Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Senjata makan tuan


__ADS_3

Liena Sue menyegel separuh tenaganya agar terlihat lemah saat di temukan orang orang itu.


Tak lama kemudian Mereka akhirnya tiba di Kamar tamu tersebut. Betapa terkejutnya Kaisar Bai begitu juga orang orang yang mengikuti mereka saat melihat Pangeran Silas tengah Bergaul tanpa malu dengan seorang gadis .


"Apa yang kalian lakukan? Dimana Putriku?!!". Teriak Kaisar Sue membuat kedua sejoli itu terkejut bukan main.


Pangeran Silas pun tersadar dan segera menoleh pada sosok gadis di depannya, berharap Liena Sue tapi ternyata Wang Feying. Sehingga ia pun menjadi marah seketika.


"Yang Mulia, Ayah , aku bisa jelaskan". Ucap Pangeran Silas.


"Cepat cari Putriku ". Perintah Kaisar Sue kepada bawahannya tanpa peduli dengan Silas.


"Jelaskan Silas!!". Bentak Kaisar Bai.


Pangeran Silas segera berpakaian sembrono dan segera menjawab pertanyaan sang Ayah, sedangkan Wang Feying tengah menangis tersedu sedu.


"Ayahh aku bisa jelaskan , ini tidak seperti yang kalian lihat".


"Ck, kalian dengan terangnya mendesah dengan begitu keras dan jelas, apa itu tidak di sengaja?". Ucap tamu undangan lainnya.


"Yang Mulia, Putri Liena tengah pingsan di ruang ganti". Ucap pelayan yang ditugaskan mencari Liena Sue.


"Bawa dia ke kamar tamu sebelah, dan uruslah urusan Keluargamu Kaisar Bai. ". Ucap Kaisar Sue sembari menepuk pundak Kaisar Bai yang masih terkejut.


"Baiklah, kau urus putrimu. Setelah sadar aku akan bertanya apa yang terjadi, dan maaf mengacaukan acara besarmu". Ucap Kaisar Bai.


"Tidak apa, ini hanya kecelakaan, Kalau begitu aku keluar dulu . selesaikan dengan baik".


Kaisar Bai pun hanya mengangguk lesu, Dia berjalan perlahan mendekati Silas dengan menghela nafas berat.


"Berdirilah, Dan kau pakai bajumu. Kita harus menyelesaikan semua ini segera". Perintah Kaisar Bai yang kemudian duduk di kursi bundar yang berada di sebelah kanan ranjang.


Pelayan mengambilkan teh untuk di minum Kaisar Bai, dia menunggu dengan sabar kedua Insan yang tengah memakai pakaiannya dengan benar.


Kedua orang itu pun segera duduk di kursi yang tengah di sediakan, keduanya tertunduk malu dan tidak ada di antara mereka yang memulai pembicaraan hingga Kaisar Bai kini mau tak mau memulainya dengan nafas berat.


"Siapa Namamu?". Tanya Kaisar Bai kepada Wang Feying.


"Wang Feying Yang Mulia". Jawab Wang Feying masih saja tertunduk.

__ADS_1


"Nona muda Wang Ya, Putri dari Jendral Wang".


"Iya Yang Mulia".


"Ayah....". Pangeran Silas pun terhenti ketika Sang Ayah mengangkat tangannya tanda ia tidak diijinkan untuk bicara.


"Kirim surat kepada Ayahmu, setelah kembali dari Negara Ba aku akan menikahkan kalian berdua. Dan untuk perjodohan Kau dengan Putri Liena, aku tidak bisa menjanjikannya lagi Silas. Biar mereka yang menentukan, kau sudah membuat ku sangat kecewa". Jelas Kaisar Bai .


"Ayah tapi.. bukankah kau sudah janji...".


"Diam!!! Semua karena kau sendiri!! jadi atau tidaknya Putri Liena Sue yang akan menentukan". Bentak Kaisar Bai kepada Silas.


Pangeran Silas pun terdiam sembari mengepalkan tangannya hingga tak terasa kukunya menusuk telapak tangannya hingga berdarah. Dia mengutuk Wang Feying yang tengah tertunduk lesu di hadapan sang Ayahnya.


"Aku tidak menerima penolakan dari kalian, dan jika kau menolak Silas, posisi Permaisuri ibumu akan ku turunkan". Ancam Kaisar Bai yang kemudian segera bangkit untuk kembali ke perjamuan .


"Baik Ayah". Jawab Pangeran Silas dengan Lesu.


Kaisar Bai pun segera pergi meninggalkan kedua Insan tersebut, memberi waktu mereka untuk saling berbicara.


"Katakan padaku, kenapa tiba tiba kau yang ada di atas ranjang?". Tanya Pangeran Silas dengan wajah datar.


"Pasti ada seseorang yang mengetahui rencana kita, Sudahlah . Aku akan menikahimu nanti setelah kita kembali". Ucap Silas yang kemudian pergi meninggalkan Wang Feying sendirian.


"Aaagghhh, kenapa rencanaku gagal lagii". Wang Feying kini merutuki dirinya sendiri dengan kesialan yang menimpanya.


Dia memutuskan menulis surat untuk sang Ayah tentang apa yang ia alami dan tentang rencana pernikahannya dengan Pangeran Silas.


"Aku harus kembali ke penginapan,". Gumam Wang Feying yang kemudian berkemas untuk kembali kepenginapan.


Sedangkan di kamar sebelah terlihat Liena yang tengah duduk di temani oleh Sang Ayah, Bian Sue dan juga Rong Bai.


Bian Sue dan yang lainnya kini tengah menunggu Liena bercerita tentang apa yang terjadi kepada mereka. Merasa ketiganya menunggu Liena pun segera menceritakan semuanya dengan mereka terutama Bian Sue yang sangat penasaran tentang apa Yang terjadi.


Untung saja Rong Bai membuat pelindung agar tidak terdengar dari luar Kamar. Jadi Liena dengan leluasa menceritakan semuanya tanpa ragu.


"Jadi seperti itu, Huhh licik sekali Silas itu. Tapi sukurlah dia mendapatkan senjata makan tuan sendiri hahahaja". Ucap Bian Sue yang kemudian tertawa mendapati kesialan dua Insan tersebut.


"Yahh, itu balasan setimpal bukan". Liena mengangkat bahunya dan segera duduk bersila untuk membuka segel tubuhnya.

__ADS_1


Setelah selesai membuka segel Rong Bai memberanikan diri berbicara dengan Kaisar Sue , dia tiba tiba berlutut di depannya hingga Kaisar Sue sedikit bingung dan Kikuk.


"Kenapa kau berlutut Pangeran Rong? Apakah kau sudah sembuh dari kelumpuhanmu?". Tanya Kaisar Sue.


"Maaf sebelumnya Yang Mulia, saya sudah sembuh semua karena bantuan putri anda. Dan saya ingin meminta ijin kepada anda, bolehkah anda memberikan Pernikahan Saya dengan Putri anda Yang Mulia".


Kaisar Sue terlihat tertawa saat melihat kegigihan Rong Bai di depannya. Rong Bai adalah teman masa kecil Liena dan juga orang yang membuat Putrinya jatuh kepada Pria tampan di depannya sehingga dia dengan senangnya menerimanya tanpa beban.


"Tentu, pertama kau harus meminta restu ayahmu. Jika sudah sama sama setuju, aku akan mengeluarkan Dekrit pernikahan".


"Terimakasih Yang Mulia". Rong Bai pun segera bangkit dan membuka Segel yang ia pasang.


Liena Sue tampak tertegun dan tidak bisa berkata apa apa di depan ketiga orang tersebut. Hingga tanpa di sadari Kaisar Bai memasuki kamar untuk sekedar bertanya dengan Liena Sue.


"Bagaimana Putrimu Kaisar Sue?". Tanya Kaisar Bai.


"Cukup baik, Bagaimana dengan Putramu?".


"Aku memutuskan memberinya pernikahan, Putri Liena bisakah kau menceritakan apa yang terjadi?". Tanya Kaisar Bai yang kemudian duduk di dekat Kaisar Sue.


"Tentu Yang Mulia".


Liena pun menceritakan cerita yang tentunya sedikit ia modivikasi sehingga membuat Kaisar Bai percaya sekaligus bersyukur pasalnya jika putranya menikahi Putri Liena sudah di pastikan dia akan tersiksa .


"Untuk perjodohan sepertinya kita batalkan saja, dan kau bebas memilih suami Putri". Ucap Kaisar Bai yang kemudian tersenyum lembut kepada Liena.


"Apa Kau Yakin Kaisar Bai? Lalu bagaimana dengan perjanjian antar negara kita?" Tanya Kaisar Sue berpura pura , yang sebenarnya dia sebenarnya merasa lega dengan keputusan Kaisar negara Gu itu.


"Tidak Apa, kita bisa melakukan dengan cara lainnya".


"Ayah, kalau begitu kau ganti saja pangeran yang akan kau jodohkan dengan Putri Liena". Ucap Rong Bai datar.


"Apa Maksudmu Ah Rong?". Tanya Kaisar Bai bingung.


"Bisakah aku menikahinya Ayah?". Tanya Rong Bai malu malu.


"Apa kalian sudah saling kenal?". Tanya Kaisar Bai sedikit cerah.


Mereka berdua mengangguk dengan mantap, sehingga membuat Kaisar Bai tertawa lepas mendengarnya diikuti Kaisar Sue yang juga sangat senang.

__ADS_1


__ADS_2