
Setelah sarapan selesai Reza segera meninggalkan rumah dan pergi menuju Rumah Sakit untuk melihat keadaan Marisa.Selepas kepergia Reza,dalam hati Via ada sedikit rasa kekhawatiran yang mendalam namun Via berusaha sedemikian rupa untuk menutupinya.Dibalkon kamarnya,Via duduk sembari melamun.
"YA ALLAH,,,apa mungkin yang terjadi pada Bela akan aku alami juga?.Cukup egois jika aku menginginkan Mas Reza hanya milikku seorang,sedangkan aku saja memiliki Mas Reza atas ijin Bela,terlepas apapun yang telah terjadi antara Mas Reza dan Bela,aku ini tetap istri kedua Mas Reza.YA ALLAH,,,kuatkanlah hatiku jika memang yang harus terjadi demikian,limpahkanlah rasa ikhlas yang besar dalam hatiku agar aku tidak merasa sakit."
Tak terasa airmata Via pun sudah membanjiri pipinya.Saat Via tersadar dari lamunanya,Via segera menyeka airmatanya.
----------------------------------------
Sesampainya di Rumah Sakit,Reza langsung menuju ruang ICU.Disana ada tantenya Marisa yang menunggu di ruang tunggu.Dia adalah Tante Hera,orang yang merawat Marisa saat Marisa ditinggal meninggal oleh kedua Orang Tuanya.Kedua Orang Tua Marisa meninggal karena kecelakaan pesawat,sejak saat itu Marisa di asuh oleh Tante Hera adik mendiang Ibunya.Tante Hera terlihat sedih dan sesekali mengusap airmatanya sembari mengingat-ingat semua tentang Marisa saat masih sehat.Masih teringat jelas diingatanya,saat menyuruh Marisa untuk menikah lagi,Marisa selalu menolaknya.Dan Tante sangat paham dengan keadaan hati Marisa.Marisa tidak pernah mau menikah lagi,bukan karena belum mengikhlaskan kepergian suaminya melainkan Marisa tidak bisa mencintai lelaki lain selain Reza.Itu yang membuat Tante merasa sangat sedih melihat keadaan keponakanya dan kecewa kepada Reza karena selalu menolak Marisa.Perlahan Reza mendekati Tante Hera,saat Tante Hera mendapati Reza ada di hadapanya seketika emosi Tante meledak-ledak.
"Sudah puas kamu Reza!lihatlahlah ponakanku,semua ini karena kamu.Kamu yang tidak pernah bisa menerima Marisa,sampai-sampai dia harus begini.Andai saja kamu mau sedikit saja membuka pintu hatimu untuk Marisa,keadaan seperti ini tidak mumgkin terjadi Reza!."
Ungkap Tante meluapkan emosinya pada Reza sembari menangis.Reza hanya bisa diam karena tak mau melawan wanita paruh baya itu.Reza sangat memahami situasi hati Tante Hera.Reza sangat memaklumi emosi Tante Hera,tapi apalah daya Reza yang memang tidak bisa memberikan hatinya pada Marisa.Reza hanya mampu menyayangi Marisa sebatas seorang kakak pada adiknya.Dengan rasa bersalah Reza segera memeluk Tante Hera yang masih tersulut emosi.Wanita itu tak mampu menolak pelukan itu,karena memang sejujurnya pelukan itu salah satu alasanya tetap kuat menghadapi cobaan yang sedang dialami oleh Marisa.
"Tante maafkan aku,maafkan aku yang tidak bisa memberikan lebih dari yang aku mampu."
Ucap Reza lirih sambil mrnyeka airmata wanita paruh baya itu.
"Aku tau aku bersalah,tapi aku mohon pahamilah posisi dan kemampuanku."
Lanjut Reza memohon pengertian pada Tante Hera.Hati Tante Hera masih belum bisa menerima kenyataan itu,tapi dia juga tidak bisa terus memaksakan dan menyalahkan Reza.
Reza mengajak Tante Hera untuk duduk kembali di kursi tunggu.
"Bagaimana keadaanya?"
Tanya Reza dengan penuh harapan yang baik sudah terjadi pada Marisa.
"Masih koma,"
__ADS_1
Jawab Tante Hera dengan pandangan kosong menatap kedepan.
Mendengar jawaban Tante membuat Reza tambah sedih.
"YA ALLAH,,,aku mohon selamatkan Marisa,kuatkanlah dia untuk putriku YA ALLAH,aku mohon."
Doa Reza sambil memikirkan segalanya tentang Sharleen.
"Reza pergilah jemput putrimu jangan sampai dia menunggu terlalu lama,biar Tante yang menjaga Marisa.Kasihan gadis kecilku,entah seperti apa nantinya saat dia tau keadaan Mamanya."
Perintah Tante dengan berlinang airmata memikirkan Sharleen.
"Baiklah Tante aku pergi dulu.Titip Marisa,kabari aku setiap saat dan disini ada orang suruhan ku,jika Tante butuh apapun katakanlah padanya,dia akan membantumu."
Ucap Reza sembari menunjuk kearah orang suruhanya yang berdiri tidak jauh dari mereka duduk,dan Tante Herapun melihat kearah orang suruhan Reza dan menganggukan kepalanya.
Kemudian Reza segera meninggalkan Rumah Sakit dan menjemput Sharleen ke Sekolahnya.Di lobby Rumah Sakit Reza bertemu dengan Roni.
"Reza!"
Panggil Roni yang melihat Reza terlebih dahulu.
Reza menengok kearah suara yang memanggil namanya,tak asing suara itu dan ia langsung menghampiri Roni.
"Sorry,,,aku telat!"
Ujar Roni.
"Ok,no problem."
__ADS_1
Jawab Reza singkat.
"Bagaimana keadaan Marisa?"
Tanya Roni.
"Seperti yang sudah orang kita katakan,dia masih koma."
Jelas Reza.
"Astagfirullohaladzim,kasihan sekali dia."
Ucap Roni.
"Lalu?"
Tanya Roni.
"Disana ada Tante Hera dan orang yang kamu kirim,aku akan jemput Sharleen di Sekolah."
Jawab Reza yang terlihat terburu-buru.
"Ok baiklah,pergilah jemput putrimu,aku akan memeriksanya kembali dan memastikan lagi perawatanya."
Sahut Roni.
Lalu Reza pergi meinggalkan Roni dan Roni menuju ruang ICU.
bersambung,,.
__ADS_1