
Beberapa menit suasana didalam mobil hening,otak Reza harus berpikir keras dan cepat untuk menjawab pertanyaan Putrinya.Ia harus memilih kata yang tepat supaya bisa diterima oleh anak sekecil ini.
"Kata Viola,Papa dan Mama bertengkar lalu bercerai seperti Mama dan Papa Viola,sehingga Mama dan Papa tinggal terpisah.Apa bener begitu Pa?dan cerai itu apa?kenapa orang dewasa harus bercerai?Alin dan Bobi juga sering bertengkar tapi kita baikan lagi,kita tidak bercerai.Papa dan Mama bisa kan baikan lagi seperti Alin dan Bobi?"
Celoteh Sharleen dengan segala kepolosan dan keingintahuanya.Reza masih tetap terdiam dan dalam hatinya masih tak menyangka secepat dan sejauh ini Putrinya berpikir.
"Tadi pagi Alin bertanya kepada Mama,tapi Mama malah marah-marah sama Alin.Mama bilang kalau Alin ini bukan anak Papa,lalu Papa Alin siapa kalau bukan Papa?"
Saat bibir mungil gadis cantik ini berkata seperti itu dan ia menangis terisak-isak sedih campur bingung, seketika Reza menghentikan laju kendaraanya.
Reza langsung mengangkat Sharleen dari tempat duduk kemudian memindahkan kepangkuanya lalu memeluk gadis kecilnya.
Reza tak menyangka Marisa melakukan itu pada Putrinya sendiri.
"Mengapa kamu melakukan ini pada Putriku,mengapa kamu memaksa Putriku berpikir jauh melibihi batasan usianya?.Kamu tidak tau betapa kacaunya perasaan anak kita saat ini,dia sangat sedih dan bingung dengan semua ini".
__ADS_1
Sambil menghapus airmatanya dan menghapus airmata Sharleen perlahan-lahan Reza membuka mulutnya.
"Sayang,Putri Papa yang paling cantik dan pintar,dengar baik-baik ya,sampai kapanpun Papa akan tetap menjadi Papamu dan kamu akan tetap menjadi Putri kesayangan Papa.Mama bicara seperti itu karena Mama sedang kesal dengan Papa.Nanti kalau Papa bertemu dengan Mama,Papa janji akan meminta maaf dengan Mama Marisa dan kita akan,baikan,lagi seperti Alin dengan Bobi ok!."
Jelas Reza dengan sangat perlahan dan hati-hati berharap Sharleen bisa menerima dan memahami perkataanya.Gadis kecil itu mengangguk dan tersenyum lega,setidaknya dia tak lagi bingung siapa Papanya.
"Kalau Papa dan Mama sudah baikan berarti Papa bisa tinggal bersama dengan Alin dan Mama kan?"
Tanya Alin dengan harapan bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya.
Reza semakin bingung harus berkata apa pada Putrinya.
"Tante?siapa Tante Pa?Mama juga bisa mengurus Papa?"
Reza terus dibrondong sejuta pertanyaan yang mudah diajwab tapi sulit dijelaskan pada anak seusia Sharleen.
__ADS_1
"Jadi gini sayang,Mama dan Papa sudah pisah sejak lama,saat Alin masih dalam kandungan.Pada saat itu Papa sakit kemudian Mama juga sakit.Mama harus pulang kerumah Oma Hera dan Papa harus pulang kerumah Oma CintyayaituOrang Tua Papa supaya kami ada yang merawat.Karena jarak Mama dan Papa jauhjadi kami memutuskan untuk berpisah.Mama di Medan sedangkan Papa di Jakarta.Waktu itu,tiba-tiba Mama Marisa dan Oma Hera tidak ada kabar cukup lama sampai kamu sudah dilahirkan kemudian Papa bertemu dengan Tante Via,dia yang merawat Papa dan sekarang Tante Via adalah istri Papa.Jadi Papa tinggalnya bersama Tante Via bukan sama Mama Marisa lagi,begitu sayang."
Jelas Reza panjang lebar walaupun dengan berbohong tapi Reza berharap Sharleen bisa mengerti.sharleen harus memaksakan otaknya untuk berpikir melebihi usianya sendiri.Sharleen terlihat cukup bingung.
Melihat anaknya kebingungan membuat Reza semakin merasa bersalah dan sedih.
"Anak Papa yang cantik dan pintar,Alin tidak usah berpikir macam-macam lagi.Mama dan Papa akan tetap menjadi Orang Tua Alin sampai kapanpun,kami akan selalu menyayangi Alin.Soal Mama dan Papa yang tidak bisa tinggal bersama itu karena kami orang dewasa saat sudah berpisah memang harus tinggal terpisah dan semua itu akan Alin pahami nanti setelah Alin sudah dewasa bukan sekarang.Yang perlu alin ketahui sekrang adalah Alin masih memiliki banyak keluarga yang belum Alin ketahui dan belum pernah Alin temui.Alin masih punya Oma dan omOpa yaitu kedua Orang Tua Papa.Dan Alin juga punya dua Tante yaitu adik-adik Papa dan Alin jg punya bmBunda yaitu tmTante Via yangg sekarang menjadi istri Papa.Nah,zsekarang karena Alin sudah mulai tumbuh besar dan pintar,Papa ingin Alin bertemu dengan keluarga Alin yg lain,bagaimana Alin mau atau tidak?"
Cukup sulit bagi Reza merangkai kata untuk menjelaskan pada Putrinya tapi Reza tidak punya pilihan lain selain mengatakan ini,yang ada di otaknya hanya kata-kata ini.Sejenak anak kecil ini terdiam dan berusaha mencerna perkataan Papanya.Meski Sharleen masih terlihat bingung tapi Sharleen tetap mengangguk.
"Nah gitu dong anak Papa harus nurut sama Papa,tersenyum ya,,,"
Ujar Reza sambil mencubit sayang pipi Putrinya yang tembem.
bersambung,,.
__ADS_1