MENJADI ISTRI KEDUA

MENJADI ISTRI KEDUA
60.Kecemburuan dan kemarahan Reza.


__ADS_3

Via perlahan menghilang bersama kegelapan malam dari pandangan Ilham yang sakit,hancur dan tak berdaya.Tubuhnya terasa lemas seakan tak bertulang,tapi dalam lubuk hatinya pun Ilham ingin melihat wanita pujaanya bahagia.Demi kebahgian itupun Ilham harus terpaksa menggugurkan perjuanganya.


Saat Via berjalan menuju rumahnya didepan gerbang sudah ada adit yang menunggunya.Via kaget begitu melihat Adit;


"Eee,,,Adit sedang apa kamu disini?"


Tanya Via yg terlihat sedikit panik.


"Menunggumu!"


Jawab Adit getir karena tidak suka dengan sikap Via yang diam-diam menemui Ilham.Ternyata Adit sudah membuntuti Via sejak Via keluar rumah hingga bertemu dan berbicara dengan Ilham. Adit tak ingin kakak tercintanya ini terlibat hubungan apapun dengan lelaki yang sudah pernah meninggalkan kakaknya dulu.


Mendengar jawaban Adit,Via baru tersadar Adit mengetahui pertemuanya dengan Ilham.


"Aku hanya,,,"


Via ingin menjelaskanya pada Adit tapi Adit segera menyetop perkataan kakaknya dengan mengangkat telapak tanganya dan menatap tajam kearah kakaknya.


"Aku harap ini yang terakhir,apapun alasanya aku tidak ingin dirimu berurusan lagi dengan lelaki itu!"


Jelas Adit dengan sangat tegas.Via hanya mengangguk dan menahan tangisnya,lalu Adit memeluk erat kakak tercintanya itu.


"Ketahuilah kak,aku sangat mengkhawatirkanmu,aku tidak ingin melihat dirimu terluka lagi!."


Ucap Adit sambil menghapus air mata kakanya lalu menggandengnya masuk gerbang dan menuju rumah.


"Dit jangan bicara apapun pada mas Reza ya,"


Pinta Via sebelum masuk kedalam rumah.


"Memang kakak pikir mas Reza tidak akan mengetahuinya?,memang kakak tidak tau apa, ada berapa banyak cctv yang terpasang di rumah besarmu ini,dari sudut terdalam hingga terluar?.Mustahil mas Reza tidak mengetahuinya,bahkan daun yang bergoyang ditaman tadi saja mampu mengadu pada suamimu!."


Jawab Adit dengan penuh keyakinan.


"Astaga,,,tapi kan aku tidak berbuat apapun ditaman tadi?"


Sahut Via yang merasa tidak melakukan apapun dengan Ilham dan hanya mengakhiri usaha Ilham untuk mengejarnya.


"Tapi sayangnya,semua percakapanmu dengan lelaki gila itu sudah aku rekam dan sudah aku kirimkan pada suamimu!"

__ADS_1


Jawab Adit santai.


"Apa?,kamu mengadukanya pada mas Reza?"


Teriak Via yang tak percaya Adit melakukan itu padanya.


"Memang kakak pikir aku bisa melakukan apa?,saat dirimu pergi menjauhi rumah ini bersama lelaki gila itu, saat itu juga mas Reza memerintahkan aku untuk membuntutimu.Makanya lain kali apapun yang ingin kakak lakukan harus dengan sepengetahuan dan ijin suami kakak yang over protektif itu,jika tidak ingin terjadi kesalahpahaman diantara kalian.Harusnya kakak sudah paham apapun yang kakak lakukan akan terekam cctv jika tak terjangkau cctv ada saja yang mengawasimu termasuk daun yang bergoyang dan angin yang berhembus.Heh,,,mungkin saja tubuhmu sudah dipasang GPS."


Ujar Adit mengingatkan betapa overprotrktifnya Reza terhadap kakaknya.


Via hanya pasrah menghela nafas dalam dan membuangnya kasar lalu memegang keningnya sendiri.


"Huffffttt,,,"


Desis Via.


Adit hanya melirik dan menggelengkan kepalanya melihat reaksi kakaknya lalu mereka masuk kedalam rumah.


Via segera mencari Reza kekamar mereka,tapi Via tak mendapati Reza disana.Kemudian Via menuju ruang kerja Reza yang terhubung dengan kamarnya,disana Via mendapati Reza yang sedang duduk di kursi kerjanya sambil menatap tajam layar televisi yang terhubung dengan cctv dirumahnya.


Via segera mendekati Reza dengan muka pucat pasi lalu Via meminta maaf.


Ucap Via dengan nada lirih dan bersalah.


"Untuk apa?"


Tanya Reza dingin tanpa melirik kearah Via yang sudah berdiri tertunduk di samping kursi Reza duduk.


"Untuk kesalahan ku tadi yang sudah diam-diam menemui mas Ilham tanpa sepengetahuan dan ijin darimu?"


Jawab Via dengan segala kejujuran dan rasa penyesalanya.


"Ouh,,,jadi sudah tau salahnya dimana?tapi mengapa tetap melakukanya ya?"


Via semakin merasa bersalah dengan perkataan Reza hingga Via meneteskan airmata.


"Maaf mas,,,maafkan aku.Aku han,,,"


Belum selesai Via menjelaskanya,Reza sudah memotong perkataan Via.

__ADS_1


"Cukup,aku tidak ingin mendengarnya,aku tidak peduli tentang apapun yang kalian bicarakan.Yang aku tidak suka adalah kamu bersedia bertemu dan berbicara denganya tengah malam begini tanpa sepengetahuan dan tanpa ijin dari ku!."


Rupanya Reza mulai marah dengan sikap tidak jujur Via meskipun Via terpaksa bertemu dan berbicara dengan Ilham supaya Ilham berhenti untuk mengejarnya.


"Maaf sayang,aku berbicara denganya hanya untuk mengakhiri usaha dia supaya dia tidak mengganggu ku lagi,"


Via tetap berusaha membela dirinya.


Sedangkan Reza benar-benar marah mendengar semua itu,meski Reza tau semua yang dibicarakan Via dengan Ilham tapi entah mengapa Reza sangat marah,cemburu dan tidak suka dengan sikap Via yang tidak jujur padanya.


"Sudah aku katakan cukup,aku tidak peduli dengan percakapan kalian!.Yang aku tidak suka adalah istriku mulai tidak jujur padaku!"


Tegas Reza dengan nada keras dan membuat Via semakin kesal dengan sikap Reza yang semakin salah paham.


"Lalu apa bedanya diriku ini dengan dirimu mas?,siapa itu Marisa dan Sharleen?"


Reza cukup terkejut dengan pertanyaan Via.


Reza sejenak terdiam karena bingung harus menjawab apa,ia takut Via salah paham denganya.


"Dia itu,,,"


Belum selesai Reza menjelaskan,Via menyetopnya.


"Cukup mas,aku tidak ingin mendengar apapun tentang wanita itu!"


Via mencoba membalikan situasi dan keadaanya pada Reza.


"Tunggu sayang dengar dulu penjelasanku.Semua itu tidak seperti yang kamu bayangkan,aku akan menjelaskanya!"


Via mengangkat telapak tanganya.


"Tidak perlu mas,kan aku sudah katakan aku tidak ingin mendengar apapun tentang hubunganmu dengan wanita dan anak kecil itu.Yang aku tau suamiku tidak jujur dengan ku!."


Skak mat untuk Reza.


"Saat aku mengetahui ketidakjujuranmu,aku hanya berusaha mencari tau kebenaranya bukan marah-marah tidak jelas seperti dirimu.Aku akui aku bersalah karena tidak jujur padamu,tapi bukankah kamu juga mengetahui semua yang aku lakukan tadi?,bahkan aku sudah mengakui,menjelaskanya dan memohon maafmu,tapi apa yang aku dapatkan?,hanya kemarahanmu.Selama ini aku cukup diam menerima segalanya,karena aku sudah menyelidikinya jadi aku tau dan paham saat suamiku tidak jujur padaku,bukan berarti dia sedang sengaja ingin membohongiku,tapi mumgkin saja memang ada hal yang belum tepat waktunya untuk menjelaskan.Dan aku yakin suatu saat nanti di waktu yang sudah tepat, pasti suamiku akan menjelaskanya padaku!"


Lalu Via pergi meninggalkan ruangan kerja itu bersama kesenyapan Reza.Kata-kata Via menjadi pukulan telak untuk Reza,ia menyadari kecemburuanya sudah membuatnya benar-benar tidak waras berbeda dengan sikap dewasa dan bijaksananya Via dalam mengatasi hal yang sama.Dikursinya Reza semakin frustasi dengan kebodohanya,Reza bingung harus berbuat apa,meminta maafpun akan terasa sia-sia jika mengingat betapa ia marah pada Via.Apa mungkin Via akan memaafkanya begitu saja atau jangan-jangan Via akan murka.Reza terus membayangkan yang sesuatu yang tidak ia inginkan terjadi.

__ADS_1


bersambung,,.


__ADS_2