
Tak terasa mereka sudah sampai diapartemen.Didalam rumah sudah ada bapak,ibu dan bi Saroh menunggu mereka,betapa senangnya Via begitu memasuki apartemen ia sekarang bersama keluarganya.Mereka langsung menuju meja makan karena ibu dan bi Saroh sudah masak untuk sarapan bersama.Ya,,,sarapan ala orang kampung nasi putih,ayam bakar,tumis kangkung,tahu dan tempe goreng dan sambel trasi.Sambil berjalan menuju meja makan Reza menanyakan tentang perasaan mertuanya tinggal di apartemen.
"Bagaimana bu,pak,tinggal di sini nyaman?"
Tanya Reza dengan harapan mertuanya betah,Paling tidak 1minggu ini selama ia pergi keluar negeri.
"Tenang saja nak Reza,kami betah dan sangat nyaman tidur disini.Cuma tadi malam itu ibu kedinginan karena tidak terbiasa tidur di tempat yg berAC."
Jawab bapak sambil melirik kearah ibu yg malu-malu karena merasa norak.
"Ouhh,,,maaf ya bu,nanti kalau tidur AC nya dikecilkan saja temperaturnya,bila perlu dimatikan saja ganti kipas angin kalau ibu tidak kuat,pokoknya senyamannya ibu saja biar betah tinggal disini."
Ujar Reza memberikan solusi.
"Udah kok mas,tapi ibu udah terlanjur menggigil karena telat ngomong ke saya kalau ibu kedingingan."
Jelas bi Saroh.
"Ibu tidak enak hati kalau banyak protes takut disangak cerewet bi."
Jelas ibu dengan rasa tidak enak hati.
"ibu,tidak usah sungkan-sungkan bu,ini juga kan apartemen anak ibu,jadi sama saja punya ibu juga,ibu bebas kok disini yg 0enting ibu nyaman dan betah."
Ujar Reza supaya ibu merasa lebih nyaman lagi berada diapartemen.
"Sebentar lagi juga kita akan segera pindah dari sini bu,kerumah yg lebih luas yg ada halamanya biar Via bebas berkebun disana.Lihat saja balkon kami sudah penuh dengan tanaman-tanaman Via."
__ADS_1
Lanjut Reza memberitahukan kepada semuanya tentang rencananya membeli rumah yg tinggal menunggu persetujuan Via.Via cukup terkejut dengan perkataan Reza karena Via pikir itu akan dilakukan nanti saja ternyata secepat ini.
"Memang kamu jadi beli rumah mas?"
Tanya Via.
"Jadi dong,tinggal menunggu ACC saja dari ibu negara!"
Jawab Reza dengan gamblang sambil melirik dan menggoda Via.
"Maksudnya?"
Via meminta diperjelas kata-kata Reza.
"Iya nunggu kamu mau pilih yg mana,sudah ada beberapa pilihan tinggal kamu yg pilih."
"Aku?"
Tanya Via sedikit bingung.
"Iya kamulah memang siapa lagi ibu negaraku."
Pungkas Reza.
"Kenapa aku bukan kamu saja yg pilih?"
Via kembali bertanya.
__ADS_1
"Kan itu rumah nantinya bakal jadi milik kamu sayang,jadi kamu yg milih dong."
Ujar Reza sembari mengangkat telapak tanganya menandakan nasi yg di tuang kepiringnya sudah cukup karena Reza tidak ingin makan nasi putih terlalu banyak diam-diam Reza mulai takut gemuk.Reza tidak ingin terlihat gemuk dan jelek di mata Via,Reza merasa tidak percaya diri.
"Tapi kan kamu yg beli mas?"
Via mencoba menyangkalnya karena tidak enak pada Reza jika ia memilih sendiri.
"Tapi kan aku belikan untuk kamu sayang,sudahlah nanti kamu liat dulu foto-fotonya setelah itu kita cek lokasi lalu kamu tinggal tunjuk yg mana dan aku tinggal bayar terus kita segera pindah!"
Ultimatum Reza pun keluar.Ya sudahlah daripada berdebat tak ada ujungnya mending nurut aja apa kata suami.Lalu mereka pun makan bersama,sebenarnya Reza ingin nambah tapi kali ini Reza semakin sadar BB nya sudah mulai naik dan ia mulai kurang percaya diri hingga ia mengurungkan niatnya dan hanya melanjutkan makan tumis kangkung dan ayam bakar saja.Setelah selesai makan Via segera lari kekamarnya dan menuju kamar mandi karena ia merasa mual sekali dan ingin muntah,Via takut jika sampai muntah dimeja makan, tidak enak hati pada mereka semua yg baru selesai makan.Reza segera berlari membuntuti karena Reza sadar via pasti ingin muntah.Seluruh anggota keluarga Via merasa kasihan melihat keadaan Via,padahal tadi Via lumayan lahap makanya.Mereka semua sebenarnya khawatir dengan keadaan Via tapi mereka semua memutuskan menunggu diruang tamu tidak berani masuk kekamar Via,karena tidak enak hati kalau harus lancang masuk kamar Reza tanpa perintah Reza,padahal Reza dan Via tidak bermasalah.
Didalam kamar mandi Via memuntahkan semua makanan yg ia makan tadi.Reza dengan setia dan sabar terus menenmaninya dan memijat-mijat tengkuk Via sembari menopang tubuh Via yg mulai lemas dan gemetaran.
Setelah selesai lalu Reza membersihkan wajah Via lalu membopongnya dan membaringkanya di ranjang dan menatap wajah Via yg lemas membuat Reza tidak tega karena harus meninggalkan Via.
"Sayang,kamu tidak apa-apa jika aku tinggal?.Apa aku batalkan saja perjalanan bisnisku?"
Tanya Reza dengan penuh kebingungan sembari membelai-belai wajah istrinya.
"Sayang,,,kan aku sudah bilang aku tidak apa-apa kamu tinggal lagipula kan kamu sudah datangkan keluargaku yg akan menemaniku disini aku tidak akan kesepian sayang,pergilah dengan tenang."
Jelas Via meyakinkan Reza.
"Sebelum pergi aku pijitin kamu dulu ya."
Ucap Reza menawarkan untuk memijat tapi belum dijawab Reza sudah mulai memijat kaki Via yg lemas dan bergetar.Via tersenyum bahagia melihat dan merasakan perhatian dan kasih sayang Reza.
__ADS_1
bersambung,,.