
Setelah makan malam Reza ijin dengan keluraga Via untuk kekamar lebih cepat karena ia merasa sangat lelah sekali.Via segera membuatkan minuman hangat yg biasa ia racik sendiri untuk Reza yaitu jahe merah yg dipanggang lalu digeprek dan dicampur sedikit irisan lemon dan membawanya kekamar.
Reza sedang duduk di sofa dan menelepon seseorang.Via lalu mendekat dan duduk disamping Reza menunggu Reza selesai dengan pembicaraanya di telepon.Ternyata ia menelepon Roni,Reza memerintahkan Roni untuk menyiapkan konferensi pers besok untuk menganggapi kasus Bela dan membersihkan nama baik Via yg sudah tercemar dimana-mana akibat ulah Bela.
Setelah selesai Reza langsung mengalihkan pandanganya kearah Via yg sudah menunggunya dengan secangkir wedang jahe lemonya.Lalu Reza meraih cangkirnya dan menyeruputnya.
"Sayang kamu jadi klarifikasi semua ini?"
Tanya Via dengan lembut.
Lalu Reza merangkulkan tanganya kepundak Via dan satu tanganya yg lain membelai rambut Via.
"Sayang,,,aku tau kamu tidak suka dengan klarifikasi ini,tapi aku ini suamimu sayang.Aku berhak membelamu,aku berhak menjaga nama baikmu.Aku tidak ingin orang lain diluar sana yg tidak tau apa-apa berpikiran buruk tentang dirimu.Aku tidak mau saat kamu keluar rumah kamu menjadi bahan omongan mereka,itu pasti akan membuatmu jadi tidak nyaman berada diluar pada akhirnya kamu jadi enggan keluar dan mengurung diri,itu sama saja aku memenjarakanmu dalam rumahmu sendiri.Walaupun aku tau kamu tidak terlalu memperdulikan semua itu,tapi aku tidak mau rekam jejak akan memberitahukan kepada keturunan kita tanpa ada penjelasan atau pembelaan.Bagaimana perasaan mereka nanti jika mengetahui ini setelah kita tiada.Lagipula apa kamu tidak melihat kecemasan di mata ibumu?.Aku tau sayang ibumu menyimpan kecemasan akan reaksi orang-orang dikampungmu dengan berita ini.Jadi aku mohon ijinkan aku membersihkan nama baikmu sehingga keluargamu pun akan tenang."
Reza mencoba menjelaskan alasanya tetap ingin klarifikasi.Akhirnya Via paham dengan maksud Reza,mungkin Via tidak masalah tapi ibu, bapak dan keluarga besarnya dikampung pasti akan menanggung beban malu dan jadi omongan orang terus jika tidak diluruskan.
"Baiklah sayang aku paham!."
Jelas Via.
"Terimaksih ya sayang kamu melakukan semua ini untuk keluargaku."
Lanjut Via dengan membelai wajah Reza.
__ADS_1
"Tentu sayang,akan aku lakukan apapun untuk kenyamanan dan kebahagianmu serta keluargamu."
Jawab Reza sembari membalas membelai wajah Via dan tersenyum bersama.Lalu Reza meminum kembali wedang jahe lemonya.
"Aku tidak ikut kan mas?"
Via memastikan dirinya tidak ikut karena Via malas menanggapi pertanyaan-pertanyaan wartawan dan ia tidak mau ada di layar televisi.
"Ya ikut lah sayang,kalau kamu tidak ikut yg ada nanti aku dikatain halu oleh orang-orang,justru kehadiranmu itu sebagai jawaban untuk mereka yg sudah kemakan omongan Bela dan penasaran akan dirimu.Aku yakin tanpa kamu berbicara apapun saat mereka melihatmu mereka akan bisa melihat dirimu sebagai sosok yg baik tanpa harus dijelaskan dengan kata-kata."
Jelas Reza.
"Huffftttt,,,harus banget ya aku juga ikut?"
Via berharap masih bisa menawar.
Cukup singkat padat dan jelas keluar dari mulut Reza dan Via tak mungkin menawarnya lagi.Kemudian Reza merebahkan tubuhnya di sofa dan kepalanya ia letakan dipangkuan Via lalu ia menghadap ke perut Via.Via tersenyum melihat tingkah Reza dan membelai-belai rambut Reza.
"Sayang,,,papa kangen sekali denganmu,kamu kangen apa tidak sama papa nak?,yuk kita meet up nak."
Reza mulai dengan kekonyolanya,tentu saja Via langsung menjewer manja telinga Reza.
"Tuh kan nak,mamamu nakal jewer-jewer papa, kita diem-diem saja ya ketemuanya tidak usah bilang-bilang sama mamamu."
__ADS_1
Lanjut Reza mengajak ngobrol anaknya dan mengelabui Via dengan candaanya.Via gemas sekali dengan tingkah konyol Reza yg semakin menggelikan.
"Sayang,,,anak mama,mana bisa kamu berjumpa dengan papamu tanpa sepengetahuan mama."
Balas Via menggoda Reza.
Tentu saja Reza langsung melirik kearah mata Via yg sudah meyunggingkan senyum usil dibibirnya lalu Via menjulurkan lidahnya.
"Weeekkk"
"Ihh,,,kok gitu sih."
Protes Reza yg merasa ingin usil tapi malah diusili oleh Via.Lalu Reza bangun dari rebahanya dan ingin mencubit pipi Via tapi Via sudah terlebih dahulu tau Reza
akan melakuakn itu,lalu dengan cepat kilat Via lari kabur.Melihat tingkah istrinya Reza semakin gemas dan mengejar Via lalu menangkap dan membopongnya kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu ganti pakaian,wudhu dan sholat isya berjamaah.Setelah selesai sholat mereka menaiki ranjangnya lalu Via menawarkan diri untuk memijat Reza karena Via melihat Reza begitu lelah.
"Sayang,,,aku pijat ya."
Ujar Via yg sudah siap memijat Reza.
Reza senang sekali tanpa diminta Via selalu paham kapan waktu yg tepat untuk memanjakan suami.Reza langsung pasang badan tengkurep dan siap menikmati setiap pijatan Via.Dengan penuh kasih sayang dan kelembutan Via memijat Reza dari ujung kaki hingga rambut bahkan meski Reza sudah terlelap Via masih memijatnya sampai benar-benar rata seluruh badan Reza terpijat baru Via menyudahi pijatanya.Kemudian Via membalikan tubuh Reza supaya telentang dan segera mamakaikan baju piyama.Setelah itu Via memandangi wajah polos Reza yg sedang tidur pulas dan berkata;
"Sayang,,,aku tidak menyangka orang sebaik dirimu dihianati oleh istri yg kamu cintai.Tadinya aku begitu kecewa dan ingin sekali marah padamu mas,tapi ternyata aku salah,maafkan aku mas,dirimu begitu banyak mengalami masa sulit dan kamu tetap tegar dengan semua itu.Ijinkan aku terus bersamamu,menemanimu,merawatmu,mengisi hari-hari mu dengan cinta dan kasih sayangku mas,aku ingin menjadi bagian dari kebahagian dan penghapus masa sulitmu.Terimakasih sayang untuk segala yg telah kamu berikan untuk ku dan keluargaku,aku sangat mencintaimu suamiku."
__ADS_1
Ungkap Via dengan menatap wajah Reza dan meneteskan airmata.Lalu Via menyeka airmatanya dan mencium kening Reza.Kemudian ia membaringkan tubuhnya disamping Reza lalu menghadap ketubuh Reza dan memeluk tubuh itu dan memejamkan matanya.
Bersambung,,.