MENJADI ISTRI KEDUA

MENJADI ISTRI KEDUA
32.Sikap Via.


__ADS_3

"Sayang,,,nanti kalau aku jadi pergi kamu mau aku bawakan apa?,sebenarnya sih kalau kamu sehat aku ingin ajak kamu sekalian kita jalan-jalan.Dan aku ingin sekali suatu hari nanti kita bisa bulan madu,kamu mau kan sayang kita melakukan bulan madu kita yg tertunda?"


Ujar Reza sambil mengusap-usap perut Via dan memandangi perut yg masih datar itu.


"Sayang,,,kamu mau kan kita melakukan bulan madu,terserah kamu deh kamu maunya kemana aku akan turuti,L yg penting kita bulan madu?"


Merasa pertanyaanya tak di jawab-jawab Reza berpaling menatap kearah wajah Via,dan betapa terperananya Reza saat mendapati istrinya sudah tertidur pulas.


"YA ALLLAH,,,sayang ternyata kamu sudah bobok manis ya."


Ucap Reza sembari tertawa geli karena dari tadi ternyata dia berbicara dengan orang tidur.


"Belum juga dikasih di cium udah ditinggal bobok aja,,,hemmm."


Gumam Reza dengan mencium kening dan perut Via lalu memeluknya,iapun berdoa dan memejamkan matanya.


----------------------------------------


Pukul 05.00 Reza dan bi Saroh sudah bangun,Reza segera menuju masjid yg ada di Rumah Sakit itu untuk sholat subuh sedangkan bibi sholat di ruangan itu.


Setelah selesai Reza segera kembali keruangan dan melanjutkan tidurnya karena ia masih ngantuk sekali.Kali ini Reza berpindah tidur di sofa karena pagi hari pasti akan ada petugas kebersihan,uster bahkan kunjungan Dokter tidak mungkin Reza akan tidur di atas bednya pasien.Dan bibi berganti duduk di kursi samping tempat tidur Via menunggu Via.


Pukul 07.00 pagi Via sudah mulai bangun dan tak lama para Suster datang untuk mengontrol.


"Selamat pagi nona."


Sapa para Suster dan langsung mengecek infus dll.


"Pagi Suster."


Jawab Via tersenyum dan mendengarkan penjelasan Suster.


"Ok,,,nanti Dokter akan memeriksanya kembali."

__ADS_1


Jelas Suster lalu meninggalkan kamar Via.


"Terimakasih Sus."


Sahut Via.


"Non,minum dulu nih."


Perintah bibi sembari menyodorkan gelas yg berisi air mineral lalu Via meminumnya perlahan.kali ini tenggorokan terasa sakit saat menelan padahal hanya menelan air.Via merasa kesakitan tapi ia mencoba menahanya supaya tidak ketahuan oleh bibi karena ia sudah tidak betah ada diruangan ini Via ingin pulang.


*"YA ALLAH ,,,ini kenapa kok tenggorkan ku terasa sakit sekali jika menelan padahal kau hanya minum,bagaimana nanti jika aku harus makan apa aku bisa menelanya?.Selain mual sekarang ditambah lagi tenggorokanya sakit.huffft,,,"*


Gumam Via dalam hatinya.


"Bi aku mau kekamar mandi bi."


Via meminta bibi mengantarnya kekamar mandi karena Via merasa masih lemas ia takut jatuh.


Dan bibi segera membantu menopang dan menuntun tubuh Via menuju kamar mandi.Cukup lama Via di kamar mandi,dan terdengar suara kemericik air dikamar mandi karena tidak di tutup pintunya dan itu membuat Reza jadi terbangun dan khawatir karena Via ada dikamar mandi.Reza segera menuju kamar mandi.


Ujar Reza sambil memasuki kamar mandi dan mengganti memegangi tubuh Via dan mengedipkan matanya ke arah bi Saroh sebagai tanda menyuruh bi Saroh untuk keluar.Via masih sibuk menggosok gigi lalu cuci muka dll.Setelah selesai Reza membopongnya dan mengembalikanya ke ranjang.Via sempat menolak karena ia merasa masih kuat jalan sendiri tapi diperlakukan seperti orang lumpuh.Tapi apa daya Via mana bisa menolak keinginan Reza.


Lalu Reza mengecup bibir Via dan berkata;


"Sayang,aku mandi dulu ya. "


Via hanya mengangguk lalu Reza meninggalkanya kekamar mandi.


"Bi tolong buatkan aku susu hamil saja ya bi."


Perintah Via kepada bibi yg sednag membuatkan teh manis untuk Reza.


"Baik non."

__ADS_1


Jawab bibi.


Setelah selesai mandi dan mengganti pakaianya Reza kembali mendekati ranjang Via dan meraih susu yg di bawa bibi dan segera membantu Via untuk meminumnya.Via minum susu itu sampai habis dengan menahan rasa mual dan sakit tenggorokanya.Reza senang melihatnya karena Via tudak mual dan muntah-muntah lagi.


"Alhamdulillah sudah tidak mual lagi sayang?"


Tanya Reza dengan penuh harapan baik.


"Tidak sayang,berarti aku sudah boleh pulang kan mas?"


Jawab Via dengan pasang wajah penuh senyum supaya terlihat sudah sehat.Tapi Reza menyadari itu akal-akalan istrinya supaya cepat pulang karena Reza tau Via tidak betah di Rumah Sakit.


"Iya sayang tentu kita akan pulang setelah Dokter mengijinkan dan kamu dinyatakan sembuh."


Jelas Reza sambil mengusap-usap ubun-ubun Via.


dan Via membalasnya cemberut.


*"Hah,,,padahal kamu kan bisa meminta supaya aku segera pulang.Aku kan cuma ngidam bukan sakit dan ini juga tidak jelas kapan berakhirnya,kalau keadaan ini cepat berlalu,kalau tidak memang selama itu aku harus ada disini.YA ALLAH tolonglah,,,aku ingin pulang,,,"*


Gumam Via dalam hati.


"Mas kamu kekantor saja sana,aku sudah tidak apa-apa kok!"


Ketus Via mengusir suaminya karena Via sedikit kecewa Reza tidak mengusahakan supaya


Via cepat keluar dari Rumah Sakit ini.


Mendengar ucapan ketus Via,Reza yg sedang menyeruput tehnya sekilas melirik.


"Iya sayang,nanti juga aku kekantor kalau sudah waktunya!"


Jelas Reza sambil tersenyum usil karena ia tau maksud perkataan istrinya.

__ADS_1


bersambung,,.


__ADS_2