
Satu bulan telah berlalu semenjak kepulangan Via.
Via menjalani hari-harinya sebagai seorang istri yang sesungguhnya, Via terus berusaha meyakinkan dirinya untuk ikhlas menjalani kehidupan rumah tangganya bersama Reza.
Reza juga terus berusaha dan membuktikan kepada Via, bahwa ia layak mendapat cintanya Via.
Mereka sangat menikmati cara mereka berjuang bersama membangun rumah tangga yg mereka impikan.
Pagi hari pukul 05.00 WIB, Via sudah membuka matanya dan segera membangunkan Reza sambil membelai wajah Reza yang sedang memeluk Via.(Memang sudah menjadi kebiasaan Reza semenjak kembali ke Jakarta, ia selalu memeluk Via ketika tidur seolah mengisyaratkan bahwa ia tidak ingin ditinggalkan).
"Mas,,,Mas,,,ayo bangun!
Katanya mau mulai rajin sholatnya?
Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan dong mau memulainya?"
Rayu via sambil menjepitkan jari jempol dan telunjuknya di hidung Reza.
Reza sebenarnya sudah mendengar tapi ia pura-pura masih merem, sampai akhirnya Via menjepit hidung Reza tanpa melepaskannya dan membuat Reza tak bisa nafas lalu Reza membuka matanya.
"Hemmm,,,istriku sekarang sudah bisa godain suaminya ya?"
Goda Reza sambil mencubit manja pipi Via lalu menyodorkan pipinya dan memonyongkan bibirnya pertanda minta jatah morning kiss sebagai mood booster di pagi hari.
Lalu tanpa sungkan Via mengecup pipi, kening dan bibir Reza begitupun sebaliknya.
Setelah selesai ritual morning kissnya Via hendak beranjak dari ranjangnya tapi malah di tarik oleh Reza hingga terjatuh di pelukan Reza.
"Emmm,,,nambah?"
Rayu Reza.
Mendengar rayuan Reza, Via melotot sambil tersenyum dan berkilah;
"Apa!
Nambah?"
Lalu mencubit pinggang Reza yang sejatinya tidak memakai apapun hanya selimut tebal yang setia menutupi tubuh mereka setiap malam.
Karena setiap sebelum tidur mereka selalu menghabiskan malamnya dengan bercinta terlebih dahulu, tentu itu menjadi keinginan Reza yang tidak bisa ditolak dan di ganggu gugat karena Reza sedang di mabuk cinta hingga ia selalu ingin bercinta dengan Via bahkan dalam satu hari Reza bisa berkali-kali melakukanya.
"Iya,,iya,,iya,,nanti malam lagi ya?"
Reza masih berusaha menawar dan dibalas senyuman oleh Via lalu mereka beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi.
Setelah mandi dan mengenakan pakaian, mereka segera melaksanakan sholat berjamaah dan mengaji bareng.
(Pasti adem banget liat pemandangan begini, author aja senyum-senyum sendiri ngebayanginnya🤔😍😊🙈🤦♀️).
Setelah selesai mengaji Via menuju dapur untuk membuat sarapan, seperti biasa disana sudah ada Bi Saroh yang menantinya.
Sedangakan Reza masih tinggal dikamar melanjutkan tidurnya sebentar sembari menunggu istrinya membuat sarapan.
Ketika Via dan Bi Saroh sedang menyiapkan sarapan, tiba-tiba bel berbunyi, dan Bi Saroh membukanya, ternyata mamanya Reza yang datang.
Kali ini ia terlihat manis tidak seperti waktu itu, baru datang sudah pasang muka sangar.
Saat mengetahui jika yang datang adalah ibu mertuanya, Via dengan senyum manisnya menghampiri ibu mertuanya lalu menyalami tangan ibu mertuanya dan mencium punggung telapak tangan ibu mertuanya.
__ADS_1
Namun kali ini dibalas dengan pelukan oleh ibu mertua, seketika Via terkejut dengan perlakuan ibu mertuanya yang berubah drastis kepadanya.
"Emmm,,,sepertinya mama datang di saat yang tepat nih?"
Sambil berjalan menuju meja makan dan mengelus perutnya pertanda ia lapar dan ingin segera menyantap masakan menantunya.
Harum masakanya sudah menggoda hidungnya sejak ia baru datang
tadi.
Dengan senang hati Via pun mempersilahkan mamanya duduk dan sarapan.
"Mari Bu, silahkan duduk kita sarapan bareng!"
Mendengar menantunya memanggil Ibu sang Ibu pun langsung protes kalem;
"Sudah hampir 7 bulan masa masih manggil ibu Vi?"
Sadar maksud ibu mertuanya apa, Via langsung menyahutnya sembari tersenyum;
"Mm,,maaf ma, belum terbiasa."
"Makanya dibiasakan ya!"
Perintah mama.
"Baik ma!"
Jawab Via.
"Aku bangunkan Mas Reza dulu ya ma?"
"Waahh, ada mama!"
Lalu mencium pipi kanan kiri mama dan memeluknya.
Sementara Via segera mengisi piring yang ada didepan Reza dan mama mertuanya dengan masakan Via pagi ini.
Kali ini Via memasak nasi merah, sayur bening bayam dicampur jagung muda sisir, tempe dan tahu bacem lalu pepes ikan emas dan sambel mentah kesukaannya dan sekarang menjadi kesukaan Reza dan Bi Saroh juga.
Mungkin akan menjadi kesukaan baru mama mertuanya juga setelah mencicipinya pasti ketagihan.
"Ayo ma makan!"
Pungkas Reza terhadap mamanya dan disambut senyum dan langsung menyantapnya.
Begitu tersentuh lidah lalu mengunyah dan menelannya perlahan menikmati tiap-tiap suapannya, dan ternyata mama Reza sangat lahap dan menikmati sarapan ala Via.
Setelah selesai makan Via dan Bi Saroh membereskan meja makan dan membersihkannya.
Sedangkan mama mengajak Reza berbicara empat mata, di balkon kamar Reza disana mereka berbicara banyak.
Mama sudah tau kelakuan Bela di luar negeri dan diam-diam sudah menyelidikinya dan mendapat bukti-bukti yang akurat, kini meminta anaknya segera bertindak.
"Segeralah ambil tindakan Za, kamu tidak pantas diperlakukan seperti ini, harga diri kita sudah di injak-injak oleh ular kepala dua itu!"
Bujuk mama supaya Reza gerak cepat sebelum bela semakin liar di luar sana dan membuat malu nama baik keluarganya.
"Baik ma!
__ADS_1
Akan segera Reza selesaikan, tapi Reza mohon sama mama, tolong jangan bicara apa-apa tentang masalah ini pada Via, karena aku tidak ingin Via mengetahuinya sekarang.
Hubungan kami sekarang sedang dalam proses memulai, aku tidak mau ketika Via tau tentang masalah ini, membuat Via menghentikan proses yang sedang berjalan dengan baik ini Ma.
Aku hanya ingin proses ini sesuai dengan porsinya!
Aku ingin Via mencintai aku karena memang aku layak menerima cintanya."
Mendengar penjelasan dari Reza, mama tentu sangat memahami apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan oleh anaknya.
Lalu mama tersenyum dan memeluk Reza sembari mengusap-usap punggung putranya itu dan berkata;
"Baiklah nak!
Mama akan selalu mendukungmu dan selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagiaanmu bersama Via."
Mendengar ucapan mamanya, membuat Reza menjadi lebih semangat lagi dengan harapan barunya.
Setelah obrolannya selesai mama dan Reza kembali ke ruang tamu disana sudah ada Via dan Bi Saroh yang menunggu mereka.
Bi Saroh sedang menonton tv sembari menyetrika, sedangkan Via duduk di sofa memangku laptopnya menyelesaikan naskah-naskah novel yang segera selesai.
"
Sedang sibuk apa Vi dengan laptop mu?"
Tanya mama terhadap Via.
Mama selama ini belum tau kalau Via penulis novel.
Dan belakangan ini novelnya pun sudah terbit dan dirilis di pasaran bahkan sebagian sudah menjadi best seller malah terakhir ada penawaran dari pihak perfilman tanah air untuk bisa mengangkat salah satu karya novel Via kedalam film layar lebar, namun masih terganjal dengan syarat yang di ajukan Via bahwa Via tidak ingin diketahui identitas aslinya, dia hanya ingin hasil karyanya saja yang di kenal dan dikagumi banyak orang.
Via tidak ingin di publish karena menurut Via itu membuat dia risih dan tidak nyaman apalagi ketika berada di tempat umum.
"Eummm,,,rupanya Mama ketinggalan berita ya?"
Jawab Reza dan membuat mamanya semakin penasaran, apa gerangan yang dikerjakan Via lewat laptopnya.
"Wah,,wah,,wah...berita apa ini sampai Mama melewatkannya?"
Tanya mama penasaran sembari duduk di samping Via.
Dan Via sejenak menghentikan aktifitas di laptopnya lalu menghadapkan laptopnya ke mama mertuanya supaya mama mertuanya bisa melihat apa yang ia kerjakan di laptopnya.
Mama terkejut ketika tau Via sedang menulis naskah novel.
"Wow!
Ternyata menantu Mama seorang penulis ya?"
Ujar mama terkejut sembari merangkul Via dan tersenyum bangga.
Via senang sekali dengan perlakuan mama mertuanya kali ini, lebih santai, hangat dan menyenangkan.
Karena akhir pekan adalah hari libur kerja jadi mereka santai di rumah berbincang-bincang sambil ngopi dan nyemil kue buatan Via.
Ya, tentu saja Via serba bisa kalau soal urusan masak memasak.
bersambung,,.
__ADS_1