagi karena tak ingin berdebat dengan Via.Sedangkan Via seperti biasa dengan rutinitasnya setelah sholat subuh ia melanjutkan dengan mengaji.Selesai mengaji Via segera merapihkan pakaian Reza kedalam koper.
Saat Reza bangun dari tidurnya dan mencari-cari Via,lalu Reza mendapati Via di ruang ganti baru saja selesai packing koper.Reza cukup terkejut dan bertanya-tanya dalam batinya;
*"Mau kemana dia?bukankah aku yang akan keluar rumah satu minggu kedepan aku?mengapa dia yg mengemasi barang-barangnya?"*
"Ehemmm,,,"
Dehem Reza.
Via hanya melirik dingin tak bersuara melihat kehadiran suaminya.
"Bukankah aku yang akan pergi,mengapa kamu yang berkemas?,memang kamu mau kemana?"
Akhirnya Reza memberanikan dirinya bertanya atas keingingtahuanya.Reza takut Via akan kabur dari istananya,seperti apapun keadaanya,Reza tak ingin bidadari surganya itu angkat kaki dari istananya itu.
"Aku?"
Jawab Via.
"Iya kamu,memang kamu mau kemana kok berkemas?"
Reza memperjelas pertanyaanya.
"Ini koper untukmu,supaya kamu tidak punya alasan untuk bolak balik kesini ambil ini dan itu!"
Jelas Via dengan tegas.
Sambil menatap tajam dan penuh rasa kesal batin Reza berkata;
*"Ada apa dengan dia?baru saja aku memujinya jika dia tetap menjadi istri yang sesungguhnya mesti kita sedang berselisih paham,sekarang tiba-tiba berubah 180° begini?*"
"Mengapa melihatku seperti itu?"
Protes Via yang tidak suka jika Reza menatapnya seperti itu.
"Tidak apa-apa!"
Jawab Reza pasif.
"Ya sudah segeralah bersiap lalu sarapan dan tinggalkan rumahku ini!"
Via semakin menunjukan kejutekan dan kesombonganya.
__ADS_1
"Apa?"
Reza semakin terkejut dibuatnya.
"Kenapa?ada yang salah?bukankah dirimu membeli rumah ini untuk ku dan atas namaku kan?berarti sekarang rumah ini milik ku kan?"
Sahut Via dengan gaya tengilnya yang tidak pernah ia tampakan sama sekali kepada siapapun dan ini untuk pertama kalinya Via melakukanya didepan suami sendiri.Sebenarnya ada rasa takut berdosa dalam hati Via sudah memperlakukan suaminya seperti itu,karena semua ini diluar karakter Via,tapi Via harus tetap konsisten dengan misi besarnya ini.
"Iya,,,rumah ini milikmu!"
Jawab Reza yang terlihat santai dan mengalah tapi sejujurnya dalam hatinya sangat kesal pada perubahan sikap Via.
Tanpa berpamit tanpa basa-basi,Via langsung meninggalkan Reza sendirian di ruang ganti dan segera turun kebawah menuju dapur menggunakan lift karena Via benar-benar sedang berkecamuk antara hati,pikiran dan perbuatan.dia berusaha sekeras hati untuk tidak terbaca pikiranya oleh Reza.
Sampai didapur sudah ada bi Saroh,ibu dan bebrapa asisten rumah tangga barunya yang sedang bertugas bersih-bersih.Reza sengaja menambah 4 orang asisten rumah tangganya sekaligus supaya meringankan tugas bi Saroh,ditambah 1 orang security dan 1 orang tukang kebun serta menambah 1 orang sopir lagi.Reza sengaja melakukan itu supaya istri tercintanya tidak lelah,karena ia tau Via adalah tipe wanita yang rajin,resik dan suka beres-beres sendiri sehingga Reza tidak ingin kekurangan orang yang bekerja bersih-bersih sehingga membuat sang nyonya turun tangan sendiri.Sekarang rumah besar itu sangat ramai meski anak mereka belum lahir,karena setidaknya ada 11 orang yang tinggal dirumah besar itu.
Via duduk dan menikmati susu hamil yang dibuatkan oleh bibi sembari melihat aktifitas ibunya dan bibi yang sedang memasak didapur.
"Bi,nanti yang membersihkan kamar dan ruang kerja mas Reza,bibi saja ya.Jika bibi tidak sempat,jangan pernah memerintah yang lain untuk membersihkanya,karena aku tidak ingin ada banyak orang yang memasuki ruang privasi ku dan mas Reza."
perintah Via yang tidak ingin asisten rumah tangga yang lain memasuki ruang pribadinya.Bukan sombong dan tidak percaya tapi memang Via adalah tipe orang yang risih jika ruang pribadinya di masuki orang banyak.
"Baik non!"
"Ouh iya bu,hari ini kita jalan-jalan ya sekeluarga,dan bibi juga ikut!."
Celetuk Via yang ingin mengahbiskan waktunya bersama keluarganya supaya ia tidak terlalu tersiksa menahan rindu karena harus berpisah dengan suaminya untuk sementara.
Setelah selesai masak dan mempersiapkanya Reza pun sudah turun membawa koper yang sudah disiapkan oleh Via.Semua orang terheran-heran karena Reza membawa koper.Kira-kira Reza mau pergi kemana,tapi mereka tidak ada yang berani bertanya.
Merekapun sarapan bersama dengan keheningan.Setelah selesai sarapan,Reza berpamitan kepada ibu dan bapak mertuanya.
"Memang hari ini ada tugas keluar kota atau keluar negeri nak?bukankah hari ini hari libur Za?
Tanya ibu kepada Reza karena sangat penasaran.
"Tidak bu,aku hanya akan menginap dirumah mama."
Jawab Reza dengan perasaan tidak enak hati.
"Lho kenapa?kan rumah ini sangat besar,kenapa kamu harus menginap di rumah orang tuamu?apa orang tuamu sedang sakit?kok Via tidak ikut bersamamu?"
Ibu semakin pemasaran karena mencium bau-bau ketidakbenaran.Semua orang pun menjadi bingung dengan keadaan ini.Apalagi bi Saroh,Adit dan Dika yang sudah terbiasa dengan keromantisan pasutri ini,tapi mereka sejak pagi seperti orang tidak kenal jangankan romantis yang ada gelagat mereka seperti musuh.
__ADS_1
"Maaf,bukan seperti itu bu,pak,nanti ibu bisa tanyakan langsung sama anak ibu!"
Jawaban Reza semakin membuat bingung dan penasaran seisi rumah mereka semua melirik kearah Via dengan berjuta pertanyaanya.Via tetap santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Reza segera menyeret kopernya menuju pintu keluar rumah dan berpamitan krpada mertua dan adik-adik iparnya.
"Jagain kakak kalian ya!"
Perintah Reza terhadap Adit dan Dika.
"Ok!"
Jawab tegas Adit dan Dika secara bersamaan.
Reza melirik melihat istrinya berharap ada kata-kata manis keluar dari mulut Via,paling tidak ada pelukan atau ciuman tapi sayang Via tetap dingin dan sinis.
"Ya sudah aku tinggal pergi dulu ya semuanya!"
Pamit Reza sembari mencium punggung tangan mertuanya.
"Hati-hati ya nak,jika ada masalah selesaikan dengan baik dan bijak,jangan terlalu berlama-lama marahanya,karena itu bisa menjadi cela untuk setan menjadi yang ketiga!"
Bisik bapak sembari memeluk Reza dan menepuk bahu Reza beberapa kali dan Reza memberi respon mengangguk.
Saat Reza hendak berpamitan pada Via malah Via beraksi lagi dengan tingkah anehnya.
"Aku minta uang!"
Celetuk Via yg membuat Reza segera mengeluarkan ponselnya untuk mentransfer sejumlah uang untuk Via.padahal Reza paham Via memiliki banyak uang,karena selama ini jatah bulanan Via hampir jarang digunakan untuk keperluan pribadi Via.Via hanya menggunakan jatah bulananya untuk kegiatan sosialnya menyumbang anak yatim dan pondok pesantren yang selalu menjadi langganan bersedekahnya.Untuk sehari-hari dan lain-lain Via mengunakan uang jatah mingguan yang diberikan Reza itu saja masih sisa-sisa.
"Aku tidak mau sedikit ya mas,aku maunya yang banyak.aku ingin belanja,nyalon,pokoknya aku ingin bersenang-senang menjadi nyonya Reza Atmaja!"
Sebenarnya Reza sangat kesal dengan perubahan sikap Via,Tapi Reza juga sangat senang jika Via ingin bergaya ala nyonya Reza,karena selama ini Via sangat-sangat sederhana sekali,baru kali ini dia menyatakan ingin bersenang-senang menggunakan uang suaminya.
"Baiklah sayang ku pegang atm ku,kartu kredit ku jika masih kurang di brangkas masih ada sejumlah uang tunai,ambilah dan habiskan sesuka hatimu asal kamu bahagia.Aku senang jika kamu bersedia menghabiskan uangku,jadi aku capek bekerja ada manfaatnya karena ada yang menikmati hasilnya.Karena aku sendiri bingung selama ini istriku terlalu hemat.Jika masih kurang hubungi Roni,Roni akan mengurusnya.Ok sayang,aku pergi dulu ya!"
Dengan perasaan senang Reza memberikan semua kartu-kartu saktinya kepada Via berharap setelah Via bersenang-senang Via akan segera menyudahi hukumanya.
Saat melihat sikap Via yang terlihat jahat dan serakah membuat kedua orang tua serta kedua adiknya menjadi geram.Mereka sangat kecewa dengan perubahan sikap Via yang berubah drastis.
Akhirnya Reza meninggalkan Via dan keluarganya seiring menghilangnya mobil yang ia kendarai melaju meninggalkan pekarangan rumah besari itu.
bersambung,,.
__ADS_1