
"Sayang,,,buruan dong hari ini adalah jadwal priksa kandunganmu!"
Seru Reza yang sudah siap berangkat sedangkan Via masih sibuk mecari sesuatu di seluruh ruangan kamarnya.Entah seberharga apa sesuatu yang sedang ia cari sampai-sampai Via tak menghiraukan suaminya.Melihat Via sibuk mengobrak-abrik seluruh ruangan kamarnya dengan kesal membuat Reza menjadi ingin tau kiranya yang sedang istrinya cari.
"Sayang,,,sebenarnya kamu sedang mencari apa sih?"
Tanya Reza dengan sangat antusias.
"Itu jepitan rambut aku yang kecil yang mutiara-mutiara putih itu!"
Reza menggelengkan kepalanya sembari beristigfar dalam hatinya.
"Sayang,,,kan bisa pakai jepitan rambut yang lain,kamu kan punya banyak.Kalau tidak ketemu-ketemu nanti kita beli lagi yang sama,bila perlu satu pabrik kita beli jadi kalau hilang kamu masih punya cadangan yang banyak ok!"
Bujuk Reza sambil memilih-milih jepit rambut lain yang cocok dipakai oleh istrinya.
"Nah ini sayang yang ini bagus cocok kok sama baju yang kamu pakai dan kamu tetap cantik pakai yang ini!"
Reza menawarkan pilihan jepit rambut yang sudah ia pilih untuk Via.Via menoleh dan melihat jepit itu lalu ia merasa tidak ingin memakainya.
"Pokoknya aku tidak mau yang lain aku maunya yang mutiara."
Via menolak tawaran Reza mentah-mentah dan tetap mencari jepit rambut yang ia maksud.
Reza menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya kasar setelah itu Reza menggelengkan kepalanya sambil mengelus dadanya,ia benar-benar menahan kesal dengan tingkah Via pagi ini.
"Sayang,,,kita mau berangkat jam berapa kalau jepit rambut itu tidak juga kamu temukan?"
Tanya Reza pelan-pelan.
__ADS_1
"Iya sebentar lagi pasti ketemu!"
Jawab Via yang mulai emosi karena Reza seperti tidak sabar menunggunya.
"Kan kita sudah janjian dengan Dokter kandunganmu jam 9 sayang."
Reza masih berusaha membujuk Via.
"Tinggal bilang aja macet atau apa gitu."
Sahut Via sambil mencari-cari jepit rambutnya.
"Tapi sayang selain mengantarmu priksa kandungan aku juga siang ini ada meeting penting sayang.Ayo dong,tolong jangan mempersulit waktu ku."
Reza menjelaskan schedulenya yang padat kepada Via.
mendengar perkataan Reza membuat Via menjadi emosi tidak jelas.
Bentak Via dengan mata berkaca-kaca karena kesal dengan jepitan yang hilang belum ketemu-ketemu dan merasa Reza tidak peduli denganya.Padahal Reza sudah bersikap sebaik mungkin tapi entah mengapa ibu hamil satu ini jadi sensitif seperti ini.
Melihat istrinya bersedih dan meneteskan airmata membuat Reza merasa bersalah sekaligus bingung dan Reza segera memeluk istrinya.Awalnya Via memberontak tapi Reza lebih kuat mendekap jadi terpaksa Via tenggelam dalam pelukan Reza.Sewaktu Reza megusap rambut Via,betapa terkejutnya Reza mendapati jepitan itu sudah mejepit dirambut Via.Dan lebih heranya lagi mengapa Via tidak sadar jepitanya sudah menempel dirambut panjangnya dan betapa bodohnya Reza sedari tadi tidak menyadarinya.
"Astaga,,,karena barang sekecil ini sudah membuat kami berdebat di pagi hari dan istriku harus bersedih dan meneteskan airmata,sungguh kejam-kejam!."
Gumam Reza menahan kekesalanya pada jepitan itu.Ingin rasanya tangan Reza mengambil jepitan itu kemudian menginjak-injaknya hingga hancur tapi apa daya barang yang membuat ia kesal adalah barang yang disukai istrinya.
Kemudian Reza melepas pelukanya lalu menghapus airmata Via dan menatap lembut wajah istrinya itu.
"Sayang,,,maafkan aku ya dan sekarang kamu pegang rambutmu seblah kiri."
__ADS_1
Kemudian tangan Via meraba rambutnya sebelah kiri dan ia menyentuh jepitan lalu ia melepasnya dan melihat jepitan itu,Via tercengang dan senang sekali melihat jepitan yang ia cari akhirnya ketemu.
"Aaaa,,,sudah ketemu sayang,kamu menemukanya diamana?"
Tanya Via dengan polos tanpa sadar bahwa jepitan itu memang sudah ia pakai sejak tadi sebelum ia sibuk mencarinya.
"Dirambutmu."
Jawab Reza sambil tersenyum geli melihat tingkah istrinya.
"Hah,,,dirambutku?"
Sejenak Via berpikir.
"Maksudnya jepitan ini sudah ada dirambutku sebelum aku sibuk mencarinya?"
Via semakin terlihat bodoh tapi itu menggemaskan menurut Reza dan Reza mencubit pipi Via yang mulai chabi.Lalu Reza menunjuk-nunjuk kepalanya dan tersenyum jail lalu berbalik arah berjalan menuju sofa.
Akhirnya Via sadar bahwa ia yang sudah lupa sendiri.Kemudian Via mengejar Reza yang sedsng berjalan lalu memeluknya dari belakang.
"Sayang,,,maafkan aku."
ucap Via lirih dan manja.
Reza tersenyum bahagia.
"Ya sudah ayo kita berangkat!"
Lalu mereka segera mengambil tasnya masing-masing kemudian keluar kamar dan turun menggunakan lift lalu masuk mobil dan berangkat nemeriksakan kandungan.
__ADS_1
bersambung,,,.