
Didalam ruang rawat itu terlihat Suster mengantarkan makan siang untuk Via.Lalu Reza membujuk Via untuk segera menyantapnya,tetapi terlihat Via enggan memakanya karena ia merasa mual melihat makanan itu.Bagaimana vLVia akan memakanya,melihatnya saja Via mau muntah.
"Sayang,,,makan ya sedikit saja aku mohon."
Pinta Reza seraya menangkupkan kedua tanganya di depan dadanya.Via hanya melirik dari tempat tidurnya.
"Melihat makananya saja aku mual mas bagaimana aku menelanya?"
Sahut Via dan memasang wajah kesal.
"Sayang,,,ia aku tau apa yg kamu rasakan,jika ALLAH mengijinkan biar aku saja yg menggantikanya.Sku mohon demi anak kita,makan ya sayang."
Reza masih terus berusaha memohon supaya via mau makan sembari mengusap-usap pucuk kepala Via.
"tapi mas aku takut muntah lagi."
Jawab Via.
"Semoga kali ini tidak muntah lagi kan tadi sudah minum obat supaya tidak mual,kalaupun muntah lagi tidak apa-apa,ini sudah aku siapkan tempatnya."
Ucap Reza dan menunjukan baskom stainless untuk wadah muntah.Akhirnya Via mengalah dan terpaksa mau memakanya karena Via merasa tak adil pada anak yg ada didalam perutnya jika ia tidak mau makan.Lalu Via mendudukan tubuhnya dan hendak meraih nampan makananya namun di cegah oleh Reza yg baru saja membantu Via duduk.
"Aku saja yg menyuapimu."
Ujar Reza dengan mengambil alih nampan makananya lalu duduk di atas bed menghadap Via sembari memangku nampan itu tadi dan meletakan baskom stainless untuk muntah disamping Via.
"Aku masih bisa makan sendiri mas."
Ujar Via yg tidak ingin merepotkan suaminya.
"Dan aku ingin menyuapi istriku!"
Keluarlah ultimatum dari mulut Reza membuat Via hanya bisa diam dan pasrah lalu membuka mulutnya menerima suapan dari Reza.
Perlahan Via mencoba tetap menikmati makanan itu meski ia merasa mual sekali padahal baru suapan pertama.Hingga suapan kelima akhirnya Via tak dapat menahan rasa mualnya akhirnya ia memuntahkan seisi perurnya di baskom stainless yg sudah disipakan oleh Reza.Dengan sabar dan telaten Reza memegangi baskom itu sembari memijat-mijat tengkuk Via.Seketika wajah pucat Via menjadi semakin pucat dan lemas serta berurai airmata.Melihat istrinya terus muntah saat perutnya di isi makanan membuat Reza merasa sedih sekali dan batinya berkata,
__ADS_1
*"YA ALLAH,,,kuatkanlah istri dan anakku ini YA ALLAH dan jika boleh aku meminta biar aku saja yg menggantikan sakitnya YA ALLAH sungguh aku tidak tega melihat ini."*
"Sayang,,,sudah?"
Tanya Reza lirih memastikan bahwa Via sudah selesai muntahnya dan Via hanya menganggukan kepalanya.Reza segera menyingkirkan baskom yg berisi muntahan lalu ia segera memberi minum Via dan membersihkan wajah Via dengan tisu basah.
"Sabar ya sayang,,,semua ini akan segera berlalu."
Ucap Reza berusaha menguatkan Via sambil merapihkan rambut Via lalu mencium kening Via.
"Tunggu sebentar ya aku bersihkan ini dulu ya."
Ujar Reza sembari membawa baskom muntahan Via kekamar mandi dan membersihkanya.Setelah selesai Reza kembali lagi dan menyiapkan obat yg akan dimuminum oleh Via.Lalu membantu Via meminum obatnya.Setelah meminum obatnya Reza memijat-mijat kaki Via.Tak lama kemudian rombongan keluarga Reza datang.Reza dan Via terkejut dan senang melihat kedatangan keluarganya.Dan kali ini papa pun ikut,ini adalah pertama kalinya papa menemui menantu keduanya itu.Tentu saja senang,gugup dan bangga menyelimuti hati semua orang yg ada disitu terutama Via yg menyambut kedatangan keluarga Reza dengan ssnyuman manisnya meski ia terlihat lemas dan pucat tapi masih terlihat manis.Mama memeluk Reza lalu memeluk Via diikuti oleh kedua adik Reza.
"Emmm,,,sayang maaf ya mama baru datang."
Ujar mama sembari mengelus pucuk kepala Via.
"H**emm,,,kak Via akhirnya aku akan segera memiliki ponakan."
"Selamat ya kak Via,,,semoga kak Via dan dedek bayinnya sehat terus**."
Lalu diaamiinkan oleh semua orang yg ada disitu.
Sekarang giliran papa yg mendekati Via dan mengusap ubun-ubun Via dan berkata;
"Terima kasih ya nak,akhirnya papa akan segera menjadi opa."
Via hanya bisa tersenyum bahagia dengan ucpaan papa mertuanya dan mereka sekeluarga berbincang-bincang ria bersama.Pemandangan yg indah tentu ini menjadi moment yg berharga untuk Via.
"Sayang,,,makanlah."
Pinta mama yg ingin menyuapi Via dengan buah kiwi,sebenarnya Via tak enak hati harus disuapi oleh mama mertuanya,ia merasa kurang sopan tapi Via juga tak mungkin menolaknya lalu Via membuka mulutnya dan mengunyah lalu menelanya.Kali ini Via tidak merasa mual sama sekali,mungkin bayi yg ada didalam kandungan Via suka dengan buah kiwi atau mungkin juga ia suka dengan sentuhan langsung omanya.
"Walaupun mama tidak merasakan ngidam separah ini,mama tau ini pasti menyakitkan untukmu Vi,tapi mama yakin kamu adalah wanita hebat dan kamu pasti kuat melewati ini.Kamu jangan sungkan-sungkan ya sama mama anggap mama juga sama seperti mamamu."
__ADS_1
Ujar mama memberi semangat untuk Via.
"Iya ma terimakasih."
Jawab Via dan tersenyum.
"Lho,,,itu tidak muntah sayang."
Celetuk Reza yg dari tadi sedang mengobrol dengan papanya tapi sambil memperhatikan Via.
"Iya mas,aku juga tidak tau kenapa aku tidak merasa mual."
Sahut Via.
"Ouh,,,mungkin cucu papa senang karena yg menyuapi omanya."
Celetuk papa sambil tersenyum.
"Wah,,,benar tuh apa kata papa."
Lanjut Feby sambil melirik mamanya.
"Baiklah cucu oma tersayang,nanti kalau makan oma saja ya yg menyuapi biar kamu sehat dan mamamu kuat."
Pungkas mama sambil tersenyum bahagia dan mengelus perut Via.
"Sepertinya nanti dia akan manja nih sama omanya."
Reza mulai meledek mamanya.
"hemmm,,,anak pintar sepertinya kamu tau ya kalau oma pasti akan memanjakanmu!."
Sahut mama sembari menyentuh perut via kembali yg masih terlihat datar dan mereka tertawa bersama.
bersambung,,.
__ADS_1