MENJADI ISTRI KEDUA

MENJADI ISTRI KEDUA
22.Mendampingi Via.


__ADS_3

Sesampainya di apartemen, Reza segera mengganti pakainya dan segera membaringkan kembali tubuhnya di samping Via.


Reza merasa sangat lelah hari ini bahkan sampai pukul 03.00 dini hari ia belum memejamkan matanya.


Reza terus menatap wajah polos Via yang sedang tidur sambil membelainya.


Tiba-tiba ingatan Reza kembali ke masa lalu ketika dirinya mengatakan bahwa Via adalah mimpi buruk untuknya.


Mengingat semua perlakuan kurang baik Reza terhadap Via membuat ia merasa menyesal dan sedih hingga ia meneteskan air matanya dan bergumam lirih.


"Istriku, bidadari surgaku, maafkan aku yang dulu pernah menganggap kamu adalah mimpi buruk untuk ku!


Padahal mimpi buruk itu sekarang telah menjelma menjadi mimpi indah yang sangat indah dan nyata.


Aku sungguh-sungguh menyesal pernah berkata seperti itu padamu.


Sayang, maafkanlah aku, aku memang tidak bisa menjanjikan apapun untukmu, tapi aku akan berusaha untuk bisa terus membahagiakanmu dengan caraku.


Terimakasih sayang untuk kehadiranmu dan segala ketulusan mu padaku.


i love you bidadari surgaku!"


Sepanjang Reza mengungkapkan perasaanya ternyata Via bangun karena suara Reza, tapi Via tetap memejamkan matanya dan hanya mendengarkan ungkapan hati Reza, tentu saja perkataan Reza membuat Via terharu dan juga bahagia.


Setelah mengungkapkan suara hatinya, Reza mencium kening Via lalu mendekapnya kedalam pelukan dan mereka kembali tidur.


Pagi hari pukul 08.00, Via sedang menyiapkan segala yang diperlukan untuk pertemuannya dengan pihak film.


Sedangkan Reza sibuk dengan laptop dan ponselnya untuk memeriksa segala pekerjaannya, karena hari ini ia akan menemani Via.


Setelah selesai dan siap mereka segera meninggalkan apartemen menuju tempat pertemuan.


Sepanjang perjalanan Reza terus menggenggam dan menciumi tangan Via sedangkan Via terlihat manja sekali menyenderkan kepalanya di bahu Reza dengan pikiran mereka masing-masing.


Tiba-tiba mulut Reza bersuara memecah keheningan diantara mereka.


"Sayang, model rumah seperti apa yang kamu suka?"


Ternyata selama perjalanan, Reza berpikir ingin membuatkan atau membeli rumah untuk Via.


"Aku?"


Karena kaget Via sampai bingung dengan pertanyaan Reza.


"Iya, kamu?


Rumah idaman kamu seperti apa?"


Reza memperjelas pertanyaannya.


Sambil membayangkan rumah impian, Via mencoba memvisualisasikan khayalan itu lewat jawabannya.


"Aku suka suka model klasik dan elegan, yang penting ada halamannya yang luas, Mas!"


Jawab Via sembari membayangkan rumah idamannya.


"Kamu mau yang sudah jadi atau mau design sendiri?"


Tanya Reza dengan antusias.


"Aku?"


Jawab singkat sedikit terkejut.


"Iyalah kamu?


Aku mau belikan atau buatkan kamu rumah yang sesuai dengan rumah idaman kamu!"


Jawab Reza dengan santainya.


"Tidak usahlah Mas, aku betah kok tinggal di apartemen dan apartemen itu juga sangat nyaman untuk ku!"


Pungkas Via supaya Reza mengurungkan niatnya untuk membeli rumah untuknya.


Batin Via berkata,


"Haduh, Via, kenapa tadi kamu bilang kalau rumah impianmu yang ada halaman luas, pasti dia akan membeli rumah seluas istora senayan!


Kan sayang uangnya, mending buat amal!


Lagian kalau rumah terlalu besar, siapa juga yang mau menghuni?

__ADS_1


Kita aja cuma bertiga, pasti akan sangat repot membersihkan setiap hari.


Lain kali kalau mau ngomong apa-apa tuh mulut suruh mikir dulu, eh otakmu mikir dulu baru ngomong, kan begini jadinya kamu tidak akan bisa menolak keinginan suamimu, huffftt!"


Melihat Via sedang bengong Reza mengagetkannya.


"Hei!"


Teriak Reza sembari memetikkan jarinya didepan wajah Via hingga membuat Via kaget.


"Jangan di lamunin, nanti pasti aku wujudkan!.


Makanya kamu tinggal ngomong aja, kamu maunya seperti apa, nanti aku yang merealisasikannya."


Ujar Reza dan tersenyum melihat ekspresi Via saat melamun.


"Terserah Mas aja deh, yang penting modelnya klasik dan elegan, terus halamannya luas!"


Jawab Via dengan pasrah.


"Ok!


Akan aku wujudkan!"


Jawab Reza penuh semangat.


"Akan aku siapkan lahan yang luas untukmu berkebun!


Sebab kebun yang ada di balkon itu terlalu sempit untukmu berkarya.


Lagipula apartemen itu terlalu sempit jika nanti kita punya anak, kasihan kan kalau anak-anak kita tidak ada ruang gerak.


Kan aku ingin memiliki anak sebanyak-banyaknya darimu!"


Ujar Reza sembari tersenyum dan melirik kearah wajah Via.


Spontan Via terkejut dengan kata-kata terakhir Reza.


"Hah!


Apa?


Pungkas Via yang masih terkejut dan mata terbelalak.


"Memang kenapa, apa kamu tidak mau?"


Tanya Reza sedikit kesal takut Via tidak mau melahirkan anak yang banyak untuknya.


"Hemm, mau kok, mau Mas!"


Jawab Via dengan pasrah karena takut Reza marah.


"Pokoknya kamu tidak boleh KB-KBan segala, biarkan saja anaknya banyak nanti aku akan siapkan baby suster yang banyak biar kamu tidak capek mengurus anak-anak kita sendirian, ok!"


Ultimatum dari Reza.


Via hanya mengangguk pasrah dengan senyuman manisnya supaya Reza tenang dan senang dengan impian dan harapannya tetapi batinnya tetap menggerutu dan berdoa;


"YA ALLAH, satu saja belum diamanahkan pada kami, ini minta banyak!


Apa mungkin YA ALLAH?


Aku takut membuatnya kecewa dan bersedih, mengingat usianya sudah matang pasti Mas Reza pengen banget punya anak.


Tidak salah juga sih jika dia melarang aku untuk KB, tolonglah YA ALLAH, berikan kami keturunan yang soleh dan sholeha, berikan hamba kepercayaan untuk bisa melahirkan anak-anak untuk Mas Reza, supaya Mas Reza bahagia YA ALLAH, aamiin!"


"Kamu mau kan sayang?"


Tanya Reza menegaskan Via.


"Iya Mas, aku mau dan ikhlas melahirkan anak yang banyak untukmu!"


Jawab Via meyakinkan Reza.


Reza tersenyum bahagia dan memeluk Via sembari menghayal ketika sudah punya anak.


Disela-sela khayalannya, tiba-tiba Reza mengingat jadwal menstruasi Via yang sudah hampir dua bulan ini belum menstruasi.


Ya, Reza memang sedetail itu karena ia memang menginginkan Via segera hamil.


"Sayang, harusnya minggu ini kamu sudah menstruasi loh, tapi kamu belum menstruasi kan?"

__ADS_1


Celetuk Reza mengingatkan jadwal menstruasi Via.


Sejenak Via kaget sembari mengingat-ingat jadwal menstruasinya.


"Astaga!


Mas Reza sampai jadwal menstruasi ku saja dia ingat!"


"Iya Mas belum!


Malah udah lewat 4 hari!"


Jawab Via.


Mendengar penjelasan Via, Reza langsung tersenyum lebar.


"Berarti kamu sudah dua bulan ini tidak menstruasi sayang, Aku yakin sih kali ini fix kamu hamil sayang!"


Ujar Reza dengan percaya diri dan antusias merasa senang sekali padahal mereka belum mengetahui kenyataannya.


"Aku hamil!"


Via merasa belum percaya dan belum ada tanda-tanda kehamilan.


Reza menangkupkan kedua tangannya di wajah Via seraya berkata;


"Alhamdulillah sayang!


Aku yakin banget kamu fix hamil.


Nanti setelah pulang dari pertemuan ini kita langsung cek ke Dokter ya, buat mastiin?


Melihat kebahagian dimata Reza, Via hanya bisa mengangguk dan tersenyum sambil berdoa semoga kali ini menjadi kenyataan supaya Reza tidak kecewa.


Akhirnya mereka sampai ditempat meeting Via dengan pembuat film.


Meeting berjalan dengan lancar dan mencapai kesepakatan bersama.


Tapi sepanjang meeting mata Reza terus memandangi satu persatu yang ikut meeting itu dan pandangan mata Reza tertuju kepada seseorang pria yang terus mencuri-curi pandang terhadap istrinya.


Dan pria itu adalah calon pemeran utama yang akan memerankan film yang diadaptasi dari karya novel Via.


Reza sangat gusar melihat istrinya terus dipandangi pria lain, padahal sang istri tak merespon pria itu malahan Via juga tak menyadari kalau dirinya ada yang memperhatikan dari awal berjumpa (mungkin saja pria itu terkesima dengan kekharismatikkannya Via.


Via selain pandai menulis novel, ia juga ternyata pandai dalam public speaking dan itupun disadari oleh Reza yang baru pertama kali melihat istrinya serius berbicara didepan orang banyak sekelas meeting penting dan besar, padahal kan Via tidak melanjutkan sekolahnya di bidang itu (ya itulah kelebihan Via dibalik kekuranganya).


Setelah selesai meeting, Via menjabat tangan seluruh peserta meeting sebagai tanda awal mula kerja sama.


Dibarisan terakhir pria yang notabene adalah aktor utama yang akan memerankan film itu sedikit mencari sela ketika mereka berjabat tangan.


Pria itu mencoba mendekati Via dan menyapanya.


"Hai, senang berjumpa denganmu novelis yang hebat!"


Mendengar pria itu menyapanya, Via tersenyum lalu menjawabnya;


"Senang juga bisa berjumpa denganmu aktor yang hebat!"


Balas Via dengan santai.


ditempat lain Reza mulai tak tenang dan hatinya mulai terbakar api cemburu dan akhirnya memaksa Reza untuk mendekati istrinya lalu mengajaknya segera keluar dari ruangan itu karena acara meeting sudah selesai.


"Sayang, kita pulang sekarang ya?"


Ajak Reza dengan tangan kiri membelai rambut panjang Via dan tangan kanan menggenggam tangan Via sambil melirik kearah aktor itu seakan menegaskan bahwa (ini milik w bro jangan diganggu!).


Tentu saja aktor tersebut seketika menelan ludahnya melihat pemandangan romantis yang biasa ia perankan sekarang ia sedang menonton realitanya (hahaha,,,)dalam hati aktor itu berkata;


"Sial, ternyata dia sudah ada yang punya!


Tapi kalau cuma pacar, mungkin saja bisa putus yang suami istri saja bisa cerai!


Apa yang tidak mungkin didunia ini?"


Via sedikit risih dengan perlakuan Reza di tempat umum, tapi Via pun tak mampu menolaknya.


Via hanya tersenyum memandang wajah suaminya dan segera berpamitan dengan semua orang yang ikut meeting itu.


Lalu Via pergi meninggalkan ruangan dan gedung itu menuju Rumah Sakit tepatnya bagian Dokter kandungan untuk memeriksakan apakah Via benar-benar sudah hamil atau belum.


bersambung,,.

__ADS_1


__ADS_2