MENJADI ISTRI KEDUA

MENJADI ISTRI KEDUA
67.Kejutan ulang tahun untuk Reza.


__ADS_3

Akhir pekan membuat perjalanan Reza mulai memasuki arus kemacetan sehingga Reza sampai ke Vila sekitar pukul 08.00 malam.Saat sudah mendekati Vila,Mama Reza sudah mengirim pesan kepada Via supaya semua yang ada disana bersiap-siap menyambut Reza.


Saat mulai memasuki area Vila pikiran Reza berkecamuk tidak jelas,amarahnya mulai membakar hatinya.Setelah memarkirkan mobilnya Reza terlihat terburu-buru ingin segera masuk ke Vila tersebut,namun di cegah oleh penjaga.Penjaga Vila juga sudah disetting oleh tim Via supaya terlihat tidak rekayasa.Setelah beradu argumen dan akhirnya Reza memohon dan berunding dengan penjaga Vila,akhirnya Reza diperbolehkan masuk dengan beberapa syarat.


Reza mulai memasuki Vila tersebut,akan tetapi sepi seperti tak ada yang menginap.Lalu Reza menyusuri semua ruangan satu persatu dan ketika Reza melewati satu kamar terdengar suara Via sedang tertawa-tawa ria seperti sedang bercanda dengan seorang lelaki.


Hati Reza remuk pikiranya kalut,darah dalam tubuhnya mendidih sehingga emosinya terus membuncah tak dapat lagi ditahan.Mendengar suara itu,Reza segera mendobrak pintu kamar itu.


Duarrrr,,.


Beberapa balon meletus diiringi nyanyian selamat ulang tahun dan tepuk tangan dari semua orang yang terlibat terutama Via yang berada di barisan paling depan dengan menyangga kue ulang tahun yang khusus ia buat sendiri sebagai tanda cintanya pada suaminya.Seketika raut wajah Reza yang tadinya seram bak singa yang siap menerkam mangsanya kini berubah menjadi mellow,Reza tak menyangka akan mendapat kejutan ulang tahun dari semua orang yang ia sayangi dengan cara seperti ini,memanfaatkan kelemahanya terhadap Via.Reza sangat bahagia,terharu dan berlinang airmata menatap semua orang-orang yang ia sayangi dan menyayanginya ada didepan matanya.Reza segera merangkul Via dan memejamkan matanya untuk berdo'a.Apalagi do'anya selain ingin terus dibersamakan dengan bidadari surganya hingga ke Jannah.Setelah berdoa,Reza meniup lilinya dan tentu saja memeluk erat istrinya yang sangat ia rindukan karena beberapa hari ini ia sudah tak berkomunikasi sama sekali.Bahkan tanpa ragu dan malu Reza menciumi istrinya didepan semua orang.Sehingga membuat semua orang yang ada disitu menjadi salah tingkah dan malu sendiri dengan tingkah Reza yang terus saja menggoda dan mengusili Via.Setelah ritual potong kue lalu pemberian kado dan kemudian makan malam bersama dilanjut dengan barbeque dan mengobrol.


"Sayang,,,kemarilah!"


Panggil Reza kepada Via dengan memicingkan matanya.Membuat Via merasa ada yang tidak beres.Tapi Via tetap mendekati Reza yang sedang duduk di sofa.Karena sedari tadi ia penasaran dan ingin sekali menanyakan tentang telapak tangan Reza yang dibalut kain kasa.


Via segera duduk disamping Reza,kemudian Via memeluk Reza.Reza sangat senang Via sudah mau memeluknya.


"Rindu ya?"


Reza meledek Via yang terlihat manja sekali padanya.


"Iyalah rindu,memang kamu tidak rindu padaku?"


Sahut Via kemudian membelai wajah suaminya yang sangat ia rindukan itu.


"Tidak,aku tidak rindu padamu!"


Ketus Reza membuat Via jadi sebal kemudian melotot manja kearah Reza.


"Tapi aku sudah hampir gila karena menahan segala rasaku terhadapmu!"


Membuat Via menjadi tersenyum manis mendengar ucapan Reza.Via tak menyangka Reza sekacau itu saat merindukanya.


Lalu Via mencium pipi Reza dengan secepat kilat.Membuat Reza terkejut dan protes.


"Apa itu!"


Reza seolah-olah tidak senang dicium Via.


"Cium saja pelit banget sih!"


Ujar Via.

__ADS_1


"Kurang banyak tau!."


Sahut Reza sembari memejamkan matanya dan meyodorkan pipinya dan menunjuk pipinya dengan jari telunjuknya.Langsung saja Via mendaratkan kecupanya kesuluruh wajah Reza berulang-ulang.


"Sudah,cuma segini saja!"


Tantang Reza.


"Kan sudah banyak,memang masih kurang?"


Jawab Via.


"Kamu masih punya hutang ciuman yang sangat banyak padaku,ingat itu ya,kamu wajib membayarnya!"


Mulai deh Reza kumat.


"Hufffttt,,,padahal pipinya sudah bau jigong karenaku tapi masih kurang."


Gumam Via lirih,namun sayang terdengar oleh Reza.


"Tidak masalah bau jigong istri sendiri,aku sangat menyukainya.Memang kamu pikir aku jijik?.Kalau jijik untuk apa setiap kamu bangun tidur aku suka menciumi dirimu,memang kenapa hemmm,,,masalah?"


Reza yg tidak peduli dengan bau jigong istrinya,menurut Reza bau jigong istrinya sedap seperti sayur asem buatan Via.


"Tangan mu kenapa sayang?"


Tanya Via sembari memegang telapak tangan Reza dan mengelus-elus lembut telapak tangan Reza yang dibalut kain kasa.


"Tidak,tidak apa-apa,ini hanya luka kecil yang tidak disengaja!"


Jawab Reza yang tidak ingin Via merasa bersalah karena lukanya adalah bagian dari reaksi cemburunya terhadap Via.


"Tuh kan mulai tidak mau jujur lagi padaku,"


Sindir Via.


Akhirnya Reza bercerita karena tidak ingin Via marah lagi dengan kebohonganya


"Iya maaf sayang,ini akibat ulah kebodohanku yang cemburu padamu.Aku tidak sengaja melukai tanganku sendiri."


Jelas Reza yang tetap menyalahkan diri sendiri supaya Via tidak merasa bersalah.


"Apa,,,jadi ini karena aku?.Kamu jadi seperti ini,maaf ya sayang,"

__ADS_1


Ujar Via yang terkejut dan merasa sangat bersalah.


"Bukan karena dirimu sayang,ini karena salahku sendiri,mengapa aku bodoh."


Bantah Reza yang tidak ingin Via terus merasa bersalah.Karena merasa sangat bersalah Via kemudian menempelkan telapak tangan Reza kepipinya kemudian Via ciumi tangan itu.


"Sayang maafkan ide bodohku."


Ucap Via.


Kemudian Reza mengelus kepala Via dengan lembut.


"Sudahlah sayang ini cuma luka kecil dan aku baik-baik saja."


Jelas Reza tak ingin Via terus merasa bersalah.


"Memang ini terluka karena apa?"


Tanya Via karena penasaran sebenarnya Reza terluka karena memukul apa.


"Akan aku jawab tetapi setelah aku jawab,janji ya masalah ini selesai jangan diperpanjang lagi,setuju?"


Reza memberi tawaran kepada Via agar setelah dijelaskan jangan lagi membahasnya.


"ok!."


Jawab singkat Via.


"Ini luka karena aku meremas gelas yang sedang aku genggam saat aku melihat fotomu bersama Dika,yang aku kira itu adalah selingkuhanmu hahaha,,,betapa bodohnya aku kan?"


Jelas Reza sembari menertawakan dirinya sendiri.


"Tapi,,,"


Reza segera menempelkan jari telunjuknya dibibir Via sebagai isyarat bahwa Via dilarang melanjutkan perkataanya.


"Ssssssttt,,,kan aku sudah bilang masalah ini di tutup,selesai!.Aku mau lihat isi kado darimu saja."


Jelas Reza sembari meraih kado dari Via yang diletakan dimeja.


Via menyudahi pikiranya tentang tangan Reza sesuai perintah Reza walaupun Via sebenarnya masih ingin membahasnya.


bersambung,,.

__ADS_1


__ADS_2