
Sambil menunggu kedatangan Reza, sang mama dan papa sudah menunggunya di teras dengan gelisah.
Begitu Reza keluar dari mobilnya ia langsung berjalan menuju mama dan papanya diteras.
"Kok Mama sama Papa diluar sih?
Kan bisa tunggu aku didalam Ma, Pa!"
Sapa Reza sembari mencium punggung telapak tangan kedua orang tuanya lalu memeluk mereka secara bergantian.
Papa terlihat sudah mulai memutih rambutnya terus memandangi wajah putra kesayangan dan satu-satunya ini.
Terlihat jelas ada guratan kesedihan mendalam dimata pria tua yang masih terlihat segar itu ketika menatap putranya.
Dia terus menepuk-nepuk bahu Reza.
"Pa, aku tidak apa-apa!
Percayalah, singa mu ini tidak akan jatuh meski kakinya sudah pincang sebelah, singa mu ini akan tetap kuat berlari!"
Ujar Reza menguatkan papanya yang terlihat menyimpan kesedihan mendalam.
Bagaiman tidak, Bela adalah wanita pilihan papa yang pada akhirnya membuat luka hati keluarga ini.
"Maafkan Papa nak, Papa telah salah memilihkan pendamping untukmu."
Ucap papa dengan penuh rasa bersalah.
Mendengar perkataan papa dengan sangat menyesal, Reza langsung memeluk papanya dan mengusap punggung papanya.
"Tidak apa-apa Pa!
Ini bukan salah Papa, ini takdir Pa!
Yang seperti ini bukalah masalah besar untuk ku, beruntung ALLAH segera menunjukannya pada kita sebelum ini terlalu jauh.
Papa jangan khawatir aku pastikan ini akan segera selesai!"
Papa sedikit lega dengan ucapan Reza.
Lalu mereka bertiga masuk kedalam rumah.
Mama dan papa menunggu di kamar mereka sedangkan Reza masuk ke kamarnya.
Disana sudah ada Bela sedang duduk diatas ranjang lalu asyik video call di ponselnya.
Bela cukup terkejut dan menjadi salah tingkah ketika Reza tiba-tiba masuk kedalam kamar hingga ia melemparkan ponselnya ke sembarang arah hingga terjatuh kelantai tepat di kaki Reza.
Dengan santai Reza memungut ponselnya (ketika Reza memegang ponselnya, disana jantung Bela seperti berhenti berdetak. Bela takut Reza melihat ponselnya dan akan mengetahui semua rahasia Bela selama ini).
Lalu perlahan Reza berjalan menuju ranjang dengan tatapan dalam kearah mata Bela yang terlihat jelas sangat gugup sekali.
"Sejak kapan?"
Kata ambigu yang terlontar dari mulut Reza.
Bela sangat gugup dan bingung harus menjawab apa.
"Maksudnya?"
__ADS_1
Tanya Bela meminta Reza memperjelas pertanyaannya dan tentunya trik Bela mengulur waktu sehingga ia masih punya waktu untuk berpikir akan menjawab apa.
Reza yang sedang mempermainkan kata-katanya terlihat tersenyum menyeringai sambil memberikan ponsel Bela kepada Bela dan berkata;
"Sejak kapan kamu pulang ke Indonesia tanpa mengabari aku sayang?"
Mendengar ucapan Reza, Bela langsung menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya kasar dan segera menerima ponselnya lalu ia selipkan dibawah bantalnya.
Kali ini Bela terlihat lebih santai lalu ia beranjak dari tempat tidurnya dan segera memeluk Reza.
Hati Reza sebenarnya sudah jijik dan tak ingin bersentuhan dengan Bela, mengingat video dan foto bukti-bukti perselingkuhan yang selama ini Bela lakukan dibelakangnya.
Namun kali ini Reza harus cukup bersabar.
Setelah memeluk, Bela mulai nakal dan meraba tiap-tiap bagian tubuh Reza, Reza tetap diam mengikuti permainan Bela.
Saat Bela sudah membuka jaket dan kaos yang dikenakan Reza ia mulai bertingkah nakal namun penuh dengan misteri di otaknya.
Dan Reza sudah mulai hafal dengan sikap istrinya.
"Apa kamu begitu merindukan aku, hemm?
katakanlah kau menginginkan apa dariku sayang?"
Yap, tepat sekali ucapan Reza yang memang ditunggu Bela, setiap kali bercinta pasti meminta sesuatu.
Sebenarnya sih bukan masalah jika seorang istri meminta apapun kepada suaminya, tapi ini sudah menjadi kebiasaan Bela selama ini untuk mengumpulkan pundi-pundi keuangannya lalu ia transfer kepada selingkuhannya dan mereka diam-diam mendirikan bisnis diluar negeri atas nama mereka sendiri.
Tentu saja untuk mengalihkan harta Reza dan untuk menopang kebutuhan mereka selama ini dan mereka mempersiapkan kehidupannya dimasa mendatang dari hasil menggrogoti harta Reza, dan sayangnya selama lima tahun ini Reza tak mengetahuinya.
Baru beberapa bulan ini Reza mulai curiga dan mengirimkan orang untuk mencari tau semuanya dan pada akhirnya kecurigaan Reza terbukti.
Untung ALLAH kirimkan Via sebagai penyemangat untuk Reza.
Kehadiran Via menjadi anugerah dibalik musibah yang Reza hadapi ini.
Bela terus berusaha menggoda Reza dengan sejuta pemikatnya (namun kali ini hanyalah permainan dalam permainan) akhirnya membuka mulutnya.
"Aku rindu sekali padamu sayang, maafkan aku telah meninggalkan mu selama ini, semua ini aku lakukan demi impianku dan masa depan kita sayang!"
Cuihhh,,,mendengar ocehan sampah yang keluar dari mulut Bela membuat mual dan ingin memuntahkan isi perut Reza ke muka wanita ini.
"Sial, tentu saja impian dan masa depanmu untuk hidup bersama selingkuhan sekaligus mantan kekasihmu itu!"
Batin Reza mulai meronta-ronta melampiaskan emosi.
"Lalu apa yang kau inginkan sayang?
"
Pungkas Reza terus memberi umpan lezat kepada buruannya.
Wow,,tentu ini yang ditunggu-tunggu Bela, dengan senang hati dan gamblangnya Bela mengutarakan permintaanya.
"Aku butuh banyak dana untuk memperlancar jalan usahaku disana."
Ungkap Bela sembari mendudukkan Reza ditepi ranjang lalu ia duduk dipangkuan Reza dan membelai wajah dan dada bidang Reza yang berbulu itu.
"Berapa sayang, hem?
__ADS_1
Sebutkanlah?"
Jawab Reza lebih menantang.
"500M boleh?"
Ucap Bela dengan menatap Reza dan menaikan kedua alisnya.
"Cukup besar sih sayang, tapi ini akan aku gunakan untuk membuka butik disana atas namaku."
Bela memasang wajah memelas dan memohon dengan menangkupkan kedua tangannya didepan wajah mereka berdua.
Reza menatap tajam dan dalam kearah mata Bela lalu berkata;
"Jangankan 500M, seluruh hartaku jika kau menginginkannya akan aku berikan semuanya untuk membahagiakanmu sayang!"
Wow, betapa terkejut dan senangnya hati Bela mendengar ucapan Reza.
"Sungguh sayang?"
Ujar Bela yang sudah pasang wajah bahagia dengan senyum sumringahnya, karena kali ini pasti berhasil bahkan luar biasa berhasil karena Reza pasti akan memberikan lebih dari yang ia minta.
"Tentu saja jika kau benar-benar seorang istri yang paham dimana letak posisimu!"
Kata ambigu yang keluar dari mulut Reza benar-benar membuat Bela bingung.
"Maksudnya?"
Tanya Bela dengan sejuta harapan dan kebingungan.
"Apa karena anak?"
Bela mencoba menebak apa yang dimaksud Reza, tapi belum selesai bela bicara sudah dipotong oleh Reza.
"No, bukan itu!"
Jawab Reza sembari memejamkan mata dan menggelengkan kepalanya sejenak.
"Lalu?"
Lanjut Bela semakin penasaran.
"Tanyalah pada hatimu, lalu berpikirlah dengan otakmu, apa kau benar-benar sudah paham dimana letak posisimu sebagai istriku?
Lalu datanglah padaku dan ambil hak mu, aku tunggu di kantorku!"
Jawab Reza sembari memindahkan tubuh Bela ke tepi ranjang, karena sedari tadi Bela berada dipangkuan Reza.
Lalu ia perlahan berdiri dan membungkukkan tubuhnya ke arah Bela kemudian duduk dan menatap tajam kearah bola mata Bela.
Kemudian menempelkan jari telunjuknya di dada dan kepala Bela ketika ia mengucap kata hati dan otak.
Duarr,,,Bela terdiam seribu bahasa mendengar perkataan Reza mencoba berpikir positif (mungkin ini hanya kejutan dari Reza, karena selama ini Reza sering memberi kejutan-kejutan untuknya).
Lalu Reza mengenakan lagi kaos dan jaketnya dan pergi meninggalkan kamar itu menuju kamar papa mamanya dan menjelaskan semua yang terjadi supaya mama dan papa tidak gelisah lagi.
Dan setelah itu Reza segera berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk segera kembali ke apartemen, karena selama bersama Bela ia terus memikirkan Via yang ia tinggal saat tidur.
Tapi kali ini yang membuat Reza terharu dan senang adalah ketika papanya untuk pertama kalinya mengirimkan salamnya untuk Via, karena selama ini papanya tidak pernah suka bahkan tidak pernah ingin menemui menantu keduanya itu.
__ADS_1
bersambung,,.