Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan telah tiba, Para pelayan tengah menyiapkan pakaian pengantin dan lainnya.


Liena Kini sudah selesai mandi dan ingin bersiap sendiri tanpa di bantu oleh para pelayan.


"Nona, bagaimana jika anda tidak bisa mengenakan sendiri?". Tanya Pelayan cemas.


"Kau tenang saja, aku sudah terbiasa sendiri. Setelah selesai kalian bisa meriasnya dan menyanggul rambutku".


"Baik Nona kalau begitu". Jawab Pelayan tersebut.


Liena Sue pun segera mengganti pakaiannya dengan cepat, dia sengaja mengenakan pakaian bertarung terlebih dahulu sebelum mengenakan gaun pengantin. Dia sengaja seperti itu agar bisa menyembunyikan senjata senjata tersembunyi nya dengan baik.


Setelah selesai, ia pun segera keluar dari bilik ganti kemudian duduk di meja Rias.


Para Pelayan dengan cekatan merias dan menata rambut Liena, setelah selesai mereka pun begitu antusias dengan hasil mahakarya mereka.


"Nona kau terlihat sangat cantik, dan benar benar seperti Ratu".


"Terimakasih, sayangnya aku menjadi Ratu seseorang yang tidak ku cintai". Jawab Liena Sue lesu.


"Kami mengerti nona, tapi Kaisar kami bersikeras ".


"Aku tahu, dan setelah selesai kuharap kalian bersembunyi seperti apa yang telah kuberitahukan kepada kalian sebelumnya". Ucap Liena Sue sembari berdiri.


"Tentu Nona,". Jawab mereka .


Sebelumnya Liena tengah memberitahu para pelayan yang ia percayai selama di istana Siluman tentang Kaisar mereka yang sebenarnya bukan kaisar sebenarnya.


Yuri kini yang menemani Liena Sue karena permintaan Sang Putri, Mereka keluar dari Kamar dan di iring menuju Tandu pengantin.


"Putri, Apa Kau tidak apa Apa?". Tanya Yuri.


"Aku baik baik saja, kau tenang saja". Jawab Liena Sue .


Pesta di selenggarakan begitu meriah, para Rakyat pun ikut bergembira. Tetapi mereka tidak mengetahui jika Kaisar mereka sekarang bukanlah kaisar Mereka sebenarnya.


Liena Sue menyibak tirai untuk melihat suasana di luar, terlihat para Menteri berjajar rapi menyabut mempelai Wanita. Sedangkan Kaisar yang juga mengenakan pakaian berwarna Merah kini tengah berdiri di depan Altar pernikahan.


Setelah Liena Sampai, Tandu Pun segera di turunkan . Yuri turun terlebih dahulu setelah itu ia membantu Liena Sue untuk turun dari Tandu.

__ADS_1


Sorak sorai penuh kebahagiaan pun terdengar, akan tetapi berbeda dengan orang orang yang bersiap Memberontak. Mereka terlihat datar tanpa ekspresi apapun.


Kaisar Gong Fai pun tersenyum melihat Liena Sue benar benar menerima pernikahannya, Ia menghampirinya kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu Liena Sue yang di tutupi kain di atasnya.


"Baik, bisa kita Mulai ". Perintah Kaisar.


Akan tetapi saat mereka akan sampai di atas altar sebuah anak panah melesat hampir mengenai Kaisar Gong Fai.


"Lindungi Yang Mulia!!!". Teriak Kasim.


Suasana Pun menjadi ricuh seketika, Para Prajurit di bawah perintah Rong Bai pun diam diam memberikan racun kepada para Prajurit bawahan Kaisar sehingga dalam waktu bersamaan mereka semua terjatuh dan mati.


"Apa apaan ini!!". Teriak Kaisar. membuat para tamu dan orang orang yang hadir berlari menyelamatkan diri .


"Lama Tidak Bertemu Kaisar". Terdengar Suara seorang Pria dari tengah Kerumunan .


"Kau!!!".


"Apa Kau mengenalku?".


"Kau salah satu Penjaga Itu!!". Ucap Kaisar Geram.


"Omong Kosong!!! Kau tidak akan bisa mengambilnya dariku!!".


"Ck coba tanyakan Calon istriku dia lebih memilih siapa".


"Cukup!! Penjaga tangkap orang itu , dan Bunuh saja di tempat". Perintah Gong Fai.


Beberapa Penjaga mengelilingi Rong Bai dengan Pedang di tangan masing masing, Akan tetapi Rong Bai malah tersenyum mengejek kepada Gong Fai.


"Kenapa Kalian hanya diam saja , Cepat bunuh Manusia itu!!". Teriak Gong Fai.


Para Prajurit itu malah berbalik mengacungkan senjatanya ke arah Gong Fai.


"Apa apaan ini!!".


"Itu memang pantas untukmu Heian". Ucap Seorang pria dari dalam kerumunan prajurit.


Setelah Orang itu benar benar muncul, banyak tamu undangan dan orang orang yang hadir terkejut . Mereka saling berbisik bahkan ada yang terang terangan berbicara .

__ADS_1


"Ka.. Kaisar ada dua". Ucap salah satu tamu.


"Bagaimana bisa...".


"Kenapa tidak bisa Heian? Apa kau kecewa aku tidak mati?".


Kaisar Gong Fai yang asli kini berjalan mendekati Gong Fai yang ternyata adalah Heian. Rong Bai melempar Jarum yang berisi ramuan khusus yang bisa membuat si penyamar menunjukkan wujud aslinya.


Setelah mengenai tepat di leher Heian, Wajah Yang sama dengan Kaisar Gong Fai itu berubah menjadi sosok Pria tampan lainnya hanya saja ada goresan panjang di wajahnya , dan kini ia berpakaian serba Hitam tidak seperti Kaisar Gong Fai Yang asli.


Aura Membunuh yang begitu kuat kini menyeruak di dalam diri Heian, tak lama kemudian Puluhan Pria bertopeng kini tiba entah dari mana kini mengelilingi Heian dan Liena Sue serta Yuri di dekatnya.


Heian yang sudah tersudut pun segera meraih Liena Sue untuk menjadi sandera, serta bawahannya juga menyandera Yuri.


"Kau tidak bisa membunuhku Gong Fai, walaupun kau bisa selamat tapi bukan berarti kau bisa merebut kembali apa yang sudah kumiliki dengan susah payah".


"Benarkah?, Kau mau pergi kemana? Istana sudah di kepung. Hanya dengan beberapa orang di sekitarmu , kau akan dengan mudah ku bunuh". Jawab Kaisar Gong Fai.


Para Tamu undangan yang memang awalnya sudah di berikan senjata, kini mereka juga mengacungkan senjatanya ke arah Heian.


"Aku sudah menduga jika hal ini akan terjadi, jadi tidak hanya kau yang sudah membuat persiapan. Tetapi aku juga sudah membuat persiapan Gong Fai". Ucap Heian dengan senyum mengejek.


Para Tamu undangan dan lebih dari separuh Prajurit kini terhempas angin yang begitu kencang, hingga yang awalnya penuh sesak kini hanya tersisa beberapa puluh orang saja termasuk Rong Bai dan Kaisar Gong Fai. Tak lama kemudian Heian merapal mantra Formasi untuk membuat penghalang di sekitar mereka. Untung saja Silas dan Yu Yin masih bisa menyusul Rong Bai sebelum tertutup Penghalang Transparan , Tak Hanya Silas dan Yu Yin beberapa Penjaga terkuat dari Gong Fai pun mengikuti.


Gong Fai tampak mengernyitkan dahinya saat melihat penghalang yang di buat oleh Heian itu, Setelah berpikir cukup lama ia pun terhenyak saat mengingat Formasi apa yang di gunakan.


"Formasi Penghalang Darah, Ini tidak Mungkin". Ucap Gong Fai.


"Hahahah, apa kau takut Gong Fai?". Tanya Heian dengan tawa yang menggelegar.


"Aku tidak pernah takut apapun". Jawab Gong Fai.


"Kalau begitu mari kita akhiri semua ini Gong Fai!!! Serang!!". Teriak Heian .


"Tentu Kami tidak akan Sungkan". Jawab Gong Fai.


Sedangkan Liena Sue tampak mencerna ucapan Gong Fai mengenai Formasi Penghalang Darah yang di maksud.


"Ohh tidak...Formasi Penghalang darah adalah Formasi terlarang, Mau menang atau kalah jika sudah berada di dalam penghalang itu semuanya akan mati bahkan hancur". Batin Liena Sue.

__ADS_1


Liena Sue tampak sedang mengamati arena pertarungan dan sesekali menoleh ke Arah Heian yang tengah menjadikannya sandera, hingga ia menemukan kalung berukirkan pedang dengan ular yang melilitnya sehingga Liena Tengah mengingat ingat sesuatu.


__ADS_2