MENJADI ISTRI KEDUA

MENJADI ISTRI KEDUA
PINTA FAIZAL


__ADS_3

Usai sarapan anak-anak langsung ijin untuk melakukan aktivitas masing-masing dan di meja makan yang hanya tinggal umi ,Abah dan Luluk , Faizal langsung menggunakan kesempatan itu dengan baik.


"Bah, mi, sayang....minta waktunya sebentar. Ada yang ingin saya bicarakan"


"Ada masalah ya bi?"


"Cerita lah, umi sama Abah akan selalu mendengarkannya" umi yang setiap hari selalu bertanya tentang kondisi Farah tapi selalu di abaikan oleh Faizal.


"Dari awal mula saya menikah dengan Luluk juga bukan karena perjodohan semata dari Abah Udin dan Abah Mizwar, tapi juga karena saya juga benar-benar sayang sama Luluk, tak ada pikiran untuk menikah lagi cukup Luluk menjadi istri satu-satunya. Tapi saat Luluk sakit dan tidak bisa hamil lagi saya terus-menerus di paksa untuk menikah lagi"


"Sebenarnya saya benci dan tidak suka dengan poligami, karena bagi saya meski tidak punya anak kandung saya masih punya anak-anak lainnya dari Luluk"


"Tapi bertahun-tahun hingga saya lelah Luluk terus memaksa saya untuk menikah lagi, dan pada akhirnya saya penuhi meski dengan penuh liku saya menemukan seseorang yang benar-benar Sholehah...."


"Hah....aku tahu arah pembicaraan ini" sahut Luluk dengan jengah.


"Luluk....!!!bisa sopan tidak..." bentak Abah.


"Farah gadis baik-baik yang sudah saya dan orang-orang suruhan saya untuk mengintai tentang Farah. Bahkan saya juga menyuruh Adam untuk itu"


"Saya tidak salah memilih istri kedua, yaitu Farah Addara Shakilla. Dan bahkan Luluk pun juga setuju saat itu atas pemilihan istri kedua saya. Dan singkat cerita di saat Farah sakit adik saya sendiri dengan tega melukai hati Farah dan memfitnahnya dan bodoh nya saya saya mempercayai itu"


"Dengan perjuangan Adam dia mengumpulkan segala bukti agar saya bisa kembali dengan Farah"


"Sekarang segala bukti itu sudah saya kantongi, dan di saat saya ingin kembali dan ingin menebus kesalahan saya Farah sedang terpuruk,Farah mengalami trauma berat. Dia takut bertemu saya"


"Astaghfirullahaldzim.....Ya Allah nak Farah" lirih umi menutup mulutnya dengan kedua tangan nya karena terkejut. Karena dia sudah menganggap Farah seperti anaknya sendiri.

__ADS_1


"Nanti Abah sama umi bantu kesana" tegas Abah tapi perhatian.


Faizal merasakan kelegaan usai bercerita dan ia melirik Luluk yang masih mempertahankan egonya.


"Mana buktinya bi?" pinta Luluk.


Faizal mengeluarkan segala video dari ponselnya yang berisi penjelasan dari dokter Gita, dokter Fadlan,suster dan rekaman CCTV"


"Kalau umi masih belum percaya umi bisa tanya Adam, dia yang meyakinkan ini semua. Dia yang sudah menemani Farah di saat terpuruk dan dia yang sudah mencari kebenaran untuk Farah bukan saya. Suami yang tak bertanggungjawab jawab ini"


"Sakit rasanya meninggalkan istri di saat sakit dan terpuruk, apalagi dalam keadaan mentalnya terganggu karena suami yang seharusnya melindungi nya tega ikut memfitnahnya "


"Apa umi tak ingat awal mula umi membujuk Farah untuk menjadi istri abi? apakah umi tak ingat betapa umi antusias menerima Farah menjadi madu umi?apa umi juga lupa,kalau umi lah yang menyakinkan Abi kalau Farah lah wanita yang benar-benar baik untuk di nikahi?"


Nafas Faizal ngos-ngosan menahan rasa sakit dan sesak mengingat Farah yang mengalami trauma berat dan dirinya tak ada di samping nya.


"Kenapa dari tadi Abi bentak-bentak umi terus?apa karena menjadi suami Farah Abi jadi suami yang galak seperti ini?" Isak tangis Luluk merasa di sudutkan.


"Sakit bi, saat kamu bilang cinta ke wanita lain" tambahnya.


"Sakit?apa umi bilang sakit?bukankah dari awal kamu yang menyuruh ku untuk mencintai Farah dengan tulus?kenapa sekarang kamu jadi berubah plin-plan gini hah?"


"Sudah-sudah....jangan berantem disini kasian anak-anak kalau mendengar. Lerai umi.


"Dari awal yang Abah takutkan terjadi saat ini, Abah juga semata-mata tak ingin menyalahkan umi tapi semua ini juga atas saran Abah juga"


"Maafkan umi ya Is, Luk... gara-gara umi ingin mempunyai anak lagi umi menuntut Luluk untuk mencari madu" Umi terlihat takut dan merasa bersalah.

__ADS_1


"Ya sudah kita semua salah, apalagi sama Farah dia juga korban. Sebelum terlanjur kesehatan Farah memburuk sebaiknya kita kesana sekarang" ujar abah.


Abah dan umi langsung masuk kamar untuk siap-siap dan Luluk langsung naik ke lantai atas meninggalkan Faizal. Tak lama setelah hatinya tenang ia menyusul istrinya.


Di dalam kamar.


"Mi..." Faizal mendekati Luluk yang masih terisak tangis di tepi ranjang.


"Maafkan Abi ya?Abi bingung harus apa, Farah juga istri ku dia mengandung anakku. Aku harus bertanggung jawab. Aku harus adil mi"


"Andaikan dulu kamu nggak nyuruh aku nikah lagi mi,gak bakalan aku sekarang sama Farah menikah. Semua keinginan kamu sudah aku turuti mi, sekarang Abi mohon turuti permintaan ku, aku ingin kembali ke Farah, aku ingin bertanggung jawab padanya. Aku ingin kamu juga menerima Farah kembali menjadi madumu"


"Dan satu lagi, sayangi dia lagi seperti adikmu" jelas Faizal mengelus pundak Luluk.


Luluk masih terdiam membisu.


"Farah saat ini dalam keadaan terpuruk sayang, ku mohon mengertilah ada bayi dalam kandungan Farah aku takut terjadi sesuatu di kandungannya"


Faizal memeluk Luluk dengan erat dan mengecup puncak kepalanya.


"Aku janji gak akan berubah, sampai kapanpun kamu tetap istri tercinta ku, istri pertama ku, Khadijah ku"


Luluk membalas pelukan Faizal.


"Kita kesana ya?" bujuk Faizal lagi dengan memegangi kedua lengan Luluk.


Luluk mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2