
Diapartemen Via sedang asik memasak bersama ibu dan bi Saroh sedangkan bapak dan kedua adiknya yaitu Adit dan Dika sedang menonton berita pagi di televisi,ketika Adit sedang memindah-mindah channel televisi tiba-tiba ada berita tentang perceraian Bela dan Reza.Seketika Adit langsung mengganti channel tersebut setelah di kedipin oleh bapak yg tak ingin Via mengetahui berita tersebut dari televisi yg belum tentu benar kejelasanya.Tetapi sayang Via terlanjut melihat dan mendengar meski ia sedang asik memasak.Via memenrintahkan Adit untuk memindah kechannel yg tadi ada berita pereceraian Reza dan Bela.
"Dit cepat pindah ke channel yg tadi!"
Hardik Via karena kesal pada Adit yg tidak mau mengganti channel tersebut.Akhirnya bapak mengijinkan Adit menggantinya.Mereka semua melihat dan mendengar pernyataan Bela yg ada divideo wawancara dengan oknum wartawan.
"Iya aku Bela Kusuma Maharani istri Reza Atmaja yg diceraikan oleh mas Reza."
Ucap Bela memulai video tersebut dengan terisak -isak dan terbata-bata.Tentu saja dia sedang berakting demi mendapat simpati banyak orang.
"Mas Reza meceraikan aku secara sepihak tanpa memberiku penjelasan apapun bahkan mas Reza menuduhku selingkuh padahal selama ini dia yg sudah diam-diam selingkuh dengan pelakor itu.Yg lebih menyakitkan bagiku,mas Reza tidak mau memberiku harta gonogini sedikitpun karena aku dituduh selingkuh olehnya.Aku tidak tau racun apa yg sudah diberikan oleh pelakor itu kepada mas Reza,dulu mas Reza amat sangat menyayangiku dan kami bahagia,entah mengapa karena kami belum dikaruniai keturunan membuat mas Reza jadi selingkuh dengan pelakor itu.Dan lebih parahnya lagi si pelakor itu sekarang sedang mengandung anak mas Reza.Dia mengaku-ngaku jadi istri kedua mas Reza tapi aku tidak percaya mereka menikah,mungkin saja mereka hanya kumpul kebo,mas Reza mana mungkin mau menikahi wanita sekelas dia.Dia itu wanita rendahan,murahan yg rela menjual dirinya demi uang.Orang miskin yg baru melihat uang banyak menjadi gelap mata hingga ingin menguasai mas Reza dengan mengandung anak mas Reza.Padahal itu pelakor hanya gadis miskin,udik dan tidak sama sekali cantik.aku yakin mas Reza menjadi seperti ini karena pengaruh buruk pelakor itu.Padahal aku sangat mencintai mas Reza tapi mengapa dia begitu tega menceraikan aku bahkan tidak memberikan hak ku!."
Ungkap Bela dengan pasang wajah memelas,menangis tersayat-sayat.Lalu Bela menunjukan foto Via bersama Reza kedepan kamera.
"Ini adalah bukti foto pelakor itu,dia bernama Alvia Damaiyanti.Mungkin sebagian diantara kalian juga pasti pernah melihat wanita ini bersama suamiku,dialah pelakor itu yg sudah menghancurkan rumah tanggaku bahkan menghancurkan masa depanku "
Ujar Bela lalu menagis meraung-raung didepan kamera.
Mendengar pernyataan Bela,Via merasa sangat sakit,hancur dan merasa terhina.Via tidak menyangka Bela bisa mengatakan hal itu di media.Walaupun hatinya sakit,Via tetap berusaha memaklumi perkataan Bela dan batinya berkata;
*"Mungkin mba Bela berbicara seperti itu karena dia kesal dengan mas Reza yg menceraikanya secara sepihak,jadi wajar jika Bela menjadi seperti itu padaku.Karena memang aku yg salah,aku yg merusak rumah tangga mereka,aku yg menghancurkan kebahagian Bela dengan mas Reza,akulah pelakor itu,akulah wanita tidak tau diuntung itu.Harusnya aku sadar aku datang hanya menjual diriku aku tidak berhak mencintai dan dicintai suami orang."
Via mulai lemas dan meneteskan airmatanya.membuat semua orang yg ada diapartemen itu menjadi khawatir bercampur kesal,sedih dan terkejut dengan berita tersebut kecuali bi Saroh yg sudah paham dan menduga hal ini pasti akan terjadi karena ia sudah paham sekali dengan sifat asli Bela.
"Mengapa kamu tega mas menceraikan mbak Bela,dia yg sudah mempertemukan kita,dia yg sudah membuat kita menjadi suami istri,dia yg sudah menolong kita bahkan dia yg sudah rela membagi dirimu dengan ku mas?.Mengapa kamu menjadi jahat mas,apa karena aku mas?aku yg sudah membuat dirimu menjadi jahat seperti ini?iya kan mas?aku yg salah."
Via semakin mengencangkan tangisanya dan menjerit.
"Haaaaaaaahhhhhhh!!!!!"
Membuat kaget semua orang dengan teriakanya dan tak lama ia lemas lalu matanya terpejam dan mejatuhkan tubuhnya kelantai karena pingsan.Tapi syukur tak sempat jatuh kelantai Adit yg sudah memperhatikan kakaknya dari tadi ia sudah siap bila terjadi sesuatu,dengan sigap Adit segera menangkap tubuh kakaknya sebelum menyentuh lantai lalu membopong dan membawanya kekamar dan membaringkanya di ikuti oleh semua orang yg ada disitu.
Ibu dan bapak segera duduk diatas ranjang Via tepatnya disamping tubuh Via.sedangkan Adit ditepi ranjang memandangi wajah kakaknya dengan mengelus-elus kening kakanya dan menangis melihat keadaan kakak perempuan satu-satunya itu.
"Ini yg aku takutkan kak,mengapa selama ini aku lebih banyak diam saat melihat dirimu bahagia bersama mas Reza,bukan aku tidak ikut bahagia dengan kebahagianmu tapi hati kecilku selalu memendam kecemasan yg mendalam dan pada akhirnya kecemasan itu terjadi hari ini tepat didepan mataku dan aku masih belum mampu berbuat apapun untuk dirimu."
__ADS_1
Gumam Adit sembari menahan isak tangisanya,tapi tetap tak tertahankan.
"Kamu terlalu banyak melewati hal yg buruk dalam hidupmu demi kita,demi aku.Maafkan aku yg tak berdaya ini kak.Harusnya aku dulu mampu berbuat sesuatu sehingga kamu tidak perlu melewati semua ini kak.Maafkan aku kakak ku,maafkan aku."
Lanjut Adit dengan gumamanya dan bapak mencoba menenangkan perasaan Adit dengan mengusap bahu Adit.Bapak sebenarnya orang yg paling merasa sedih,sakit dan hancur saat anak perempuan satu-satunya harus terjebak dalam situasi seperti ini karenaya.Terlebih dengan berita yg sudah beredar membuat semua orang memandang sebelah mata terhadap Via,tidak terkecuali pasti sebagian tetangga dikampungnya akan berasumsi demikian.Ibu hanya bisa menangis meratapi nasib anaknya sembari memandangi wajah putrinya dan mengusap-ngusap tangan Via.Dan Dika dengan tatapan mata kosongnya memikirkan nasib yg dialami kakaknya berusaha memijat-mijat jempol kaki kakanya berharpa kakaknya segera sadar dari pingsanya karena dari tadi bi Saroh juga sudah berusaha memberinya minyak angin,tapi Via belum juga sadar.Bi Saroh mulai panik karena Via tidak sadar-sadar dari pingsanya.Kemudian bi Saroh berinisiatif menelepon Dokter kandunga untuk Via yg sudah ditunjuk oleh Reza dan sudah diberi tahukan kepada bibi supaya sewaktu-waktu terjadi sesuatu dengan Via bibi bisa langsung menghubungi Dokter Rian Efendi.Tapi saat bi Saroh sedang membuka layar ponselnya tiba-tiba Via muali sadar dari pingsanya,Tentu disambut senyum bahagia oleh semua orang yg ada disitu.
"Alhamdulillah."
Serentak mereka mengucap syukur secara bersamaan.
Bibi segera memberi Via minum dan perlahan Via meminumnya dibantu Adit.
"Aku tidak apa-apa kok,aku baik-baik saja kalian jangan mengkhawatirkan aku!"
Tegas Via dengan nada lirih karena masih lemas.Lalu Via melihat bi Saroh yg hendak menghubungi seseorang dan Via tau bi Saroh hendak menelepon Dokter Riy
an Efendi.
"Jangan bi tidak usah menelepon Dokter aku tidak apa-apa masih aman bi!"
"Baiklah."
Jawab bibi.
"Bi,mana ponselku?aku ingin menghubungi mbak Bela,untuk menjelaskan kesalahpahaman ini dan meminta maaf padanya."
Ucap Via meminta ponselnya pada bibi,bibi memang sengaja menyembunyikan ponsel Via karena ia tahu Via bakalan menghubungi ular kepala dua itu.Dan bibi tidak ingin Via berkomunikasi dengan ular kepala dua itu yg ada akan membahayakan Via bahkan bayi yg sedang ia kandung akan menjadi ikut stes jika mamanya haurus berdebat dengan siluman ular berkepala dua itu.
"Maaf non kali ini bibi harus tegas,non Via dilarang menggunakan ponsel hingga mas Reza kembali dari Singapore apalagi jika untuk menghubungi Bela.ini perintah mas Reza langsung non,saya harap non Via tidak menawarnya lagi!."
Tegas bibi.
Viapun merasa tak mampu melawan bibi karena bibi lah selama ini yg sudah menemaniya dan sudah ia anggap seperti ibunya sendiri,yg pasti bibi melakukan ini juga pasti atas perintah Reza."Baiklah."
Sahut Via pasrah dan sedikit kecewa.
__ADS_1
Lalu bibi mengunci semua jendela dan tentu saja pintu utama lalu menyembunyikan kucinya karena ia tidak ingin satu orang pun keluar dari Apartemen ini atau Bela dan orang-orangnya yg akan datang menerobos apartemen ini untuk membuat keributan.
"Nak,kamu berpikirlah positif dulu pada Reza,bapak yakin ada yg salah dengan istri pertama Reza hingga Reza mengambil keputusan ini!"
Ujar bapak yg merasa janggal dengan pernyataan-pernyatan Bela di televisi tadi.
"Iya nak,,bicarakan baik-baik dulu denga Reza jangan emosi."
Timpa ibu menambah pendapat bapak.
"Tapi mengapa bu,pak,mas Reza tidak jujur apa masalahnya?.Pasti semua itu karena aku makanya mas Reza tidak mau jujur supaya aku tidak menyalahkan diriku."
Sangkal Via dwngan analisanya sendiri.
"Reza pasti akan berbicara pada saat yg tepat nak."
Ujar bapak dengan keyakinanya.
"Iya kapan pak?setelah mereka sudah resmi bercerai?"
Ungkap Via.
"Tentu tidak seperti itu nak,percayalah ada sesuatu yg tersembunyi dibalik ini semua nak."
Jawab bapak dengan meyakinkan Via.
"Sudahlah,,,kita tunggu Reza pulang dan biarkan dia menjelaskan semuanya!."
Lanjut bapak menyudahi perdebatan ini karena tidak ingin anaknya menerka-nerka dengan asumsinya sendiri.
Via hanya terdiam mencoba menahan segala rasa yg ada dihatinya dan mencoba meredam segala yg ada dipikiranya dengan memejamkan matanya dan beristigfar didalam hatinya,hanya itu yg biasa ia lakukan untuk menenangkan hati dan pikiranya.Melihat Via yg memejamkan matanya,bapak mengajak ibu,Adit dan Dika segera keluar kamar karena bapak tau Via butuh waktu untuk sendiri,cukup mereka mengawasinya dengan membiarkan pintu kamar Via terbuka dan mencabut kuncinya supaya tetap terpantau,aman dan terkendali.
bersambung,,.
PS:kakak-kakak readers yg baik hati ini sudah aku kasih episode yg panjang ya,semoga puas dan jangan lupa kasih semangat untuk author dengan like komen dan vote nya ya.terimaksihππππππ
__ADS_1