MENJADI ISTRI KEDUA

MENJADI ISTRI KEDUA
PERMINTAAN ADAM


__ADS_3

Usai mengantar Farah dan adik-adiknya pulang, Adam langsung pulang ke rumah orang tua nya.


Ada keinginan nya yang harus segera di obrolkan dengan orang tua nya.


Mungkin saja jika ia bisa mengambil hati orang tuanya ia juga bisa mengambil langkah lagi.


Uminya sudah terlihat sehat dan ayahnya juga terlihat baik-baik saja.


Keluarga nya terlihat harmonis tidak seperti saat Farah berada di rumah itu.


Ketika malam tiba usai makan malam Adam mengutarakan maksud dan tujuannya. Tapi belum sempat ia berbicara berbagai pertanyaan sudah mengepung dirinya.


"Gimana kerjaan kamu di sana kak?" tanya umi Luluk.


"Alhamdulillah lancar mi"


"Betah sepertinya di sana kamu kak?ada cewek cantik pastinya yang nemenin " ceplos ayah.


"Jangan kerja terus sekali-kali eyang pingin di kenalin calon istri juga" sahut umi.


"Jangan terlalu di pikiran Dam, kalau soal jodoh ma nanti juga datang sendiri. Fokus aja bekerja nanti Allah juga siapin sendiri jodoh yang terbaik dan sholehah..." sahut Abah.


Adam terdiam sebenarnya tadi sudah bisa mendapatkan peluang untuk bisa mengarah soal percintaan nya tapi kakeknya menutup akses untuk mengarah ke sana.


Cukup lama semua terhening di meja makan, usai mendengar penjelasan dari Abah. Karena semua tahu kalau Abah itu orang yang tegas dan keras.


"Emmm, anu itu...emmm...Adam mau ngomong"

__ADS_1


"Ngomong aja kak" sahut umi Luluk.


"Maaf sebelumnya kalau Adam lancang atau terkesan tidak sopan"


" Umi sehat kan?"


"Kenapa tanya gitu?" tanya umi Luluk bingung dan semua tertuju pada Adam karena penasaran.


" Adam lihat umi sekarang sudah terlihat lebih fresh dan sehat. Adam seneng lihatnya"


"Alhamdulillah kak, umi sehat. Keadaan umi sudah membaik total. Karena umi juga sekarang hanya terima les private aja. Umi sudah fokus jadi ibu rumah tangga. Semua pekerjaan sudah umi serahkan ke ayahmu"


"Karena jarang kecapean ibu jadi lebih sehat dan bugar badannya "


" Alhamdulillah mi, Adam seneng. Ya memang seharusnya dari dulu umi tu istirahat fokus kesehatan, dan keluarga. Jangan ngejar karir terus. Mau buat apa sih ngejar karir terus?"


" Jadi istri yang baik, nurut sama ayah ya mi, apapun perintah nya jangan di tolak selama itu tidak melanggar norma dan agama" sahut Adam dan semua terdiam merasa tersindir.


"Iya kak" umi Luluk meneteskan air mata lalu memeluk anak sulung nya itu.


Ia tahu selama ini ia menjadi wanita yang mandiri dan keras. Wanita karir yang sibuk dengan pekerjaannya. Hingga waktu bersama keluarga sedikit terbuang.


Semua sudah diurus pengasuh dan mbak Lasmi.


" Emmm, gini apa ayah dan umi sudah menjenguk kak Farah?"


Semua terdiam.

__ADS_1


" Sudah kak, tapi Farah tidak mau ketemu"


"Gini mi, kak Farah itu mengalami trauma berat. Bahkan sangat lama sembuhnya, ia bisa sembuh hanya dengan orang yang dia percaya. Tapi untuk saat ini dia sulit untuk mempercayai orang lagi"


" Tapi kan dia bisa melawan itu semua kak"


"Tidak semudah itu mi, perjalanan kisah cinta kak Farah itu sangat menyedihkan. Dia sudah sering mengalami kejadian yang membuat nya trauma"


"Apalagi ini dia harus kehilangan seorang anak hanya karena sebuah fitnah, bagaimana jika itu di posisi umi"


"Menjadi Farah itu berat mi, apalagi kalau semua orang tahu dia hanyalah menjadi istri kedua. Untungnya tetangga nya baik-baik tak ada yang mengecapnya sebagai istri simpanan, bagaimana tidak, foto pernikahan saja dia tak memiliki nya. Mertua , adik-adik iparnya selalu saja ingin membuat nya celaka"


"Apa nggak kasian sih jadi Farah itu? apa Farah tidak di ijinkan untuk bahagia? apakah dengan semua segala kisah pahit nya dia tak lantas untuk di sayangi dengan tulus?"


"Terus maksudnya apa kak?kita semua sudah datang kesana dengan baik-baik tapi nyatanya dia tak mau menemui kita"


"Mi, melawan rasa sakit dan trauma itu tidak mudah mi. Apalagi di saat terpuruk nya suaminya tidak ada di samping nya. Orang yang seharusnya menguatkan di saat anak yang di dalam kandungan harus menghembuskan nafas terakhir nya malahan tidak peduli lagi dengan nya..."


"Farah hanya butuh waktu..." sesak di dada yang di rasa Adam menangan tangis nya.


"Selama ini Adam mengalah karena Adam pikir Farah sudah bahagia dengan lelaki yang tepat tapi kenyataannya hanya membuat Farah hancur"


"Adam....!!! jangan karena ilmumu yang tinggi sampai membuat sopan santun mu hilang. Dia ayahmu , umi nggak suka kamu merendahkannya seperti itu" murka umi Luluk tidak rela suaminya di sindir.


"Mi, yah....maaf kalau kurang ajar tapi Adam tu sayang sama Farah, kalau kenyataannya ayah sudah nggak sayang tolong lepaskan dia. Biarkan dia bahagia dengan pilihan nya"


"Jika di ijinkan Adam ingin membahagiakan nya...." lirih Adam menunduk menyembunyikan air matanya yang sudah di pelupuk matanya.

__ADS_1


__ADS_2