
Pukul.05.00 setelah puas dengan permainan ranjangnya,sejenak Reza merebahkan tubuhnyanya yang lelah disamping Via yang juga sudah lelah.Suara adzan subuh sudah mamanggil di ponsel mereka berdua,Reza mengajak Via segera kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu berwudhu dan sholat berjamaah.Seperti biasa setelah sholat subuh Via menghabiskan waktu dengan mengaji,kali ini ditemani oleh Reza hingga pukul 06.30 pagi.Setelah selesai Via segera kedapur untuk menyiapkan sarapan sedangkan Reza duduk di kursi yang ada dibalkon sambil mengecek e-mail di laptopnya dan menelpon Roni untuk memastikan konferensi pers hari ini sesuai jadwal.
Setelah sampai didapur Via segera membuatkan susu untuk Reza,pagi ini karena cukup lelah dengan olahraga paginya sehingga membuat Reza meminta di buatkan susu dan Via mengantarkanya kebalkon.
"Sayang kamu tidak melupakan jadwal kita pagi ini kan?."
Ujar Reza memngingatkan Via tentang konferensi persnya.
"Iya sayang aku masak dulu ya sebentar ya."
Sahut Via dan pamit undur diri kedapur kembali.
Lalu Reza mengiyakan dengan mengangguk.
Didapur bi Saroh dan ibu sudah mulai memasak.Menu pagi hari ini cukup berat yaitu nasi merah dan putih,udang dan telur puyuh balado,tim ikan kerapu,pepes ikan teri,ikan asin,tahu dan tempe bacem,sambel trasi dan sayur lodeh,maklum keluarga Via memang sudah terbiasa sarapan makanan berat di pagi hari.Dan itu sudah menjadi kebiasaan orang-orang yg hidup didesa karena kebanyakan dari mereka yang tinggal didesa adalah bekerja di kebun dan sawah jadi mereka harus punya cadangan tenaga yang lebih.Jadi tidak heran jika pagi-pagi sudah makan makanan berat tidak seperti orang kota yang kebanyakan lebih memilih sarapan yang ringan.Maka dari itu Reza yang sudah mulai terbiasa makan maskaan rumah membuat selera makanya meningkat memilih mengganti nasi putih dengan nasi merah dan nasi jagung supaya tidak terlalu banyak mengonsumsi nasi putih.
"Vi,ibu,bapak dan adik-adikmu kapan bisa pulang kekampung?"
Tanya ibu sambil mengulek sambel trasinya.
Via sejenak terkejut dengan pertanyaan ibu.
"Memang ibu tidak betah ya tinggal disini lebih lama lagi?"
Balas Via bertanya pada ibunya.
"Betah nak,tapi kan kita tidak mungkin lama-lama disini terus nak,tidak enak menitipkan hewan ternak pada pakde dan budemu terlalu lama,mereka pasti repot harus mengurus hewan ternaknya sendiri dan punya kita.Lagipula kan adik-adikmu juga harus kembali kuliah Vi,mereka sudah ijin 1minggu lebih."
Ujar ibu menjelaskan alasanya pada Via.Tapi sebenarnya bukan cuma itu saja,ternyata semua saudara-saudara mereka sudah menanyakan tentang berita yg sudah beredar pada ibu lewat sambungan telepon.Dan ibu merasa ingin segera pulang dan menemui keluarganya untuk menjelaskan duduk permasalahanya.
"Iya bu aku tau,tapi nanti ya bu setelah mas Reza dan aku klarifikasi dan kita liat perkembangan beritanya dulu,kalau memang sudah aman untuk pulang,aku akan mengijinkanya.Karena aku dan mas Reza tidak ingin ibu dan bapak nanti ketika sampai dikampung akan dibrondong dengan sejuta pertanyaan oleh orang-orang disana yang akan membuat ibu dan bapak menjadi tambah stres.Jadi aku mohon bersabarlah sebentar ya bu,tunggu masalah ini selesai."
Jelas Via kepada ibunya.
__ADS_1
"Baiklah nak,,,"
jawab ibu pasrah.
"Maaf ya bu aku tidak bermaksud menahan ibu dan semuanya disini tapi aku dan mas Reza ingin memastikan hidup kalian dikampung juga akan nyaman dan tenang."
Ungkap Via yang juga merasa bersalah atas keputusan yang diambilnya untuk tetap menahan keluarganya di Jakarta.
"Tidak apa-apa nak,ibu paham."
Ibu mencoba memahami posisi Via.
Setelah selesai semua mereka memulai sarapanya.Kebetulan Reza juga sudah keluar dari kamar sejak 10 menit yg lalu,tapi Reza menghabiskan 10 menitnya dengan mengobrol bersama bapak.Entah apa yg mereka obrolkan.
"Semuanya,,,ayo kemari sarapan makananya sudah siap!."
Ujar Via memanggil seluruh seluruh anggota keluarganya untuk segera makan.
Mereka semua segera duduk dan Via dengan cekatan segera mengisi piring-piring kosong milik bapak,ibu dan Reza sedangkan yg lain mengambil sendiri-sendiri.Semua orang terlihat lahap dan menikmati makananya termasuk Reza,berbeda dengan Via yg tidak selera tapi tetap memaksakan untuk makan walaupun harus menahan mual dan pada akhirnya muntah.Melihat istrinya betapa tersiksa saat makan,membuat Reza tak tega dan segera menyodorkan suapan kemulut Via dengan tanganya.Karena kali ini memang Reza makan menggunakan tangan ikut-ikut keluarga Via yang terbiasa makan menggunakan tangan dan Reza menikmati sekali cara makan seperti ini.Awalnya Via menolak karena malu didepan keluarganya,tapi lewat matanya Reza mengisyaratkan bahwa Via harus mau menerima suapan Reza seperti biasanya dan akhirnya Via mau.Ibu dan bapak saling lirik dan tersenyum bahagia melihat tingkah anak dan menantunya ini.Sedangkan Dika yang selalu memperhatikan keromantisan sepasang suami istri ini tiba-tiba nyeletuk dengan kekonyolanya.
Seketika ibu langsung melotot kearah Dika.
"Husss,,,Dika ngomong apa kamu barusan?.Enak saja mau cepet-cepet nikah kuliah saja kamu belum lulus,masih panjang Dika!."
Bentak ibu,tapi cuma dibalas senyuman nakal Dika. Diujung meja Via sedikit tersedak ketika mendengar perkataan Dika.
"Nah kan,,mbakmu jadi tersedak"
Ujar ibu memarahi Dika.
"Pelan-pelan sayang,kamu digodain adikmu sendiri saja sudah gerogi."
Ujar Reza menggoda via sambil memngambilkan minum dan membantunya minum dan mengusap-usap punggung Via.
__ADS_1
"Nah,,,kan,,,emm,,,siapa coba yang tidak baper lihat adegan romantis ini,drama korea lewat.Iya gak bi?."
Dika masih saja usil dengan kebaperanya dan bi Saroh yg merasa namanya disebut tersenyum usil juga.
"Apalagi sayaCtiap hari nonton langsung.hemmm,,,"
Ucap bibi dengan pikirnaya sendiri.
Entah apa yg bibi dan Dika pikirkan tentang sepasang suami istri ini.
"Nah,,,kan,,,bukan aku saja bu."
Ujar Dika yg merasa percaya diri akhirnya ada teman yg sepemikiran.
Bapak dan Adit hanya saling melirik dan menggelengkan kepala mereka sembari menikmati makanan mereka.Ibu semakin jengkel dengan tingkah Dika yang suka menggoda kakaknya terlebih ada Reza,takut Reza marah.
"Dika!!"
Ucap Via sedikit mengeraskan suaranya dan melototin Dika.Tapi Dika tak menghiraukanya malah tersenyum-senyum nakal sambil makan.melihat tingkah mereka semua orang jadi tertawa bersama.
"Makanya Adit,Dika,nanti kalau cari istri yg seperti kakakmu ini,pasti dijamin kamu bahagia dan romantis terus.seperti kami."
Ujar Reza memberi sedikit pesan penting untuk kedua adik iparnya.Lalu menatap wajah Via yg masih malu-malu dan memegang dagu Via lalu berkata;
"Bukan begitu sayang?"
Tanya Reza sambil menggoda Via.
"Nah ini ni yang bikin tambah baper."
Lanjut Dika yang semakin merasa baper.
"Dika,,Dika."
__ADS_1
Ujar ibu yg terheran-heran dengan kekonyolan Dika.
bersambung,,.