
4 hari berlalu Via lewati hari-harinya di Ruang Rawat dan masih tetap sama ia masih sering muntah-muntah jika menelan makanan dan minuman hanya buah kiwi dan kelapa ijo saja yg bisa masuk bebas keperut tanpa ada gangguan.Via mulai terbiasa menjalaninya meskipun saat menelan makanan ataupun minuman ia merasa tercekik tenggorokanya ia tetap semangat dan senang atas kehamilanya apalagi sikap Reza yg tambah sayang dan memanjakanya.Siang ini Via habis makan disuapi oleh Reza dan seperti biasa ia muntah-muntah.Setelah itu Via yg merasa lemas berbaring di ranjangnya dan ditemani Reza yg duduk ditepi ranjang sambil memijat-mijat lembut kaki Via yg gemetaran karena lelah muntah.
"Istriku sayang,,,besok aku pergi,kamu jaga diri dan anak kita baik-baik ya,jangan lupa makan dan minum susu tepat waktu ya sayang.Nanti ada seseorang yg akan menggantikan aku untuk mengurusmu selama aku pergi."
Ujar Reza,tapi Via sedikit merasa aneh.
*"Kenapa mas Reza bicara begitu,memang dia akan menyewa orang hanya untuk menyuapi aku?,Aku kan masih bisa makan sendiri,selama ini mas Reza saja yg tidak membiarkan aku makan sendiri.Kalau mau pergi-pergi saja,seperti mau pergi lama saja.Aku tau mas aku pun rindu tapi aku tidak selebay kamu mas."
Gumam Via dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.Lalu Via duduk dari tidurnya dan merentangakn tanganya memberi kode bahwa ia ingin dipeluk oleh Reza,segera saja Reza memeluk istrinya.
"Mas,aku akan merindukanmu,aku janji aku akan menjaga anak kita dan memastikan bahwa dia baik-baik saja di dalam perutku ini."
Bisik Via lirih ditelinga Reza.Mendengar Via mengungkapkan isi hatinya Reza menjadi terharu bercampur senang dan sedih.Senang bahwa Via akan berjuang keras untuk anaknya meski Via merasakan sakit,dan sedih harus meninggalkan Via berjuang sendiri.Mereka berpelukan cukup lama,saling merasakan detak jantung satu sama lain,menikmati aroma tubuh satu sama lain,tenggelam dalam rasa nyaman pada dekapan satu sama lain.Lalu mereka melepaskan pelukan itu dan saling menatap dalam penuh rasa cinta dan kasih sayang,Reza menangkup wajah Via dengan kedua telapak tanganya sedangkan Via mengalungkan kedua tanganya di leher Reza.Reza pun tak bisa menahan dirinya untuk tidak mencium bibir manis Via meskipun masih terlihat pucat,dan Via amat sangat menikmati ciuman itu karena beberapa hari ini mereka memang jarang bercumbu karena keadaan Via.Entah mengapa kali ini Via merasa ingin sekali melakukanya padahal ia sedang sakit dan ini ruang rawat bukan kamar pribadi atau Hotel.Melihat Via yg sangat menikmati ciuman itu dan merasa Via pun menginginkanya akhirnya Reza yg sudah menahan hasratnya dari kemarin-kemarin pun segera menyalurkan hasratnya.
Dengan pelan-pelan dan perlahan tapi pasti,karena ini pertama kalinya Reza melakukanya setelah mengetahui via hamil.Tentu saja ia tidak ingin melanggar semua peraturan yg sudah di jelaskan oleh Dokter kandungan Via.Akhirnya terjadilah pertempuran disiang hari disebuah ruang rawat Rumah Sakit.Entah apa yg merasuki mereka hingga ingin melakukanya di tempat ini.Mereka melakukanya cukup singkat tidak seperti biasanya kalau di Apartemen,karena mereka juga takut kalau-kalau ada yg mengetuk pintu kamar itu.Yg penting hasrat yg terpendam sudah tersalurkan membuat mereka senang.Setelah selesai dengan aktifitas intimnya mereka segera membersihkan diri dikamar mandi,namun karena Reza masih kurang,lagi-lagi Reza menambah jatahnya di kamar mandi.Setelah selesai dengan pertempuran lanjutanya mereka segera membersihkan diri dan Reza nyeletuk disela-sela ganti baju.
"Buat bekal yang."
Goda Reza sambil melirik istrinya dan tersenyum usil.Melihat tingkah Reza,Via mencubit pinggang Reza.
"Mana ada bekal ke luar negeri seperti itu,itu sih alasan kamu saja mas."
Sahut Via balas menggoda.
__ADS_1
Lalu Reza membopong Via untuk kembali ke bednya.
"Hahahha,,,ini yg didalam sudah penuh sayang sudah berapa hari libur?,kalau tidak segera aku salurkan aku bisa pusing dan itu akan mengganggu pekerjaanku disana yang."
Ungkap Reza sembari mengingatkan Via kalau mereka sudah libur terlalu lama.
"Hemm,,,biasanya juga kamu biasa saja kalau aku lagi menstruasi malah kamu liburnya 1minggu lebih mas."
Jawab Via sembari mencubit-cubit manja hidung suaminya.
"Itu lain sayang,,,sebenarnya juga aku stres tau kalau kamu mestruasi tapi mau bagaimana lagi."
Sangkal Reza lalu meletakan Via di ranjang.
"Entah mengapa sayang aku ingin selalu melakukanya bersama kamu,sedikitpun aku tidak pernah merasa bosan ataupun lelah saat bersama kamu sayang,aku berharap kamu pun merasakan hal yg sama seperti aku."
Via merasa senang dengan kejujuran Reza karena ia pun merasakan hal yg sama ketika setiap hari bahkan bisa sehari lebih dari 1x melayani Reza.Via tidak pernah merasa bosan dan lelah meskipun hingga larut malam disaat orang-orang sedang nyenyak dalam tidurnya mereka masih asik bercumbu.Via juga terkadang bertanya-tanya pada dirinya sendiri(mengapa kebanyakan wanita yg sudah bersuami diluar sana suka berkeluh kesah merasa capek,lelah,bahkan tidak sedikit dari mereka merasa bosan jika harus terlalu sering melakukan hubungan suami istri.Mengapa sangat berbeda sekali dengan dirinya yg asik-asik saja bahkan sangat menikmati setiap permainanya dan bahagia setelah melakukanya.Kadang Via berpikir dia yg berlebihan atau para wanita itu yg kurang?).
Via tersenyum manis mendengar perkataan Reza lalu Reza mencium kening Via.
"Terimakasih ya sayang."
Ucap Reza dan tersenyum lalu duduk di tepi ranjang dan memijat-mijat kaki Via kembali.
__ADS_1
"Sama-sama mas."
Balas Via.
"Sayang memang kamu tidak ada niatan apa memanggilku dengan panggilan sayang atau apa gitu yg lebih romantis?.Kamu selalu saja memanggilku mas,,mas,,mas,,terus,jarang sekali panggil aku sayang."
Protes Reza dengan memoyongkan bibirnya.
mendengar protes Reza,Via tertawa geli.
"Memang kamu pengenya di panggil apa sih mas?bukanya mas juga termasuk panggilan sayang ya?"
Jawab Via berkilah.
"Ya jangan mas sih sayang yg romantis kek."
Tawar Reza.Via lalu tersenyum manis dan mencubit pipi Reza yg masih memonyongkan bibirnya.
"Iya sayang,,,mulai sekarang aku akan panggil kamu sayang,udah dong jangan ngambek udah tua udah mau jadi bapak masih ngambek-ngambek aja seperti anak kecil,nanti aku tidak bisa bedakan mana yg anak mana yg suami lagi,hahaha."
Jawab Via dengan meledek Reza,membuat Reza tersenyum.
bersambung,,.
__ADS_1