
Setelah Kupu kupu Ziguang dalam posisinya, Liena Sue dan Baihong pun menuju tempat Tubuh orang yang mengorbankan Jiwanya.
"Ketemu". Ucap Baihong dan Liena Sue bersamaan.
"Penghalang lagi". Ucap Liena Sue sambil menghela nafas panjang.
"Master teteskan darahmu di pedangmu lalu kita tikam tepat di jantungnya, sepertinya Ziguang juga sudah siap dengan semuanya". Sahut Baihong.
"Baiklah, ayo kita selesaikan".
Liena Sue menggigit jarinya hingga mengeluarkan darah kemudian mengoleskan pada pedang bermata duanya.
Raksasa Siwang semakin gelisah saat semua kelemahan sudah di ketahui oleh musuh sehingga ia tidak bisa fokus menyerang Rong Bai dan Lainnya, melainkan mencoba menggoncang tubuhnya sekeras mungkin.
"Master, cepatlah. Raksasa Siwang ini sepertinya sudah menyadarinya, seharusnya kita lebih cepat".
"Dia bergerak begitu cepat apakah bisa tepat mengenai jantung?". Tanya Liena Sue ragu karena memang benar karena Raksasa Siwang kini mengguncang guncang tubuhnya.
"Yakinlah Master, jika tidak Raksasa ini akan menghantam tubuh kecil kita.. Cepatlah Master". Teriak Baihong.
"Tapi...". Singkat Liena Sue masih Ragu, namun apa yang di katakan Baihong benar Raksasa Siwang itu ingin merebahkan badannya dan menindih Liena Sue.
"Master sekarang!!!".
Liena Sue menutup matanya kemudian menghunuskan pedangnya menuju kedepan dengan kecepatan penuh sebelum dia benar benar akan tertindih dan menjadi sebuah acar remuk.
Sleppp.. Duarrr...
Raksasa itu ambrukk dan kemudian meledak menjadi serpihan akar akar kecil yang berterbangan dengan kepulan asap yang begitu tebal.
Rong Bai dan lainnya terlihat tengah mencari Sosok Liena Sue yang tadi memasuki tubuh Raksasa itu.
Setelah Kepulan asap menghilang kini terlihat sosok wanita yang masih dalam posisi menghunuskan pedangnya , kini terlihat melayang di udara.
Sorak sorai terdengar sangat jelas, Liena Sue perlahan membuka matanya. Dilihatnya orang orang tengah bersorak gembira karena keberhasilannya.
"Master kita berhasil ". Ucap Baihong yang bertengger di pundaknya.
"Kau benar , kita berhasil. Tapi di mana Ziguang?".
"Kupu kupu Ziguang sudah kembali ke Giok Surgawi Master". Jawab Baihong.
"Syukurlah, ehh tapi kenapa tubuhku merasa panas".
__ADS_1
"Master kau akan menerobos".
Benar apa yang di katakan Baihong, Tak lama kemudian Liena Sue benar benar menerobos ke tingkat yang tidak bisa di terobos oleh orang orang biasa.
Tahap Alam Roh Agung tingkat 1...
Tahap Alam Roh Agung Tingkat 2...
Liena Sue naik dua tingkat sekaligus setelah mengalahkan Raksasa Siwang itu. Sedangkan orang orang di bawah sana merasa kagum saat melihat ada orang yang bisa menerobos Alah Roh Agung.
"Gadis Hebat, dia berhasil menerobos ke tahap Apal Roh Agung".
"Dia memang Hebat, hanya titisan Dewa Dewi yang bisa menerobos Alam itu".
Guman Para Rakyat, Liena Sue kemudian turun menghampiri Bian Sue dan Yang lainnya. Namun sebelum ia menemui mereka, ia menemukan sosok Shili yang terkapar diantara akar akar yang berserakan.
"Liena, Kau mau kemana?". Tanya Bian Sue.
"Kakak, ada mayat di sana, sepertinya itu Adik Kaisar Bai". Jawab Liena Sue.
Kaisar yang mendengarnya juga ikut menghampiri tempat yang dimaksudkan Liena Sue.
Terlihatlah Sosok Shili yang terkapar sekarat tengah menatap mereka semua dengan tatapan yang penuh dengan kebencian.
" Bukan Urusanmu!! Yang terpenting aku sudah sedikit membalaskan dendam ibuku, aku akan mati tanpa punya penyesalan".Jawab Shili kemudian ia memuntahkan seteguk darah hitam kemudian ia menutup matanya.
"Tolong bawa mayat Pangeran Shili, dan aku akan memberikan pemakaman Yang Layak". Perintah Kaisar Bai.
"Baik Yang Mulia" .
Peperangan akhirnya Usai, Selir ketiga dan Pangeran kelima yang terlibat kini di hukum penggal. Banyak warga yang saling bergotong royong dengan Para prajurit Istana untuk membangun kembali rumah dan bangunan yang rusak akibat Peperangan itu.
Tak hanya itu saja, Kaisar kini menepati janjinya untuk memakamkan Shili dengan layaknya di samping makam Kaisar Tua.
Ia memberikan banyak sekali macam bunga untuk memberkati kepergian adiknya tersebut.
Setelah masa berkabung selesai dan semua bangunan sudah di perbaiki, Kaisar Bai kini mengadakan perayaan di setiap jalan ibukota.
Kali ini tidak di rayakan di dalam Istana karena ia ingin berbaur dengan Rakyatnya serta menebus kesalahannya selama ini kepada Sang adik.
Lampion lampion bergantungan, Lilin dan obor di tata sedemikian rupa. Ditambah Bulan penuh yang menghiasi langit malam di Negara Gu kini semakin membuatnya indah.
Kaisar , Liena Sue dan lainnya kini berada di Rumah makan terbesar di Negara Gu. Mereka memesan tempat itu khusus untuk para Keluarga Istana dan para Bangsawan.
__ADS_1
Namun Kaisar memilih duduk di meja Liena Sue dan Yang lainnya karena penasaran tentang cerita mereka semua.
Kedatangan Liena Sue dan Bian Sue sangat di sambut oleh Kaisar Bai, Mereka berdua kini juga menceritakan bagaimana mereka bisa berada di Istana tanpa menyapa Kaisar terlebih dahulu.
"Maafkan kami Yang mulia yang tidak memberitahu terlebih dahulu tentang kedatangan kami". Ucap Bian Sue.
" Tidak apa apa Pangeran Mahkota, jika kalian memberitahuku maka Rencanannya akan berbeda bukan? Yang terpenting sekarang kita sudah selesai dalam peperangan itu. Dan aku akan mengumumkan tanggal pernikahan Rong Bai dan Putri Liena Sue, setelah itu baru Silas dan Nona Muda Yu". Jelas kaisar Bai panjang lebar.
"Bukankah masih tahun depan Ayah?". Tanya Rong Bai.
"Aku akan mempercepat semuanya, walaupun kalian nanti sudah menikah kalian juga masih bisa datang ke Akademi".
"Tapi Yang Mulia, Kakak hamba belum menikah. Alangkah tidak sopan jika hamba menikah terlebih dahulu". Sahut Liena Sue.
"Benarkah begitu Pangeran Mahkota?". Tanya Kaisar Bai.
"Itu.... sebenarnya.... kemarin waktu aku pulang dari Akademi, Ayah sudah memberikanku dekrit pernikahan". Jawab Bian Sue sambil malu malu dengan wajah yang merona.
Liena terlihat terkejut, kemudian ia mendekati wajah Sang kakak untuk mencari jawaban.
"Pantas saja kau terlambat membawa bala bantuan... Kakak, katakan siapa calon Putri Mahkota itu?". Tanya Liena Sue.
"Itu... ".
"Kudengar Guru Ji yang menjadi mempelai wanitanya". Sahut Yu Yin tak kalah antusias.
"Benarkahhh". Tanya Liena Sue.
" Ya". Jawab Bian Sue lirih.
"Baguss, kalau begitu kapan rencana pernikahannya Pangeran?". Tanya Kaisar Bai.
"Tanggal enam belas bulan depan Yang Mulia". Jawab Bian Sue.
"Kalau begitu biarlah adikmu tanggal akhir bulan depan". Ucap Kaisar .
"Ayahh, bagaimana denganku?". Tanya Silas.
"Kau , nanti akan kucari kan ku tanggal cantik Silas". Jawab Kaisar Bai sambil memakan kue optamus di depannya.
"Huh ayah tetap saja Pilih kasih". Rengen Silas berpura pura marah, namun malah membuat Kaisar Bai tertawa melihat putranya begitu kekanak kanakan .
Setelah hidangan di sajikan merekapun segera menyantap tanpa sisa sembari bertukar cerita satu sama lain.
__ADS_1
Sedangkan di Luar sana Terlihat para warga yang begitu menikmati acara dan sesekali memberi salam kepada Kaisar dan Yang lainnya.