MENJADI ISTRI KEDUA

MENJADI ISTRI KEDUA
77.Quality time.


__ADS_3

Setelah memeluk Sharleen,Reza meletakkan Sharleen ketempat duduknya lagi dan memakaikan seat belt.Setelah itu Reza memandangi wajah Sharleen lalu mengelus lembut rambut Sharleen dengan penuh kasih sayang.


Kemudian Reza meraih ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Roni.


Chat Whatsapp:Ron hari ini tolong urus pekerjaanku seperti biasa,aku tidak bisa kekantor hari ini sebab Putriku sedang kacau dan aku akan menghabiskan hariku bersamanya.


Dikantor Roni yang sudah membaca chat dari Reza sangat memahami situasi ini dan Roni segera membalas chat Reza.


Balas Roni:0k,tenang saja akan aku urus semuanya.


Kemudian Reza memacu kendaraanya kesebuah Mall yang ada dipusat Ibukota.


"Sayang kita tidak jadi kekantor Papa."


Ucap Reza memberitahu Putrinya.


"Kenapa Pa?"


Tanya Sharleen.


"Karena kita akan pergi ke Mall!"


Jelas Reza dengan sangat antusias.

__ADS_1


"Yes! "


Seru Sharleen terlihat senang sekali.


Lalu mereka tos.


Sesampainya di Mall,Reza mengajak Sharleen makan terlebih dahulu di sebuah court makanan cepat saji.


Dengan telaten dan penuh kasih sayang Reza menyuapi Putri cantiknya itu sambil sesekali bercanda ria ala Reza dan Sharleen.Memang terlihat sangat manis dan hangat bagi siapa saja yang melihatnya.Sampai-sampai Reza tak sadar bahwa dirinya dan Sharleen menjadi pusat perhatian orang-orang disekelilingnya bahkan ada beberapa orang yang dengan sengaja mengabadikan moment manis antara Papa dan gadis kecilnya.Setelah selesai makan mereka pergi ketoko mainan,tempat paling favorite untuk Sharleen.Disana Sharleen membeli beberapa mainan kesukaanya.


Setelah puas berbelanja mainan untuk Sharleen,Reza mengajak Sharleen bermain ke tempat arena permainan yang ada didalam Mall tersebut.


Berjam-jam mereka menghabiskan waktu disana dengan bermain bersama.Terlihat jelas dimata keduanya,begitu menikmati kebersamaanya kali ini.Saat sang Putri sedang asyik bermain dengan teman-teman sebayanya,Reza menepi kesebuah kursi tidak jauh dari Sharleen bermain.Disana Reza terlihat tersenyum bahagia melihat Putrinya.Namun dalam hatinya terus berkata;


*"Sayang,,,maafkan Papa,saat ini Papa belum bisa berkata jujur padamu,bukan bermaksud menutupi atau menyakiti hatimu nak,tapi Papa ingin kamu mengetahui semua ini disaat waktu yang tepat.Disaat mentalmu sudah siap,emosimu terkendali dan pikiranmu sudah dewasa.Papa juga ingin kamu mengenal siapa Papa kandungmu supaya kamu bisa mengirimkan doa untuknya.Sobat,,,maafkan aku belum membuka rahasia ini pada Putri kita,tapi aku yakin kamu yang disurga,pasti sangat mengerti alasanku melakukan ini.Aku hanya ingin Sharleen tumbuh sewajarnya seperti anak-anak lainya.Aku tidak ingin membebani pikiran dan perasaanya dengan kesedihan dan kebingunan karena belum siap,belum mampu mengontrol dan mengedalikan dirinya.aku janji sobat suatu hari nanti aku pasti akan bercerita pada Putri kita tentang dirimu."*


"Sharleen!"


Reza terkejut.


"Maafkan Alin ya Pa,Papa menangis pasti karena Alin ka?.Tadi pagi juga Mama menangis Alin dan sekarang Papa juga.Alin janji tidak akan membuat Mama dan Mapa menangis lagi!"


Ungkap Alin dengan wajah polos dan merasa bersalah sambil membelai wajah Papanya.Reza tersenyum bahagia dan bangga dengan apa yang dilakaukan Putrinya.Jujur batin Reza menangis terharu mendengar ucapan Sharleen.

__ADS_1


"Janji ya jangan pernah membuat Papa dan Mama menangis!"


Seru Reza.


Dan Sharleen mengangguk manis dihadapan Papanya.


"Alin jangan merasa sedih karena Papa menangis bukan karena Alin nakal,tapi Papa sedih melihat anak kecil itu,dia ingin bermain seperti Alin tapi sepertinya dia tidak memiliki uang untuk membeli tiket masuknya."


Ucap Reza sambil menunjuk salah satu anak yang berdiri didampingi seorang ibu yang sedang memandangi satu persatu anak-anak yang sedang asik bermain di dalam arena itu.Alin melihat kearah anak kecil yang ditunjuk Papanya.Dan Reza sangat menunggu reaksi Alin terhadap kejadian ini.


"Papa belikan saja tiket untuknya supaya dia bisa bermain seperti Alin.Pasti dia tidak sedih lagi kalau bisa bermain didalam arena."


Ujar Sharleen yang merasa kasihan dengan anak kecil itu.Reza sangat senang dan bangga mendengar perkataan Alin,ternyata Alin sekecil ini sudah memiliki jiwa sosial yang tinggi.


"Ayo Pa kita belikan anak itu tiket nanti keburu anak itu pergi,kan kasihan Pa dia belum sempat bermain sudah pergi."


Ajak Sharleen dengan menarik tangan Papanya menuju tempat membeli tiket.kemudian mereka membeli tiket lalu Reza menyuruh Sharleen yang memberikan tiket dan sejumlah uang yang dimasukan diamplop untuk jajan pada anak itu.Sharleen segera memberikan tiket dan uang jajan pada anak itu.Anak itu terlihat senang sekali karena ada yang memberinya tiket masuk.Dan sang Ibu juga terlihat senang dan memandang Reza dari kejauhan saat Sharleen menunjukan Papanya pada Ibu anak itu.Kemudian Ibu itu terlihat menganggukan kepalanya dari kejauhan sebagai tanda terimakasih kepada Reza,Dan Reza membalsnya dengan menganggukan kepalanya sambil tersenyum dan sejenak memjamkan kedua bola matanya.Sharleen pun terlihat senang bisa membantu orang lain.


"Ternyata gadisku secerdas dan sebaik ini,aku hanya perlu melatih tidak perlu mengajarinya lagi karena dia sudah tau kewajibanya.Terimakasih YA ALLAH sudah mengirimkan bidadari kecil yang cantik,manis,cerdas dan memiliki hati yajg baik diusianya yang baru menginjak 5 thn,semoga dia juga akan tumbuh menjadi wanita sholeha seperti istriku.aamiin"


Ungkap Reza sambil menatap gadisnya yang sedang berjalan menuju dimana Reza berdiri menanti.Kemudian Sharleen menggandeng tangan Papanya dan mengajak pulang karena ia sudah merasa lelah.


"Pulang yuk Pa."

__ADS_1


Akhirnya mereka meinggalkan Mall dan menuju rumah Reza.


bersambung,,.


__ADS_2