
Setelah keluar dari rumah besar,Reza segera mengemudikan mobilnya menuju apartemen karena ia sesungguhnya sangat khawatir dengan keadaan Via disana.Sepanjang jalan pikiranya terus terpusat kepada Via.
Pukul 11.00 malam Reza sampai diapartemen dan disambut oleh bi Saroh.Mereka terlihat mengobrol di ruang tamu sejenak sembari minum minuman jahe lemon hangat yg biasa dibuat oleh Via untuk Reza saat malam.Dan mereka membahas kejadian hari ini,dengan kasih sayang dan perhatian bi Saroh yg sudah menganggap Reza seperti anaknya sendiri tentu membuat Reza terasa nyaman dan lebih tenang jika ia sudah bercerita kepada bi Saroh.Karena malam semakin larut akhirnya mereka memutuskan untuk nenyudahi obrolanya dan segera masuk kekamar masing-masing untuk istirahat.
"Terimakasih bi untuk segalanya,sebaiknya kita segera istirahat aku sangat lelah sekali.Malam bi."
Ujar Reza sembari berjalan menuju kamar dan disambut senyum oleh bibi lalu merapihkan sisa gelas dan dibawa kedapur lalu pergi kekamar untuk istirahat.
Setibanya dikamar Reza menatap Via yg sedang tidur pulas diranjangnya.Kemudian Reza segera membersihkan dirinya lalu naik keranjang dan merebahkan tubuhnya tepat disamping Via yg kebetulan menghadap ketubuh Reza.Reza terus memandangi wajah Via lalu mengusap kening Via tanpa terasa Rezapun meneteskan airmatanya,ia tak sanggup mengingat kejadian yg tak pernah ia duga hari ini.Yg membuat Via harus sampai mengatakan tentang perceraian yg tidak ingin ia dengar apalagi ia lakukan bahkan sejak ia sah menikahi Via,sedikitpun dalam pikiranya ia tak punya keinginan untuk menceraikan Via.Gumam Reza kepada Via yg tak mungkin mendengarnya,
"Sayang,,,maafkan aku karena aku kamu jadi mengalami semua ini.Padahal baru saja kita mendapat kebahagian atas kehamilanmu,tapi di hari ini juga kita harus menghadapi badai besar ini.Aku berharap kita akan terus bersama selamanya sayang,bahkan jika aku boleh meminta kepada ALLAH suatu hari nanti aku ingin aku yg terlebih dulu meninggalkan dunia ini sebelum kamu,karena aku tidak tau akan sekacau apa diriku jika aku hidup tanpamu istriku,kau adalah duniaku jika kau tak ada maka untuk apalagi aku hidup."
Reza meneteskan airmatanya kemudian mencium kening Via.Lalu Reza mengecek pesan yg masuk ke ponselnya,dan ternyata Roni yg mengirim pesan dan beberapa gambar rumah.Bebrapa hari yg lalu Reza sudah memerintahkan Roni untuk mencari rumah yg modelnya sesuai keinginan Via.Sebenarnya Reza ingin Via mendesaign sendiri rumahnya,tapi Reza menganggap jika membangun rumah dari nol akan memakan waktu yg cukup lama dan ia tak ingin rumah itu jadi setelah anaknya lahir.Reza ingin segera membawa Via menempati rumah barunya sebelum melahirkan supaya Via lebih nyaman lebih leluasa beraktifitas dariapda di apartemen meskipun apartemenya juga nyaman dan mewah,Reza ingin suasana baru.Dilihatlah foto-foto kiriman Roni dan ia memutuskan untuk bertanya langsung kepada Via esok hari.Kemudian Reza segera memejamkan matanya seperti biasa sembari memeluk Via adalah kebiasaan baru Reza ketika tidur,Ia sangat nyaman ketika ia selalu mendekap istrinya dalam pelukan saat tidur.
Pukul 05.00 Via mulai mengerjapkan matanya karena telinganya mendengar suara adzan subuh di ponselnya.Perlahan ia mengumpukan nyawanya dan segera membuka matanya,masih dalam pelukan Reza dan ia bergeming,
"Tempat senyaman ini perlahan akan berlalu pergi."
Sembil merasakan detak jantung Reza lalu Via membangunkan Reza.
"Mas,,,mas,,,bangunlah ini sudah masuk subuh!."
Pungkas Via sembari menepuk-nepuk manja pipi Reza dan Reza segera berusaha membuka matanya perlahan.
__ADS_1
"Iya,,ini aku bangun."
Balas Reza terdengar lirih dan lemas tapi mengeratkan pelukanya terhadap Via.Dan tiba-tiba Via merasa sangat mual dan ingin muntah tapi tubuhnya tertahan oleh eratnya pelukan Reza yg masih merem melek.Via sudah berusaha mendorong tubuh Reza tapi tak berpengaruh sama sekali,Via yg sudah menutup mulutnya menggunakan kedua tanganya karena sudah tak kuat menahan mualnya akhirnya ia memuntahkanya tepat didada Reza.Seketika Reza langsung terbelalak matanya kaget mendapati Via sepagi ini sudah muntah-muntah.
Lalu Reza segera melepaskan pelukanya dan mendudukan Via sambil memegang pipi Via dan merapihkan rambut Via.
"Istriku,,,kamu tidak apa-apa?pasti ini morning sick yg biasa dialami ibu-ibu hamil!.Apa yg kamu rasakan sayang,mual sekali ya?."
Tanya Reza sedikit panik dan merasa sangat tak tega melihat wajah Via yg tiba-tiba menjadi puncat dan berkeringat dingin.
Via yg mulai merasa tiba-tiba kondisi tubuhnya melemah dan masih menahan mual dan meminta Reza segera menuntunya kekamar mandi tapi tidak keburu dan Via pun memuntahkanya lagi di bed cover dan sprei tempat tidurnya dan tentu saja muncrat ke piama Reza yg sudah penuh dengan muntah pertamanya.
"Maaf mas,,maafkan aku."
Lirih Via melihat muntahanya di piama yg dikenakan Reza.Via merasa malu dan tidak enak hati pada Reza.
Jelas Reza sembari membuka piamanya dan segera membersihkan mulut dan tangan Via yg terkena muntahan dengan tisu basah.
Reza begitu telaten dan sangat lembut sekali melakukanya.Via yg merasa lemas sekali dan tak sanggup berkata-kata hanya bisa melihat dan menikmati perlakuan manis Reza dan membatin;
*"Mas,,,perlakuanmu ini semakin membuatku tambah mencintaimu dan aku merasa jadi egois karena seketika aku menjadi tak rela jika harus berpisah darimu,aku tidak ingin hal seperti ini sering terjadi karena hanya akan menjadi kenangan yg tak mungkin kulupakan seumur hidupku.Semua ini terlalu nyaman dan membahagiakan untuk ku mas!"*
Lalu dengan cekatan Reza membopong tubuh Via menuju kamar mandi dan membersihkannya di kamar mandi.Via terlihat sangat lemas sekali lalu Reza segera memandikan Via dan dirinya lalu membopongnya kembali keruang ganti dan memakaikan pakaian kepada Via lalu membopongnya kembali dan diletakan tubuh Via di sofa.
__ADS_1
"Sayang,kamu tunggu disini dulu ya,aku sholat dulu sebentar ya."
Ujar Reza sembari mengusap kening Via dan Via menagngguk.Lalu ia segera berwudhu dan sholat subuh yg sudah hampir habis waktunya.Setelah sholat Reza segera menarik seprei dan bed covernya lalu menggantinya dengan yg baru.
Dari sofa Via memperhatiakn Reza dan berkata dalam hati,
*"Mengapa dia melakukanya sendiri,biasanya juga yg melakukanya bi Saroh.Apa mungkin karena muntahanku hingga mas Reza tak ingin merepotkan bibi?.*"
Setelah ranjangnya rapih kembali dengan seprei yg baru digantinya.Reza terlihat mengadukan telapak tangannya dan menggesekan telapak tanganya beberapa kali lalu melepaskanya kembali dan tersenyum menghadap Via dan berkata;
"Selesai,,,saatnya tuan putri kembali kesinggasananya."
Sambil meregangkan kedua tanganya lalu mendekati sofa dan membopong kembali Via dan membaringkanya diranjang.
"Terimakasih ya mas."
Ucap Via dengan menatap Reza dan tersenyum manis.Reza membalasnya dengan senyuman lalu mencium kening istrinya.Lalu mengambilkan air putih hangat dan memberikannya kepada Via.
"Minumlah sayang,supaya perutmu terasa hangat."
Perintah Reza sembari membantu Via meminum air hangatnya.
"Istriahatlah sayang,aku akan bawakan sarapan untukmu."
__ADS_1
Lanjut Reza dan segera meninggalkan Via menuju dapur.Karena merasa lemas Via hanya tersenyum dan terharu melihat sikap Reza terhadapnya yg semakin manis semakin memanjakan dirinya.
bersambung,,.