Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Hari pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan pun tiba, para tamu undangan sudah hadir. Para Rakyat pun berbondong bondong beramai ramai untuk melihat pernikahan Putra Mahkota mereka.


Kaisar pun mengadakan pesta rakyat cukup meriah agar mereka juga merasakan kebahagiaan calon kaisar mereka.


Liena Sue kini tengah selesai berdandan dan memakai baju beserta aksesoris pemberian sang kakak Ipar di tambah riasan tipis dan tatanan rambut yang indah dari Yuri menambah kesan anggun dan elegan tapi tetap cantik.


Liena Sue pun segera keluar Istana nya menuju Pintu karena di luar sudah ada tandu yang siap untuk mengantarnya.


Cukup berjalan sekitar Lima menit merekapun sampai, di sana sudah sangat ramai dengan tamu undangan.


"Yang Mulia Jenderal Putri telah tiba" . Teriak Kasim ketika Liena Sue sudah tiba.


Semua tamu undangan pun berdiri dan memberi hormat kepada Liena Sue yang sangat terkenal sebagai jenderal wanita tingkat satu yang sangat cakap.


Liena Sue pun memasuki tempat acara yang sudah ada banyak tamu undangan, ia berjalan dan duduk di meja paling depan dan paling ujung dekat dengan Permaisuri.


Banyak mata terpana melihat kecantikan Liena dengan gaun berwarna biru muda itu, Bahkan Putra Mahkota Negara Sheng kembali di buat terpesona oleh Liena Sue.


Tak lama kemudian Kaisar Bai pun datang diikuti Pangeran Silas dan Yu Yon di belakangnya, Selang beberapa Waktu, Rong Bai pun tiba.


Alangkah terkejutnya Liena saat melihat Rong Bai memakai pakaian dengan warna yang sama dengan Liena Sue. Dia sudah bisa menebak siapa dalang di baliknya jika bukan sang kakak.


Walaupun begitu, Rong Bai terlihat sangat tampan dan anggun. Dia pun segera berjalan ke arah meja dekat dengan Liena Sue yang memang sengaja di siapkan oleh Bian Sue.


Setelah semua undangan tiba , Pengantin Pria pun telah tiba menggunakan Kuda Hitam dengan hiasan rumbai merah.


"Pengantin Pria telah tiba". Ucap Kasim sehingga membuat semua yang berada di sana berdiri memberi Hormat.


Menggunakan jubah pengantin merah membuat wajah tampan Putra mahkota Bian Sue semakin terlihat tampan.


Sebelum ke dalam tempat acara Bian Sue terlebih dahulu menjemput pengantin wanita, Namun ia memasuki terlebih dahulu ke tempat resepsi .


Sambil menunggu Pengantin Wanita , Pengantin Pria sekarang sedang berdiri di altar pernikahan yang berada di depan kaisar.


Rasa Gugup pun kini mulai dirasakan Bian Sue, akan tetapi di sisi lain ia merasakan penuh dengan kebahagiaan.


rasa Gugupnya semakin menjadi ketika Kasim mengumumkan jika Pengantin Wanita telah tiba.


Mereka pun segera memulai resepsinya setelah kedua mempelai siap.


"Dia benar benar kakak iparku, cantik sekali". Gumam Liena Sue.


"Kurasa kau yang lebih cantik". Sahut Rong Bai.


"Kau hanya bisa bicara omong kosong Ah Rong".

__ADS_1


"Haha tapi aku berkata jujur". Jawab Rong Bai yang kelihatan begitu tulus.


"Sst acara akan di mulai ". Sahut Liena Sue sambil berbisik.


Acara di mulai, Resepsi pun di laksanakan dan ikrar janji telah di buat. Sorak sorai memeriahi acara pernikahan Putra Mahkota Negara Ba itu hingga sekelompok orang memecahkan kebisingan karena ikut berbahagia dengan pernikahan calon kaisar mereka. Mereka jadi terdiam sambil menoleh kearah suara tersebut .


"Selamat Pangeran, atas Pernikahannya". Ucap Salah satu dari orang orang itu.


"Tetua pertama, Guru, Teman teman. Kalian datang". Sahut Bian Sue yang berhasil menjawab rasa penasaran orang orang di sekitar.


Liena Sue , Rong Bai, Yu Yin dan Serta Silas kini berdiri bersama dan memberi hormat kepada Tetua dan para Guru.


"Salam kepada Tetua dan para Guru". Ucap mereka berempat.


"Heii jangan seperti ini, Kalian adalah Pangeran Dan putri tak sepantasnya memberi hormat kepada Pak Tua ini. Duduklah duduklah". Ucap Tetua pertama.


"Silahkan duduk tetua, Silahkan duduk di tempat yang di sediakan". Ucap Kaisar Sue.


"Terimakasih Yang Mulia". Jawab para tetua dan Guru.


"Sebelum kami duduk, Kami membawakan hadiah untuk kedua mempelai semoga kalian berbahagia selalu". Sahut Tetua pertama.


Beberapa pelayan membawakan Nampan berisi perhiasan dan batu Giok langka yang kemudian di letakkan di Meja .


Setelah Penyerahan Hadiah, Kedua mempelai pun segera memasuki kamar pengantin dan para tamu bisa memulai Pestanya.


Tepuk tangan meriah pun memenuhi aula, Liena Sue dan Rong Bai telah menyelesaikan tariannya dan segera undur diri.


Dari meja seberang terlihat Putra Mahkota Negara Sheng yang terlihat tidak begitu senang melihat pasangan tersebut. Dia meneguk anggurnya dengan cepat.


"Kenapa kau meminum anggur seperti itu Yang Mulia, nanti kau akan cepat mabuk jika terus seperti itu". Ucap Bawahan Putra Mahkota Zhao Wei.


"Diamlah". Singkat Zhao Wei.


Bawahan pun terdiam melihat Masternya terlihat marah. Ia pun menyadari jika Penampilan sepasang kekasih tadi yang membuat Putra Mahkota marah .


"Ternyata cemburu.. Astaga...". Gumam dalam hati bawahan Zhao Wei.


Liena Sue terlihat beranjak tempat duduknya, Zhao Wei melihat Liena pergi dari tempat perjamuan dia pun ikut beranjak pergi.


"Ah Rong, aku akan mengambil hadiah dulu di istana sebelah". Ucap Liena Sue sebelum pergi.


"Baiklah hati hati". Sahut Rong Bai.


"Apa kau tidak berniatan mengikutiku?".

__ADS_1


"Untuk apa?". Tanya Rong Bai bingung.


"Apa kau tidak lihat di seberang sana?". Bisik Liena Sue menunjukkan seseorang yang tak lain adalah Zhao Wei.


"Baiklah aku mengerti, kau keluarlah dulu baru aku akan menyusul mu setelah dia keluar". Jawab Rong Bai.


Liena Sue pun keluar bersama Yuri, Dengan berjalan santai sambil mengobrol ringan dengan pelayan kepercayaannya itu.


Tak Lama kemudian tiba tiba ada yang menabrak Liena Sue hingga terpojok di tembok lorong istana yang sepi, Sedangkan Yuri tiba tiba menghilang entah kemana.


"Lepaskan, Siapa kamu". Ucap Liena Sue sambil mencoba melepaskan dirinya dari orang yang menabraknya.


"Tuan Putri, Kenapa kau ingin sekali pergi dariku?". Tanya Orang itu yang ternyata adalah Putra Mahkota Zhao Wei.


"Yang Mulia tolong lepaskan tanganmu, ini adalah Istana Kerajaan".


"Heh, Justru Ini adalah Istana Kerajaan jadi aku akan mudah membuat Rumor kau dan aku".


"Lancang!! Aku sudah bertunanngan, dan aku akan segera menikah, kau tidak bisa berbuat seperti itu?". Sahut Liena Sue.


"Kau hanya bertunanngan belum menikah, Bisa di batalkan bukan? Sudahlah Sayang, tinggalkan Pangeran Bupati itu dan kau akan menjadi Permaisuri dan Ratuku di Negara Sheng".


"Tidak ,,. tidak akan , Kau salah, Rong Bai sudah menjadi Putra Mahkota Negara Gu . Dan aku akan menjadi permaisurinya". Sangkal Liena Sue


Zhao Wei yang mudah tersulut emosi karena mabuk pun kini mencengkeram dagu Liena Sue dengan kencang dan melampiaskan amarahnya.


"Aku tidak peduli!! Kau harus menjadi milikku bagaimanapun caranya, Walaupun akan kubunuh Rong Bai itu". Ucap Zhao Wei Geram.


"Kau!!!". Teriak Liena Sue namun sudah di bungkam oleh Zhao Wei .


Zhao Wei dengan paksa mencium Liena Sue yang mencoba melepaskan dirinya dari cengkeramannya, Hingga sebuah tangan kekar menarik Tubuhnya dari Liena Sue.


"Sial!! Siapa kau!!". Teriak Zhao Wei.


"Aku Calon Suami Putri yang kau paksa itu, Apakah kau tidak malu memaksa wanita yang tidak sama sekali mengukaimu?". Jawab Rong Bai yang kemudian menarik Liena Sue ke sampingnya.


"Ck, Aku tidak peduli!! Aku akan membuatnya menikah denganku bagaimanapun caranya!!". Sahut Zhao Wei.


"Lancang!!! Walaupun Kau Putra Mahkota Negara Sheng, bukan berarti kau sesuka hati seperti itu Zhao Wei!!". Ucap Seorang Pria Paruh Baya dari balik Rong Bai .


"A... Ayahh". Ucap Zhao Wei terkejut.


"Bawa Pangeran Kekamarnya, aku akan bicara padanya. Dan Untuk Tuan Putri dan Pangeran Rong Bai, aku selaku Ayah Zhao Wei meminta maaf atas kejadian ini".


"Tidak apa apa Yang Mulia, yang terpenting anda harus mendisiplinkan Putra Mahkota Zhao". Jawab Liena Sue sambil melirik Zhao Wei.

__ADS_1


"Tentu Tuan Putri, sekali lagi maafkan anak saya".


Kaisar Negara Sheng pun segera membawa Zhao Wei pergi, Sedangkan Liena dan Rong Bai pun segera ke istana samping untuk mengambil Hadiah mereka.


__ADS_2