
Reza sangat antusias dengan kado pemberian dari istrinya,tentu saja begitu karena ini adalah kado pertama dari sang istri di moment ulang tahunya.Perlahan Reza membuka kado tersebut,sedangkan Via yang duduk disamping Reza hanya berharap-harap cemas menunggu reaksi Reza saat melihat isi kadonya.Via takut Reza kecewa bahkan tidak suka karena memang isinya bukanlah sesuatu yang berharga mahal.
Ketika terbuka Reza tersenyum bahagia mendapati isi kado dari Via.Isinya adalah seperangakat alat sholat dan satu buah Alqur'an.Betapa tidak,ini pertama kalinya ia mendapat kado seperti itu dari orang tercinta.Reza sangat terharu dan terketuk hatinya akan maksud dari isi kado tersebut.Sambil memegang kado tersebut ia menatap manis istrinya dan tak terasa air mata Reza pun menetes.
"Terimakasih sayang,ini adalah satu-satunya kado yang bernilai mahal sepanjang hidupku."
Ungkap Reza lalu memeluk istrinya,betapa lega dan bahagianya Via melihat reaksi Reza karena sebelumnya Via takut Reza akan tersinggung dengan kado pemberianya.
"Teruslah menjadi imamku,bukan saja imam dalam rumah tangga kita,tapi juga imam dalam setiap sujudku."
Ucap Via sembari menatap dalam dan membelai wajah suaminya kemudian mencium pipi Reza.
Dan batin Reza berkata;
*"YA ALLAH,,,terimakasih atas segala yang telah ENGKAU berikan dalam hidupku,terimakasih telah mengirimkan aku istri seperti dirinya.YA ALLAH ,,,aku mohon semoga ENGKAU terus membersamakan kami hingga ke Surga-MU.aamiin."*
"Sayang tidak ada kado yang lain apa?"
Tanya Reza sambil mengedipkan salah satu matanya.Sebenarnya Via sangat paham maksud pertanyaan Reza,tetapi Via lebih memilih menajili suaminya dengan pura-pura tidak paham maksud Reza.
"Itu sudah banyak lho sayang,"
Jawab Via.
"Iya ini sudah banyak tapi aku inginn kado yang lainya sayang,"
Ujar Reza sambil memeluk mesra Via dari belakang.
"Terus kado apa lagi,aku jadi bingung deh."
Via pura-pura bodoh.
Langsung saja Reza menerkam istrinya tapi Via sudah feeling dengan apa yang akan dilakukan Reza.Sebelum Reza meraih tubuhnya Via sudah lebih cepat beranjak dari sofa dan menuju tempat tidur sambil meledek Reza dengan menjulurkan lidanya.
"Wek,"
Melihat tingkah Via yang menggemaskan semakin membuat Reza tak kuasa mengendalikan kesabaranya.Reza langsung menghampiri Via dan memeluknya dari belakang.
"Sayang,,,aku sangat merindukanmu,apa kamu tidak merasakanya?"
Reza ingin memastikan rindunya juga berbalas.
"Mengapa masih bertanya lagi,bukankah kamu pun sudah tau jawabanya."
Jawab Via.
"Tapi kan aku ingin sekali mendengarnya langsung dari bibir manismu sayang,"
Pinta Reza dengan sangat manja sembari menciumi leher istrinya.
__ADS_1
"Iya,,,aku tidak rindu padamu!"
Ucap Via membuat Reza kesal karena Via selalu saja menggodanya.
"Lho kok tidak sama jawabanya dengan apa yang aku pikirkan?"
Ujar Reza semakin mengeratkan pelukanya.
Kemudian Via berbalik badan sehingga kini ia saling bertatapan mata,dengan kedua tangan Reza melingkar dipinggang Via sedangkan kedua tangan Via melingkar di leher Reza.
"Aku tidak rindu sedikit padamu,tapi rinduku terlalu banyak hingga aku tidak dapat menjelaskanya lagi padamu tuan yang menciptakan rasa rindu."
Ungkapan hati Via membuat Reza sangat bahagia.
"Dan rindu yang kumiliki lebih banyak dari yang kamu miliki,sehingga aku bingung cara menghitungnya.Bisakah kamu bantu untuk menghitungnya wahai pemilik rindu?"
Sahut reza kemudian membelai wajah istrinya dengan satu tanganya lalu memeluknya.
"Dansa yuk yang?"
Reza mengajak Via berdansa,dan disambut Via dengan mengaggukan kepalanya.Lalu Reza memutar musik romantis kemudian mereka berdansa dengan sangat romantis(sayangnya tidak ada kamera atau cctv yang mengabadikanya).
Ketika musik pengiring dansa telah usai,Reza segera membopong Via dan meletakanya di ranjang.Seperti biasa Reza memulai dari segala arah rutinitas intim yang biasa mereka lakukan setiap harinya,tapi kali ini dengan suasana sejuknya udara Puncak.Moment hari lahir Reza,dan tentunya rindu yang kelewat akut diantara mereka membuat pasutri ini tak ingin melewatkan waktu kebersamaanya sedetikpun menjadi tak berarti.Lelahnya seharian dengan segala yang sudah terjadi dan terlewati akan segera terobati dengan pertarungan sengit diantara mereka berdua.Setelah selesai dengan aktifitas intimnya,mereka masih meneruskan mengobrol.
Reza mengusap-usap dan menciumi perut Via serta mengajak berkomunikasi dengan calon anaknya.
"Hai sayang,,,bagaimana kabarmu anak Papa?pasti kamu sekarang menjadi sehat dan kuat,kan Papa baru saja kasih vitamin untukmu,,,hehehe,,,"
"Maafkan Papa ya nak,baru menengok dirimu semua ini karena ulah Ma,,,"
Belum sampai Reza menyelesaikan kata-katanya,Via sudah menjewer keras telinga Reza yang mencoba memprovokasi anaknya.
"Adudududuh,,,"
Triak Reza yang merasa kesakitan atas jeweran sang istri.Via tersenyum puas mendengar teriakan Reza.
"Hem,,,emang enak,makanya jangan suka memprovokasi anak ku."
Pungkas Via.
"Apa anakmu?,apa aku tidak salah dengar?"
Protes Reza karena ia juga merasa anak dalam kandungan Via itu juga anaknya.
"Yang hamil siapa dan yang akan melahirkan siapa?"
Tanya Via.
"Kamu,semuanya kamu!"
__ADS_1
Jawab Reza.
"Nah,berarti tidak salahkan jika aku mengatakanya ini anak ku?"
Reza menggaruk kepalanya semabri berpikir tetang ucapan Via.
"Iya sih semuanya kamu tapi aku kan Papanya!"
Ujar Reza yang masih bingung.
"Darimana kamu tau kalau kamu itu Papanya?"
Pertanyaan menjebak yang bikin emosi.
"Ya jelas aku taulah kalau aku ini Papanya,kan kamu bikinya sama aku,memang ada orang lain selain aku ya?"
Reza semakin terlihat bodoh dan bingung sendiri.
Via tertawa puas melihat reaksi Reza.
"Kok tertawa sih,ada yg lucu?emmm,,,atau jangan-jangan kamu lagi memikirkan lelaki yang jadi Papa sesungguhnya anak kita?"
Semakin membuat Via tertawa terbahak-bahak sambil mengelus-elus perutnya yang sudah mulai terlihat membuncit.
"Kok tau sih?"
Jawaban Via semakin membuat Reza menjadi emosi dan ingin sekali tau siapa sebenarnya Papa dari anaknya.
"Siapa dia?"
Tanya Reza dengan emosi menggebu-gebu.Lalu Via menjentitkan jari telunjuknya sebagai isyarat bahwa Via menyuruh Reza mendekatinya,kemudian Reza,segera mendekat dan Via berbisik ditelinga Reza.
"Ya kamulah sayang!."
Teriak manja Via ditinga Reza.
Reza langsung tersenyum bahagia tapi seketika ia menyadari bahwa dari tadi ia sedang dikelabuhi oleh istrinya,dan Reza pun amat sangat geli dengan sikapnya tadi hingga membuatnya menertawakan dirinya sendiri.
"Hemmm,,,kamu hobi banget ya mengelabuhi aku,"
Ucap Reza sambil menjepit hidung Via dengan jari jempol dan telunjuknya dan mereka tertawa bersama.
"Terimakasih sayang,kamu selalu saja bisa membuat aku tertawa bahagia."
Ucap Reza sembari memeluk istrinya kemudian menciumi istrinya dan mengajaknya untuk segera tidur.
"Bobok yuk sayang,"
Via menjawabnya dengan mengangguk karena Via sudah merasakan sangat lelah dan mengantuk.Kemudian mereka membaringkan tubuhnya dengan memposisikan tubuhnya saling berpelukan senyaman mungkin.Lalu mereka membaca do'a tidur bersama dan perlahan terlelap bersama.
__ADS_1
bersambung,,..