
Setelah urusan selesai Liena Sue dan Bian Sue berpamitan untuk pulang ke Negara Ba, Lebih tepatnya untuk mempersiapkan pesta Pernikahan Bian Sue dan Liena Sue yang tak terpaut jauh tanggalnya.
Kaisar Bai sendiri yang mengantar mereka sampai di perbatasan Negara Bai, Tak hanya itu hadiah Pertunangan juga dikirim setelah Kepergian Kedua anak Kaisar Sue tersebut .
Kali ini Rong Bai tidak ikut mengantar Hadiah pertunanngan karena masih menyiapkan banyak Hal untuk pernikahan yang akan mendatang.
Untung saja Kaisar Bai sudah memberitahu Tetua Akademi Langit Suang agar memberi mereka cukup waktu libur lagi untuk mempersiapkan Pernikahan mereka .
Liena Sue Dan Bian Sue begitu menikmati perjalanan tanpa hambatan ini, mereka melewati ladang luas yang begitu hijau. Mereka rela memilih jalan memutar daripada melewati Hutan yang penuh dengan bahaya.
Tiga minggu perjalanan akhirnya Bian Sue dan Liena Sue kini telah sampai di Negara Ba, mereka tengah tergesa gesa menuju Istana untuk menemui Sang ayah dan Ibu yang sudah menunggu berhari hari .
Setelah dibukanya Pintu besar Istana Liena Sue langsung lari dan berhamburan ke pelikan Sang Ibu.
"Ibu.. Aku sangat merindukanmu". Rengek Liena Dengan manja.
"Ibu juga merindukanmu sayang" .
"Huh, ternyata Putriku tidak merindukanku".Rengek Kaisar Sue.
"Ahh ayah aku hampir melupakanmu". Ucap Liena Sue kemudian memeluk Sang Ayah.
"Ayah, Ibu". Panggil Bian Sue saat sudah mendekati kedua orang tuanya itu.
"Putra Ibu , Kemarilah. Ibu memasak khusus untuk kalian berdua, Semua makanan Favorit Kalian. Pastinya Kalian akan senang ". Ucap Permaisuri.
"Masakan Ibunda selalu saja enak enak, kami akan memakannya". Jawab Liena Sue antusias.
"Baiklah, mari kita makan bersama". Sahut Kaisar Sue.
Mereka berempat pun memutuskan untuk makan Siang Bersama, Di sela makannya mereka bertukar cerita dan sesekali bercanda tawa melepas kerinduan yang selama ini mereka pendam.
"Liena, kudengar kau akan dinikahkan lebih cepat". Tanya Kaisar.
"Benar Ayah, Satu minggu setelah pernikahan Kakak. ".
"Lalu apakah kau tidak membawa Dekrit kaisar?". Tanya Kaisar Sue lagi.
"Kaisar Bai bilang, Nanti akan ada Utusan yang datang membacakan Dekrit Kaisar Ayah dan sepertinya bersamaan dengan Hadiah pertunanngan". Jawab Liena Sue .
"Kalau begitu kita tinggal menunggu saja".
__ADS_1
"Benar, Ayah.. ".
"Semua Mahar sudah Ibu siapkan di awal Sayang, dan untuk hadiah pertunanngan Putri Mahkota apakah masih ada Yang Kurang Bian Sue?". Tanya Permaisuri.
"Semua sudah siap Ibu, Hanya saja aku masih mencari sesuatu Yang unik untuk ku serahkan kepada Ji Hua". Jawab Bian Sue.
"Benarkah? Lalu apa Yang Kau cari ?". Tanya Sang Ibu.
"Entahlah, tetapi belum ada yang cukup unik Ibu".
"Kakak, aku punya Batu Giok Unik. Nanti akan ku tunjukkan padamu, jika kau suka ambillah untuk hadiah". Sahut Liena Sue.
"Benarkah?". Tanya Bian Sue dengan mata berbinar.
"Tentu saja, Malam nanti datanglah ke Istanaku. Aku akan menunjukkannya kepadamu Kak".
"Baiklah , Sepakat". Jawab Bian Sue sembari mengajak Tos Liena Sue.
Sedangkan Kaisar dan Permaisuri saling melempar senyum melihat kebersamaan Sang anak di depan mereka.
Setelah selesai makan siang , Liena Sue mengajak Sang kakak menuju Istananya untuk memberikan Giok yang ia janjikan.
Liena Sue memasuki kamarnya bersama Sang kakak dan pelayan pribadinya, Bian Sue pun duduk di kursi tamu dekat jendela kamar Liena Sue.
"Huhh dasar tidak sabaran". Jawab Liena Sue yang kemudian ikut duduk di dekat Sang Kakak.
Liena Sue pun mengeluarkan kotak kayu kecil dengan ukiran unik di luarnya, ia menyerahkannya kepada Sang Kakak.
"Bukalah". Ucap Liena Sue kemudian menyangga kepalanya di atas meja hntuk melihat Reaksi Sang kakak.
Bian Sue pun membuka secara perlahan, Hingga terlihatlah Batu Giok yang berwarna merah muda dengan bentuk bunga mawar yang indah.
Giok Merah muda berbentuk mawar tersebut terlihat begitu memikat setiap orang yang melihatnya, bahkan akan membayar harga mahal setiap pergiok.
"Darimana kamu mendapatkan barang bagus ini Na'er?". Tanya Bian Sue .
" Kau tahu kak giok berwarna putih yang di berikan Ibu kepadaku?".
"Maksudmu Giok Surgawi itu?".
"Benar, Nah aku sudah membuat kontrak Dengan Giok Surgawi itu. Setelah membuat Kontrak di dalam Giok ternyata terdapat Dunia lain atau bisa di bilang Dunia pribadi. Di dalam sana ada banyak tumbuhan langka bahkan ada goa khusus dengan Jutaan Giok Langka yang tidak ada di dunia Luar. Saat aku berjalan jalan mengelilingi Ruangan Dimensi di dalam Giok tersebut dengan pemandu tentu saja aku menemukan Giok merah muda ini, Katanya sih Giok ini bisa membuat si pemakai menjadi lebih menawan dan selalu mendapat keberuntungan sangat cocok untuk wanita muda". Jelas Liena Sue panjang lebar.
__ADS_1
"Baiklah aku percaya dan Giok ini aku akan mengambilnya". Ucap Bian Sue yang akan menyimpan Giok kedalam Cincin Istimewanya.
"Tunggu Kak... ".
"Apa Lagi Adik?".
" Kakak kau harus membantuku sesuatu". Bisik Liena Sue.
"Apa itu?".
"Aku harus ikut ke perbatasan besok, ada sesuatu urusan yang harus kulakukan Kak. Tolong bawa aku". Rengek Liena Sue.
"Tapi waktu pernikahan tinggal setengah bulan dan perjalanan membutuhkan waktu tujuh hari berangkat dan tujuh hari pulang Na'er".
"Kakak aku punya Jimat Teleportasi, asalkan Kakak meminta ijik ayahh. Kumohon, bukankah bukan pertama kalinya aku ke perbatasan, dan jabatanku pun juga sebagai Jenderal wanita pertama kan Kak". Rengek Liena.
"Memang benar Kau seorang Jenderal, Tapi ayah telah memutuskan kamu untuk tinggal di istana karena sudah waktunya menikah"
"aku mohon lah kak.. ya.. yaa".
"Hufhh baiklah, aku akan bicara dengan ayah" .
"Yeyy, kakak memang terbaik". Ucap Liena Sue sambil memeluk sang kakak.
...
Bian Sue akhirnya berhasil membujuk sang ayah untuk kembali ke perbatasan sebelum pernikahan, Mereka berjanji satu minggu sebelum pernikahan mereka akan segera kembali ke Negara Ba.
Semua peralatan sudah di kemas dengan rapi dan di masukan ke dalam Cincin spesial masing masing.
Liena seperti biasa hanya membawa Yuri seorang dan Bian Sue hanya membawa satu penjaga bayangan kepercayaanya.
"Baiklah aku sudah siap". Ucap Liena Sue sambil merenggangkan tubuhnya.
"Kalau begitu aku buat formasi teleportasi dulu, Kau simpan Jimat teleportasi mu itu Na'er ".
"Baiklah Kakak". Jawab Liena Sue.
Setelah Selesai membuat Formasi, Mereka berempat kini menempati diatas Formasi kemudian Bian Sue pun merapal mantera .
Mantra pun sudah di rapal, Formasi itupun mengeluarkan cahaya yang begitu menyilaukan. Mereka berempat seperti tertarik ke dalam sebuah lubang Dimensi , Mereka berpegangan dengan erat satu sama lain.
__ADS_1
Setelah cahaya menghilang mereka pun menghilang. Tanpa mereka sadari , dari balik semak terlihat sosok hitam dengan pedang di pinggangnya tengah mengawasi kepergian mereka.
"Ternyata mereka ke perbatasan, Aku harus memberitahu Tuan Muda". Guman orang itu.