MENJADI ISTRI KEDUA

MENJADI ISTRI KEDUA
SERBA SALAH


__ADS_3

Hidup itu seperti misteri yang tak bisa kita tebak, dengan susah payah kita berencana tapi jika Tuhan tak menghendaki semua hanyalah tinggal sebuah angan.


Entah bagaimanapun kita tetap harus berusaha karena hidup itu penuh dengan tantangan.


Meski kadang kecewa dengan hasil kita harus selalu optimis dan berfikir positif. Allah akan selalu memberikan yang terbaik untuk para hamba-hamba Nya.


Usai Adam pamit untuk berangkat tugas Luluk sedikit lega, karena banyak cerita yang ia dengar dari anak sulung nya itu.


Kali ini ia harus menuruti kemauan anak sulung nya yang penurut itu,dalam hidup nya Adam anak yang benar-benar penurut dan penyayang.


Tak ada salahnya jika ia memenuhi permintaannya itu meski terdengar agak sulit ia akan berusaha memenuhinya.


Apalagi atas dukungan orang tuanya Abah dan umi. Awalnya mereka sedikit takut dan meminta maaf pada Luluk atas keegoisan dalam mendidiknya dulu.


Abah dan umi terlalu egois menyuruh Luluk untuk selalu mementingkan karir, antusias yang tinggi memiliki anak yang sukses membuat Luluk sedikit keras kepala.


Abah dan umi dengan sepenuh hati meminta maaf atas kemauannya dulu menyuruhnya untuk mencarikan madu untuknya.


Hal tersulit itu Luluk penuhi demi orang tuanya, agar bisa mengejar karir nya.


Menjadi dosen sekaligus ustadzah dan wanita pebisnis itu tidaklah mudah dilakukan sekaligus.


Dengan mengorbankan keluarga nya yaitu jarang bisa berkumpul dengan suami dan anak-anaknya iya bisa mewujudkan keinginan orang tuanya.


Tapi kini Abah dan umi sadar menyuruh menantunya menikah lagi tidaklah hal yang baik. Ternyata hanya menjadi boomerang untuk rumah tangga anaknya.

__ADS_1


"Ini jalan yang terbaik nak, dengan masalah ini umi rasa Allah membuka jalan agar Faizal bisa meninggalkan Farah dengan baik-baik saja. Nak Farah sudah tidak cinta dengan Faizal, lebih baik kita nikahkan dengan Adam saja"


"Iya mi, Luluk juga berpikir begitu. Adam sudah cerita banyak tentang kesehatan mental Farah. Karena dia sulit untuk percaya dengan cinta lagi, tapi dengan berjalannya waktu Adam bisa menyakinkan Farah"


"Ok,dengan ini kita bisa bertemu dengan Farah dan keluarganya untuk mengurus perceraian"


"Jangan asal mengambil keputusan sendiri, kita juga harus mendengarkan pendapat dan penjelasan dari Faiz"


"Tapi bah, mas Faiz itu lagi sibuk. Dia juga sepertinya sudah tidak peduli dengan Farah lagi. Sepertinya dia sudah kecewa juga dengan Farah karena beberapa hari yang lalu melihat Farah berduaan dengan Adam"


"Kamu dapat info dari mana?"


"Dari Adam bah"


"Tapi kita tunggu Faizal pulang dulu, ini masalah serius jangan asal melangkah"


"Buat apa bah?apa Abah ingin mereka bersatu lagi?"


"Tapi mereka kan masih sah suami istri, jika mereka masih saling cinta kenapa harus berpisah?"


"Tapi Luluk nggak mau melihat mereka bersatu bah, hati Luluk sakit bah"


"Cobalah kamu belajar seperti dulu lagi, bukannya dulu kamu juga tak masalah melihat Faizal dengan Farah?"


"Tapi itu dulu bah, di saat Luluk tidak bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga Luluk. Sekarang Luluk sudah menjadi ibu rumah tangga bah, bukan wanita karir lagi"

__ADS_1


Deraian air mata mengalir di pipi Luluk. Umi memeluk dan mengelus punggung anak semata wayangnya itu.


"Bah, sudahlah. Anakmu sudah terlalu lama memikul beban selama ini. Biarlah dia merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya "


Suasana terhening, Abah terdiam melihat istrinya memeluk anaknya yang masih sesenggukan.


Abah mendekat lalu ikut memeluk Luluk.


"Maafin Abah ya sayang....maaf Abah belum bisa menjadi orang tua yang baik untuk kamu" Abah mengecup puncak kepala Luluk.


Di ujung pintu Faizal dari tadi mendengar semua pembicaraan mertua dan istrinya.


Sebenarnya hatinya juga sakit jika harus berpisah dengan Farah, tapi dia juga tidak mau menyakiti Luluk.


Cinta itu sudah mendarah daging, ia sudah tidak bisa kehilangan ataupun dipisahkan dengan Farah.


Dia belum siap berpisah dengan Farah, apalagi jika nantinya status itu harus berubah istri keduanya akan menjadi menantunya.


Sakit pastinya , ia belum siap untuk itu.


Sebenarnya setelah beberapa hari ia pergi ke keluar kota untuk mengurus pekerjaan yang sangat menguras tenaga dan pikirannya, ia harap pulang ke rumah akan membuat nya bisa istirahat dengan tenang.


Tapi kenyataannya, ia semakin di buat lelah dengan masalah yang baru. Ia bingung harus apa.


Dulu saat ia tak ingin menikah lagi dan hanya Luluk menjadi satu-satunya ia di paksakan untuk menikah tapi sekarang saat ia sudah benar-benar jatuh cinta ia harus di paksakan untuk berpisah pula.

__ADS_1


Ia bingung karena semua yang ia lakukan selalu serba salah.


__ADS_2