Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Perjodohan


__ADS_3

Kaisar Bai kini tengah menyeka air mata bahagianya dari ujung matanya. Tidak disangka jika Putra Pertamanya telah jatuh cinta dengan seorang gadis, yang selama ini terkenal tidak pernah dekat dengan perempuan manapun.


"Tentu saja Ayahmu ini akan mengabulkannya".


"Jadi bagaiman? kita tetap menjaga perdamaian dengan perjodohan?". Tanya Kaisar Sue.


"Tentu, aku akan memberikan Dekrit pernikahan. Dan kuharap kau juga memberikannya".


"Tunggu!!!! Ayah apa maksud semua ini?". Terdengar Suara Pangeran Silas yang kini berada di ambang pintu.


" Huh, Silas. Aku akan menjodohkan Putri Liena dengan Rong Bai kakakmu". Ucap Kaisar Bai dengan malas mengatakan.


"Tidak Ayah... Tidak aku tidak setuju... Bukankah kau sudah berjanji akan menikahkanku dengannya? kenapa malah S*al*n ini yang akan menikahinya!!". Protes Silas yang sudah sangat marah saat melihat Rong Bai di hadapannya.


"Tutup Mulutmu Silas!!! Siapa yang mengajarimu berkata kasar seperti itu Hah!!! Masih baik Rong Bai menikahi Putri Liena dibandingkan Kau yang sudah membuat reputasimu jelek karena tingkahmu sendiri!!Ini semua sudah keputusanku dan kau tidak akan bisa mengubahnya". Kaisar Bai terlihat sangat marah mendengar Silas yang begitu kasar di depannya.


"Tapi Ayahh, Rong Bai dia lumpuhh.. Ayah kumohon... Aku akan menikahi Wang Feying sebagai selir dan Putri Liena sebagai Istri Sah ku". Ucap Silas bersikeras.


"Tidakkah kau malu Pangeran? dan apakah aku mau menjadi seorang Istri dari seorang yang bahkan suka bergonta ganti pasangan? Ayahku pun tidak akan merestuinya , apa kau mengerti pangeran?". Liena Sue pun kini angkat bicara akhirnya, dia merasa sangat Jengkel dengan Pangeran Silas yang tidak tahu malu bahkan walaupun kejadian itu sudah terjadi dia tetap saja ingin menikahinya.


Pangeran Silas mengepal erat tangannya, dia sangat marah karena di permalukan. Dia sangatlah marah pasalnya Ayahnya sangat mementingkan Rong Bai dari pada dirinya.


Dengan rasa kesal Silas pun segera pergi dari hadapan mereka untuk kembali ke kamarnya.


Sedangkan Kaisar Sue kini tengah bernafas lega melihat perjodohan itu tidak gagal karena Rong Bai.


"Kalau begitu mari kita kembali ke perjamuan dan aku akan mengumumkan perjodohan mereka". Ucap Kaisar Sue yang disetujui orang semua orang di dalam kamar.


"Apa kau sudah tidak apa apa Na'er?". Tanya Rong Bai.


"Aku baik baik saja Ah Rong".


"Kalau begitu mari kita kembali ke perjamuan".


Mereka akhirnya memutuskan kembali ke perjamuan tanpa memperdulikan Pangeran Silas dan Wang Feying.


Para tamu undangan kini pun kembali tenang setelah orang orang itu kembali. Di ujung acara Kaisar Sue mengumumkan perjodohan Antara Pangeran Bupati dari Negara Gu dengan Putri Liena.

__ADS_1


Semua tamu undangan merasa sangat antusias dengan pengumuman Kaisar Sue, Putra Mahkota Negara Sheng terlihat sangat tidak suka saat mendengar pengumuman tersebut.


"Ck, hanya di jodohkan belum menikah . Aku masih mempunyai kesempatan untuk mendekati Putri Liena". Gumam Zhao Wei.


Setelah pengumuman tentang perjodohan Liena dan Rong Bai, acara pun resmi selesai tepat tengah malam. Para Tamu undangan kembali ke kamar masing masing yang sudah di sediakan oleh Istana Kerajaan Ba.


....


Esok harinya, Kaisar Sue dan Kaisar Bai serta Para anak anak mereka kini tengah berkumpul di istana utama untuk membahas perjodohan.


Terlihat Pangeran Silas yang sedari tadi sangat tidak nyaman, bahkan ia selalu memasang wajah murungnya tanpa memperdulikan orang orang di sana.


"Pernikahan mereka akan di laksanakan tahun depan, dan pertunangan kami akan mencari tanggal terbaik segera. Bagaimana menurutmu Kaisar Bai?". Tanya Kaisar Sue.


"Tentu saja, aku akan setuju denganmu. Lalu bagaimana dengan kalian berdua?".Jawab Kaisar Bai


"Ayah, aku akan setuju dengan apapun keputusannya" .


"Bagus bagus... ". Ucap Kaisar Bai dengan bangga.


"Ayah, Yang Mulia. Sebelum menikah aku ingin memasuki akademi Langit Suang, kuharap kalian merestui niatku ini". Liena Sue segera bersimpuh di depan Kaisar Bai dan Kaisar Sue.


"Benar Yang Mulia, Kakak Biam Sue pun juga berada di sana. Aku hanya ingin mengasah kemampuan saja Yang Mulia".


"Bagus,, boleh boleh... Rong Bai nantinya akan ikut memasuki Akademi denganmu. Bagaimana pendapatmu Ah Rong?". Tanya Kaisar Bai.


"Tentu ayah, aku akan melindungi Liena Sue dimana pun ia berada".


"Bagus, hahah... Kalau begitu persiapkan diri kalian. Lusa adalah pendaftaran ke Akademi Langit Suang, jadi Rong Bai tidak perlu kembali ke Negara Gu dulu". Ucap Kaisar Sue


"Tentu saja Yang Mulia".


"Jangan panggil aku seperti itu, panggil saja Ayah. Kau sudah kuanggap sebagai anakku sendiri".


"Baik Ayah". Ucap Rong Bai.


Setelah selesai berbincang, Kaisar Bai dan yang lainnya segera undur diri karena hari ini mereka mendahului untuk kembali ke Negara Gu karena masalah Permaisuri dan Pangeran Silas yang akan melaksanakan Pernikahan.

__ADS_1


Dan beberapa tamu undangan sudah kembali ke rumah masing masing, hanya beberapa Yang masih tinggal untuk menikmati akhir musim semi di Negara Ba.


Rong Bai masih tinggal karena akan mendaftar di Akademi Langit.


Sedangkan Pangeran Silas di perjalanan kembali kini meminta Kaisar menghentikan kereta karena ia juga ingin memasuki Akademi Langit Suang seperti Eong Bai dan Liena Sue.


"Ayah Ayolahh, aku tetap akan menikahi Anak Jendral Wang tetapi bantulah aku memasuki akademi". Rengek Pangeran Silas .


"Baiklah , tapi setelah kau menikah. Aku akan memasukan mu dengan Istrimu juga" .


"Terimakasih Ayah". Ucap Pangeran Silas .


...


Liena Sue Tengah duduk di Gazebo di taman Istana Utama, ia tengah memainkan kecapi dengan sangat baik dan merdu.


Rong Bai yang melewati Gazebo itu tertarik dan kini menghampiri Liena yang tengah Asik memainkan Kecapi.


Rong Bai duduk di bangku seberang Liena Sue tanpa di sadari oleh Putri cantik itu.


Setelah selesai memainkan kecapi, Liena Sue segera membuka matanya dan kini menemukan Rong Bai yang tengah duduk tepat di depannya.


"Sejak kapan kau di sini Ah Rong?". Tanya Liena Sue.


"Sejak kau memainkan kecapi".


"Ohh". Singkat Liena sembari merapikan kecapinya dan kemudian dudum bersandar di pagar gazebo.


"Kenapa kau tidak berkemas? Bukankah nanti sore kita akan pergi ke Kota Suwan ?". Tanya Rong Bai.


"Aku sudah berkemas, kau tenang saja Ah Rong. Lalu bagaimana denganmu?".


"Tentu saja sudah".


Akademi Langit Suang berada di utara perbatasan negara Ba, Negara Gu dan Negara Luo . Tepatnya berada Di Kota Suwan , kota yang berdiri sendiri yang tidak ikut pada Kekaisaran manapun.


Kota Suwan terkenal dengan kota Kultivator kota yang besar setengahnya Negara Luo yang terkenal Negara Terbesar ke tiga setelah Negara Ba, karena hampir semua orang adalah kultivator. Bahkan petani di sana di wajibkan untuk berkultivasi, karena mereka berdiri sendiri dan tidak ingin di jajah oleh ketiga negara besar tersebut.

__ADS_1


Kota Suwan Juga sebagai penghasil Kultivator Tingkat tinggi karena alam di sana masih begitu asri dan banyak tutor hebat yang tinggal di Kota Suwan.


__ADS_2