Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Sadarnya Dewi Yuna Yuwen


__ADS_3

Dewi Yuna Yuwen mengerjapkan matanya perlahan, Silau suasana di ruangan membuatnya menutup kembali untuk menyesuaikan. Ketika ia membuka mata yang kedua kalinya, pertama kali yang ia lihat adalah Sosok gadis cantik yang sangat mirip dirinya.


Tak lama kemudian datanglah sosok sosok asing di mata Dewi Yuna Yuwen.


"Siapa kalian? dan aku dimana?". Tanya Dewi Yuna Yuwen.


"Apa kau tidak mengenal kami?". Tanya Tetua Pertama.


Dewi Yuna pun menggelengkan kepalanya dengan bingung.


"Bisa jelaskan apa yang terjadi?". Tanya Dewi Yuna.


Tetua Pertama pun duduk di sebelah Yuna Yuwen dan mulai bercerita. Yuna Yuwen tampak mengeluarkan air mata setelah mendengar cerita Tetua Pertama. Dewi Yuna pun memandangi sosok gadis yang begitu mirip dengannya kemudian memeluknya dengan erat.


"Li Na, Akhirnya kita bertemu lagi". Ucap Dewi Yuna sambil menangis.


"Ibu...". Sahut Liena yang ikut menangis.


"Apa kau sudah mengingat kami semua Dewi?". Tanya Tetua Pertama.


Dewi Yuwen pun melepaskan pelukannya dengan Liena kemudian memandangi satu persatu orang orang yang berada di sana.


"Entahlah , kepalaku sangat sakit. Aku mengingat semua yang ada di Dunia Dewa tapi tidak dengan orang orang di sini". Jawab Dewi Yuwen.


"Sudahlah , Dewi ingat ingat semua dengan perlahan saja jangan terlalu memaksakan. Yang terpenting Sekarang Dewi sudah sadar sepenuhnya dan bisa melihat kami kembali".


"Benar Tetua Pertama, Ahh Kau gadis sepertinya kau memang anak Perempuanku di kehidupan lalu. Walaupun aku tidak bisa mengingat, Rasa batin yang kuat bahwa kau adalah anakku jadi kemarilah Ibu ingin memelukmu lagi". Ucap Dewi Yuna merentangkan tangannya menyambut pelukan Liena Sue.


"Aku senang ibu kembali, Mungkin karena ibu memberikan air mata kehidupan milik ibu jadi ibu tidak bisa mengingat kami". Sahut Liena Sue.


"Air mata kehidupan?".


"Iya, Ibu memberikannya kepadaku dan Kepada Dewa Bai sehingga ibu hanya tersisa butiran Jiwa Yang lemah". Jelas Liena merasa bersalah.

__ADS_1


"Tidak apa apa, kita mulai dari awal okey. Oh ya Ibu belum tahu namamu di kehidupan barumu ini sayang".


"Namaku Liena Sue anak dari Kaisar Sue Negara Ba, Dan ini Suamiku Rong Bai Rengkarnasi Dewa Perang Bai Rong Dia Putra Mahkota Negara Gu anak dari Kaisar Bai".Terang Liena Sue.


"Baiklah aku akan mengingatnya, Lalu yang ini?". Tanya Dewi Yuna sambil menunjuk Gong Fai .


"Ini adalah teman kami, Dia Kaisar Siluman namanya Gong Fai Ibu".


"Oo, Salam Kenal kalau begitu". Sahut Dewi Yuna.


Tak Lama kemudian setelah kesadaran Dewi Yuna kembali, Datanglah Dewa Takdir bersama Dua orang Pria yang terlihat familiar di mata Dewi Yuna.


"Kau sudah berhasil Tetua?". Tanya Dewa Takdir sehingga membuat semuanya menoleh ke arah asal Suara.


"Ini.....?". Tanya Kaisar Langit terkejut melihat Orang orang di depannya .


"Salam Yang Mulia , Salam Dewa Takdir. Kami telah berhasil membangkitkan Dewi Yuna, Dan orang orang ini mungkin tidak asing di mata Yang Mulia". Jawab Tetua Pertama.


Liena terlihat begitu ketakutan kemudian bersembunyi di lengan Dewi Yuna, Dewi Yuna yang telah mengetahui fakta bahwa di kehidupan lalu Sang kakak tidak menyukai Anaknya ia pun segera berdiri dan menutupi Liena di balik lengan bajunya.


"Liena? Maksudmu Li Na? Maaf jika aku menakutinya.. Aku tidak bermaksud seperti itu". Ucap Kaisar Langit merasa bersalah.


"Huh, bukankah dulu kau sangat tidak suka dengan Putriku". Dengus Dewa Yuna Kesal.


"Maaf, Itu semua salahku".


"Sudahlah, Bibi ayah merasa bersalah dengan kejadian masa lalu. Dan kini ia datang bukan untuk mengganggu adik melainkan untuk meminta maaf". Sela Kai Yuwen.


"Baguslah , Kalau kau tahu salah". Sahut Dewi Yuna hingga membuat Kaisar Yuwan tidak bisa menjawab keluhan adiknya itu.


"Adik, Tidak perlu bersembunyi. Kami tidak akan mencelakaimu". Ucap Kai Yuwen, Hingga Liena kini berani menampakkan dirinya lagi namun masih saja menggandeng tangan Sang Ibu dengan erat.


"Apa tujuanmu kemari kakkak?". Tanya Dewi Yuna kepada Kaisar Yuwen.

__ADS_1


"Aku... Aku ingin menjemputmu dan putrimu serta Dewa Perang Bai jika berkenan". Jawab Kaisar Yuwen.


"Maaf Sebelumnya Yang Mulia, Tapi Aku dan Liena baru saja menikah dan kami sudah memutuskan untuk tinggal di Dunia Fana saja di bandingkan Di Alam Dewa jadi kami tidak bisa iku kalian karena kami sudah mempunyai Keluarga baru yang harus kami lindungi". Ucap Rong Bai.


"Tapi, Kalian adalah Dewa". Sahut Kaisar Yuwen.


"Biarkan saja, Itu pilihan mereka. Kau tahu kakak mereka kini sudah mempunyai kehidupan lain di Dunia manusia punya keluarga lain jadi kita tidak boleh memaksakan". Ucap Dewi Yuwen menengahi.


"Tapi...". Belum sempat menjawab kini di jawab lagi oleh Rong Bai.


"Aku tahu Niat Baik Yang Mulia, Tapi kami menyukai kehidupan saat ini. Di kehidupanku yang dulu aku hidup sendiri karena Seluruh keluargaku ikut mati dalam perang dengan Bangsa Iblis, Jadi Yang Mulia kami di sini memiliki Keluarga Yang sangat menyayangi kami". Ucap Rong Bai.


"Baiklah aku tidak akan memaksa jika itu adalah keputusan kalian, Sebelumnya aku meminta maaf kepada Kalian berdua karena kelalaianku kalian jadi terbunuh dan harus berengkarnasi menjadi Makhluk fana".


"Tidak apa Yang Mulia, kami memaafkan anda". Sahut Liena Sue dengan Tulus.


Kaisar Yuwen pun terharu hingga mengeluarkan air matanya karena terharu. Mereka pun segera berpisah karena Waktu penyerangan Dewa Xiang dan Para Iblis akan berlangsung Besok malam jadi Kaisar Yuwen dan Kai Yuwen harus segera kembali.


"Yuna, Lebih baik kau di sini terlebih dahulu. Setelah Perang selesai kau bisa keluar dan kembali pulang". Ucap Kaisar Yuwen.


"Perang? Perang Apa Kak?". Tanya Yuna Yuwen kebingungan.


Kai Yuwen Yang sigap pun menceritakan apa Yang terjadi kepada Bibinya itu secara Perlahan, Hingga akhirnya Dewi Yuna pun mengerti dan memilih menuruti Sang Kakak.


Setelah Perbincangan singkat itu mereka pun segera berpisah, Liena Dan yang lainnya ikut berpamitan dengan Sang Dewi Agung karena mereka masih dalam waktu pengantin baru dan belum bisa pergi terlalu jauh dan lama.


awalnya Dewi Yuna tidak melepaskan mereka terutama Liena namun ia pun akhirnya mengalah karena memang mereka baru saja menikah.


Liena dan lainnya di antarkan Tetua Bao karena memang hanya dia dan Tetua Pertama yang mempunyai token masuk selain Dewa Takdir.


"Terimakasih Tetua, Tolong Jaga Dewi untuk kami. Jangan katakan padanya jika kami harus membantu Kaisar Langit untuk menyingkirkan Pemberontak itu". Ucap Liena Sue.


"Kalian Tenang saja aku akan menjaganya bersama Tetua Pertama". Jawab Tetua Bao.

__ADS_1


"Kalau begitu kami pamit Tetua".


"Hati hatilah".


__ADS_2