MENJADI ISTRI KEDUA

MENJADI ISTRI KEDUA
85.Gelisah.


__ADS_3

Sejam kemudian saat mereka bertiga sudah mulai nyenyak dalam tidurnya,tiba-tiba Sharleen menjerit-jerit memanggil-manggil mamanya.


"Mama,,,Mama,,,Mama,,,maafin Alin Ma.Alin janji tidak akan nakal lagi.Sakit,,,jangan jewer telinga Alin.Ampun Ma,,,ampun!."


Seketika Reza dan Via terkejut dan langsung bangun dari tidurnya mendengar jeritan Sharleen dan menyalakan lampu utama.Sharleen pun bangun dari mimpinya saat Reza mengusap pucuk kepalanya.Gadis kecil itu terlihat meneteskan airmata.Rupanya dalam mimpinya ia menangis sehingga matanya meneteskan airmata sungguhan.Saat membuka matanya Sharleen langsung memeluk Reza.Via sangat sedih melihat kejadian ini.


*"YA ALLAH,,,apa yang sudah dialami anak ini sampai terbawa mimpi?"*


Gumam Via dalam hati sembari mengelus kepala Sharleen yang ada dalam pelukan Reza.


Setelah Sharleen tenang,ia melepaskan pelukanya terhadap Reza.Reza segera menghapus airmata Sharleen lalu menangkup kedua pipi anak ini dan menatapnya dalam penuh dengan kasih sayang seorang Ayah kepada Putrinya.


"Sayang,,,ada apa?"


Tanya Reza lirih.


"Mama.Alin ingin menelpon Mama."


Jawab Alin dengan harapan bisa menelpon Mamanya.


Reza sedikit panik harus menjawab apa.


"Sayang,,,ini sudah malam,Mama pasti sudah tidur.Bagaimana kalau teleponya besok pagi saja,setelah Alin bangun tidur?"


Ujar Via yang dari tadi melihat Reza bingung harus menjawab apa.


Reza sedikit lega disaat otaknya buntu ada Via yang membantunya berpikir.


"Iya sayang,,,tadi waktu Alin sudah tidur,Mama sudah menelpon Papa,Papa bialng ke Mama kalau Alin sudah tidur.Kata Mama,besok Mama akan menelpon Alin kembali."


Lanjut Reza menenangkan sharleen.

__ADS_1


"Mama tidak marah lagi?"


Sharleen ingin kepastian,karena ia masih trauma dengan kejadian tadi pagi sewaktu berangkat sekolah.


"Tidak sayang,tadi Papa sudah berbicara dengan Mama,dan Mama mengijinkan Sharleen menginep disini."


Jelas Reza.


Sharleen menarik nafas lega mendengar perkataan Reza,kemudian ia tersenyum sembari memberikan segelas air putih kepada Sharleen.


"Ya sudah,sekarang Alin tidur lagi ya ini kan masih larut malam.Ok!."


Ujar Via sambil mencubit manja pipi gadis kecil itu.Kemudian dengan manjanya Sharleen mencium pipi Via kemudian memeluknya.


Via sangat senang dengan tingkah Sharleen yang manja padanya,Via merasa sedang memanjakan Putrinya sendiri.


Kemudian Sharleen merebahkan lagi tubuhnya seraya memengepakkan kedua tanganya terhadap Via sebagai isyarat bahwa ia ingin tidur dipeluk Via.Dengan senang hati Via segera ambil posisi tidur lalu memeluk dan mengusap-usap gadis kecil itu hingga tertidur bersama.Reza tersenyum bahagia melihatnya.Kemudian Reza segera mematikan lampu utama lagi.


Setelah kejadian saat Sharleen bermimpi,Reza tidak dapat memejamkan matanya.Reza terlihat sangat gelisah,akhirnya Reza memilih turun kedapur dan membuat segelas cokelat hangat dan kembali lagi kekamar.Tapi kali ini Reza memilih keruang kerjanya.Ia menikmati segelas cokelat diruamg kerjanya sambil melihat foto dan video Sharleen dilaptonya.


Melihat Reza sedang melamun menatap layar laptopnya membuat Via berinisiatif untuk memeluk Reza dari belakang.Reza cukup kaget dengan kedatangan Via,tapi ia juga senang karena Via adalah penenang baginya.Reza pun tersenyum dan menciumi tangan Via yang masih mendekapnya.


"Ada apa emmm?"


Tanya Via dengan penuh perhatian.Kemudian Reza melepaskan pelukan Via dan menariknya hingga Via terduduk dipangkuan Reza.Kali ini Reza yang memeluk Via dari belakang.Lelaki itu terus menciumi dan menikmati aroma tubuh istrinya.


"Isrtiku,,,sekarang sudah lebar sekali ya,sampai-sampai tanganku tidak muat melingkar di tubuhnya."


Ujar Reza meledek Via sambil tersenyum-senyum jail.


"Emmm,,,mulai meledek,aku kan gendut gara-gara kamu Mas.Awas ya nanti kalau aku sudah melahirkan,aku akan langsing lagi!."

__ADS_1


Ujar Via sedikit kesal,tetapi Via juga sadar Reza hanya sedang bergurau padanya.


Kemudian Via mengarahkan wajahnya kehadapan Reza dan menatap dalam mata Reza yang sedang penuh dengan kegelisahan serta kebingungan.Via sangat mengerti apa yang sedang di rasakan dan dipikirkan oleh suaminya.


"Kenapa emmm?"


Sekali lagi Via ingin Reza membagi segalanya padanya.


"Aku masih bingung besok pagi harus berkata apa pada Alin?"


Jelas Reza.


"Sayang,,,ada baiknya kamu segera menjelaskan keadaan Marisa pada Sharleen.Aku tau ini pasti akan membuat anak itu sedih dan entah apa reaksinya nanti kalau mengetahui Mamanya koma.Melihat dia mimpi saja aku ikut sedih."


Ujar Via.


"Nah itu,aku jadi bingung."


Ungkap Reza atas kegelisahanya.


"Tapi mereka itu Ibu dan Anak,apapun yang terjadi,hati mereka saling bertaut.Semua ini tidak mungkin disembunyikan terlalu lama Mas."


Jelas Via.


"Iya aku tau sayang,aku juga ingin mengatakanya pada Alin.Aku hanya bingung harus memulainya darimana.Aku tidak sanggup melihat gadisku menangis."


Lanjut Reza yang masih terihat bimbang.


"Tapi kamu juga tidak akan bisa menutupi semua ini dalam waktu yang lama,karena Alin akan terus menanyakan Ibunya.Besok pagi lebih baik Mas Reza katakan padanya,kemudian ajaklah Alin ke Rumah Sakit,siapa tau kehadiran Alin disana menjadi spirit untuk Marisa segera sadar dari komanya Mas.Bismillah,,,kamu pasti bisa dan Alin pasti akan menerimanya,karena aku yakin Alin anak yang cerdas,dia akan cepat mengerti keadaan ini."


Ujar Via memberi semangat pada Reza.

__ADS_1


Reza pun tersenyum bahagia dan merasa lebih tenang untuk mengambil keputusan besok.


bersambung,,.


__ADS_2