MENJADI ISTRI KEDUA

MENJADI ISTRI KEDUA
55.Reza ngidam.


__ADS_3

Dari tangan Via,Reza berbagi gigitan coklat sembari membuka kaos kaki dan sepatunya.


"Sayang,,,mau dimasakin apa untuk makan malam?"


Tanya Via sambil menyuapi coklat pada Reza.


"Aku ingin makan cah brokoli seafood dong sayang,temanya terserah kamu,oh iya dari tadi waktu aku dikantor aku ngiler banget pengen makan kolak pisang yang dicampur lonjong-lonjong putih bening itu lho sayang,seperti yang waktu itu ibu kamu buatkan waktu dirumahmu,"


Jawab Reza menjabarkan apa yang diinginkan dalam dipikiranya.


"Ouh,,,kolak pisang campur kolang kaling?"


Ujar Via menjelaskan apa yang dimaksud Reza.


"Nah,,,iya itu sayang,aku ngiler banget tuh,bisa kan kamu buatkan untuk aku?"


Tanya Reza berharap keinginanya itu bisa terwujud malam ini juga,karena ia sudah ngiler dari tadi selepas Via meninggalkan kantornya.


"Sepertinya ini keinginan calon anak kita deh,"


Alasan Reza supaya Via berusaha membuatkanya sekarang juga.


Via terus berpikir supaya segera mendapatkan bahanya.Lalu Via melihat jam dinding yang menunjukan pukul 05.15.Mungkin masih keburu untuk membeli pisang kepok dan kolang kaling.


"Bi,,,!"


Triak Via memanggil bibi,lalu bibi pun meghampiri Via.


"Bibi,mas Reza minta dibuatkan kolak pisang kepok campur kolang kaling seperti yang waktu dulu kita makan di rumah ibu itu."


Sambil mendengar Via berbicara otak bibi mengingat-ingat apa yang dimaksud vlVia.


"Iya bibi ingat non,"


Sahut bibi.

__ADS_1


"Nah itu bi,tolong aku ya bi,pokoknya bibi harus cari pisang kepok dan kolang kaling yang super ya."


Perintah Via yang merasa panik,apalagi dengan bibi yang tambah panik harus segera dan memutar otak untuk mencari bahan-bahanya.Sedangkan Reza hanya menahan senyum melihat kedua wanita ini panik dan terburu-buru sembari memainkan ponselnya.Bibi langsung berangkat naik ojek langganan supaya cepat sampai tujuan.


"Hati-hati ya bi,pokonya harus dapat ya bi!."


Triak Reza sambil tertawa geli melihat kepanikan bibi dan Via.


"Sayang,,,aku mau mandi!."


Ujar Reza memecah kebengongan Via yang masih memikirkan nasib bibi.Via segera menenteng jas dan tas kerja Reza dan membuntuti Reza yang sudah terlebih dahulu berjalan menuju kamar.Lalu Via dengan cekatan meletakan jas dan tas Reza pada tempatnya dan segera kekamar mandi untuk menyalakan water heater.Setelah itu segera membantu Reza membuka pakaianya dan menyiapkan handuk dan pakaian gantinya.Reza sudah masuk kamar mandi dan Via segera kedapur untuk memasak.Dengan cekatan dan kecepatan serta keahlian Via didapur,cukup 1jam ia menyelesaikan menu masakan makan malam yaitu,nasi merah,kentang kukus,cah brokoli seafood,team ikan kerapu,sambal matah,pepes jamur tiram dan lalapan.Semua hidangan sudah tertata rapih dimeja makan,kemudian Via segera kembali kekamar untuk melaksanakan shoal magrib dulu,karena adzan di ponselnya sudah selesai berkumandang.


Disana Reza sudah menunggunya untuk mengimaminya sholat.Via segera berwudhu dan bersiap lalu mereka sholat berjamaah.


Selesai sholat mereka keluar kamar dan menuju meja makan disana sudah ada bibi yang baru pulang dari berburu pisang dan kolang kaling.


"Aaa,,,bibi sudah datang,dapet apa tidak bi?"


Tanya Via dengan antusais dan harap-harap cemas.


"Alhamdulilah non dapet semuanya."


"Alhamdulillah,,,anak ku tidak jadi ecesan bi,"


Terdengar kelegaan terucap dari bibir Via.Mendengar Via berbicara seperti itu membuat Reza membayangkan anaknya ecesan sambil tertawa geli.


"Ouh,,,no no no,anak ku tidak boleh ecesan.Ok!"


Sahut Reza,membuat Via dan bi Saroh tertawa terbahak-bahak.Mereka menyadari Reza dari tadi sedang mebayangkan tentang anaknya yang ecesan.


"Semua bayi pasti akan mengalami ecesan kali mas Reza,jangan parno duluan hahahaha,,,"


Uajr bibi menjelaskan pada Reza.


"Tidak,pokoknya anak ku tidak boleh ecesan,apa itu ecesan nanti tidak keren kalau ecesan bi."

__ADS_1


Bantah Reza yang masih membayangkan anaknya ecesan.


"Sayang,,,semua bayi pasti akan mengalami ecesan.Kamu juga pasti dulu waktu masih bayi ecesan,tanya saja pada bibi dan kedua orang tuamu,,,hahahaha"


Celetuk Via.


Reza menggelegkan kepalanya bergidik jijik membayangkan dia saat kecil ecesan.


"Jelas tidak kan bi,mana pernah aku ecesan.Aku sudah keren sejak lahir!."


Bantah Reza dengan kesombonganya.


Via dan bibi hanya saling melirik dan tersenyum jail melihat tingkah konyol Reza.


"Saat tidur saja sampai saat ini dia masih ecesan alias ngiler,tapi dia bisa geli sekali sengan eces hahaha"


Gumam lirih Via sambil menepok jidatnya sendiri tapi terdengar oleh Reza dan bibi.Membuat Reza,semakin tidak terima dan bibi hanya tertawa melihatnya karena bibi juga tau kalau Reza tukang ngiler jika tidur dari saat masih bayi sampai sekarang.


"Ihhh,,,apa sih ngiler,aku tidak pernah ngiler ya!."


Dengan percaya dirinya Reza menyatakan dirinya tidak pernah ngiler.


"Ya,,ya,,ya,,,"


Sahut Via dwngan ambigunya sambil mengisi piring kosong yang ada dihadapan Reza.


"Aku tidak ngiler kan?"


Tanya Reza memastikan bahwa dirinya tidak pernah ngiler.


"Iya,,,sudahlah wkatunya makan bukan bahas iler atau eces lagi,ok!."


Jawab Via singkat yang tak ingin memperpanjang perdebatan yg tidak akan ada akhirnya ini.


*"Hemmm,,,mending makan daridapa berdebat yang tidak jelas huh.*"

__ADS_1


Batin Via sembari duduk dikursi,lalu ingin mengisi piringnya tapi di larang oleh Reza dengan menahan tangan Via lalu menyuapi Via.Seperti biasa Reza memang ingin selalu menyuapi Via ketika makan,karena Reza tau Via lebih lahap dan senang ketika disuapi dan itu membuat Reza juga senang untuk selalu melakukanya.


bersambung,,.


__ADS_2