Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Baihong


__ADS_3

Liena merasa gemas dengan burung hitam itu , pasalnya dia sangat merajuk saat Liena menganggapnya sebagai burung Biasa.


"Yahh terserah kau saja, mau kau Phoenix atau bukan. Kenapa kau ada di sini?".


"Ini adalah Rumahku". Jawab Burung itu dengan Sombongnya.


"Rumahmu? Lalu kenapa saat pertama kali aku datang kesini kau tidak muncul?".


"Itu karena Master belum membuat Kontrak dengan Giok Surgawi". Jawab Burung itu sambil bertengger di tanaman pendek di dekat Liena Sue.


"Pantas saja keadaan begitu berbeda, Oh ya siapa namamu?". Tanya Liena Sue.


"Namaku Baihong master".


"Baihong, Baihu. Ehh apakah kebetulan?". Gumam Liena Sue .


"Siapa itu Baihu?". Tanya Baihong.


"Itu adalah binatang kontrakku, Rubah berekor sembilan". Jawab Liena Sue.


"Apa dia berwarna Putih?". Tanya Baihong yang tiba tiba sangat berantusias.


"Ya, warnanya memang putih". Jawab Liena Sue dengan Santai.


"Master lebih baik semua binatang Kontrak master , masukkan saja disini mereka akan lebih kuat jika di sini. Kekuatan Spiritual yang banyak daripada di dunia luar".


"Baiklah aku akan memanggil mereka".


Liena Sue memanggil kedua binatang rohnya, setelah mereka muncul mereka bermain dengan Baihong .


Liena Sue menyudahi berendam nya kali ini, ia akan kembali ke Medan pertempuran . Namun sebelum keluar, Baihong memberikan beberapa Buah seperti apel kepada Liena Sue.


"Master, bawalah tiga buah ini. Nanti akan berguna".


"Terimakasih Baihong".


...


Di medan pertempuran Yu Yin dengan gesit memberikan Surat Liena Sue kepada Bian Sue , kemudian ia segera menarik Rong Bai dan memberitahukan apa yang di katakan Liena kepadnya.


Setelah kedua tugas selesai dia tidak ingin kembali ke benteng, melainkan membantu mereka menyerang Monster di depannya.


"Tunggu Yu Yin, kau tidak bisa gegabah langsung menyerang Raksasa itu. Kau harus menggunakan darah Liena supaya bisa melukainya". Teriak Silas memperingatkan.


"Tapi...".


"Pergilahh, darah Liena Sue sudah habis. Akan berbahaya jika kau di sini". Teriak Silas lagi.


Yu Yin segera berlari menjauh dari medan pertempuran, sebelum sampai di benteng tiba tiba satu batu besar melayang kearahnya .

__ADS_1


"Yinyin awass!!". Teriak Silas.


Batu itu kini menghantam bagian atas kanan benteng sehingga mengalami rusak cukup parah. Untung saja orang di atas benteng segera menjauh sehingga tidak terkena batu besar itu.


"Apa kau tidak apa apa?". Tanya Liena Sue.


"Liena, akhirnya kau kembali". Ucap Yu Yin.


Untung saja Liena Sue tepat waktu saat Batu itu hampir menghantam Yu Yin. Dia segera bergegas menyelamatkan sahabatnya itu.


"Minumlah air suci ini, dan kau akan menjadi lebih baik". Liema Sue memberikan botol porselen berisi air suci dari Ruang Dimensinya.


"Terimakasih". Jawab Yu Yin.


"Kau istirahatlah, Raksasa itu bukan tandingan mu ataupun yang lainnya".


"Baiklah, kau berhati hatilah oke".


"Tentu saja". Jawab Liena Sue kemudian terbang menuju Raksasa besar itu.


Namun setelah sampai di dekat Raksasa itu Liena malah tidak menyerang Raksasa itu melainkan memasuki Celah dari tubuh Raksasa Siwang itu yang ternyata mempunyai rongga terbuka sangat banyak.


"Liena, Adikk!!". Teriak Rong Bai dan Bian Sue bersamaan saat melihat Liena memasuki tubuh Raksasa itu.


Namun terlambat Liena Sudah memasuki Tubuh besar raksasa Siwang itu.


Duri diri itu seakan menghimpit Liena Sue yang mencoba masuk lebih dalam namun bukan Liena namanya jika ia tidak bisa melewatinya.


Liena Sue bertujuan menghampiri cahaya merah yang sepertinya adalah jantung dari Raksasa Siwang itu, ia mencoba lebih dekat namun sepertinya ada sebuah penghalang transparan yang menghalanginya.


Di luar, Raksasa Siwang yang merasakan dalam bahaya kini memukul mukul tubuhnya sendiri tanpa membalas serangan musuh yang berada di luar.


"Kenapa dia jadi memukul diri sendiri?". Gumam Bian Sue.


"Mungkin karena Liena di dalamnya". Sahut Rong Bai.


"Kalau begitu ini kesempatan kita yang masih mempunyai sedikit darah Liena , kita bisa memotong paling tidak kaki atau tangannya". Sambung Silas.


"Kau Benar Pangeran, kalau begitu mari kita selesaikan".


Mereka bekerja sama untuk menyerang kedua lengan Raksasa itu, mereka membagi dua kelompok untuk memotong kedua lengan Raksasa Siwang itu


Sedangkan di dalam tubuh Raksasa siwang , Liena Sue terlihat terombang ambing di dalam sana. Liena Sue berpegangan pada satu akar besar agar tidak terjatuh lebih jauh sehingga di Luar sana Dua kelompok itu berhasil memotong kedua tangan Raksasa Siwang itu hingga terdengar Suara jerit kesakitan yang teramat keras.


"Huhh mereka menggunakan kesempatan di waktu Yang Tepat". Gumam Liena Sue.


"Master.. Master". Teriak Baihong dari dalam Ruang Dimensi.


"Kenapa kau teriak teriak?".

__ADS_1


"Kenapa kau tidak menggunakanku untuk membantumu Master?". Tanya Baihong .


"Memang kau bisa apa?". Ucap Liena meremehkan.


"Jangan berpikiran aku hanya Burung kecil master, ingat aku Phoenix yang Maha Agung. Hanya saja aku masih terlalu kecil untuk bertransformasi". Rengek Baihong.


"Benarkah,".


"Aagggkk... Master kau menyebalkan. Padahal tadi saat kau berhadapan dengan Pemimpin Kultivator Jahat kau memperlihatkan samar samar Bayangan Phoenix di belakangmu. Padahal itu adalah aku".


"Ya sudah, cepat bantu aku menyingkirkan beberapa akar menjalar yang merepotkan ini". Ucap Liena akhirnya.


"Baik Master, lihatlah betapa hebatnya burung kecil ini". Ucap Baihong dengan sombongnya membusungkan dadanya yang kecil sehingga ia mendapatkan pukulan kecil dari Sang Master.


"Cepat sedikit, tunda kesombonganmu Baihong".


"Baik baiklah Master".


Baihong pun segera terbang di atas kepala Liena Sue kemudian menyembuhkan api cukup besar dari paruh kecilnnya sehingga dengan mudah menyingkirkan beberapa akar yang menghalangi jalan Liena Sue.


"Lihatlah betapa hebatnya aku Master". Ucap Baihong sombong.


"Yaya terserah kau saja, Ayo ikuti aku ke arah cahaya merah itu".


"Itu bukannya Jantung Raksasa ini Master?". Tanya Baihong.


"Kau benar, tapi aku tidak bisa mendekatinya karena ada penghalang tak kasat mata makanya aku jadi terpental menjauh lagi dan lagi". Jawab Liena Sue.


"Coba aku akan kesana dulu Master, aku akan memastikan Penghalang apa itu".


"Baiklah pergilah, dan tunggu aku di sana".


"Baik Master".


Baihong terbang lebih cepat meninggalkan Liena Sue sendiri menuju cahaya Merah itu, ia mengamati dengan seksama jika penghalang dari cahaya merah itu di buat oleh seseorang yang juga tertanam di tubuh Raksasa Siwang ini.


"Jadi selain jantung ini masih ada seseorang lagi?".


"Benar Master, bukankah tadi master sudah menyampaikan pesan jika kuncinya di Jiwa orang yang mengorbankan dirinya". Jelas Baihong.


"Lalu dimana letak tubuh orang tersebut?".


"Sepertinya ada di bagian Punggung Raksasa, jadi Master harus membunuh tubuh dan jantung ini bersamaan".


"Hmm bagaimana caranya?".


"Gunakan Kupu kupu Ziguang untuk mengurus Jantung Raksasa ini Master, dan aku akan membantumu menyelesaikan Tubuh itu. Hanya Ziguang yang bisa merusak Formasi Jantung ini". Jelas Baihong.


"Baiklah , Ziguang keluarlah. Mohon bantuannya". Ucap Liena Sue kemudian muncullah Kupu kupu Ziguang.

__ADS_1


__ADS_2