Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Bertemu lagi


__ADS_3

Rombongan para Pangeran Negara Gu kini beriringan memasuki Gerbang Istana, Untung saja Pangeran Silas dan yang lainnya tidak memperhatikan keberadaan Liena Sue. Tetapi tidak dengan Rong Bai yang sedari awal sudah menyibak tirai untuk melihat kekasih masa kecilnya itu.


Saat memasuki gerbang, tatapan mereka berdua bertemu. Ada desiran di jantung mereka, rasa rindu membuncah di masing masing dari mereka.


Wajah Liena yang semakin merona membuat Sang Kakak penasaran dengan apa yang membuat adiknya merona.


"Hei, kenapa wajahmu memerah Na'er?". Tanya Putra Mahkota kepada Liena.


"Ehh, tidak kak. Sudah ayo kita ke dalam, para tamu sudah semuanya tiba kann". Ucap Liena mengalihkan pembicaraan.


Sedangkan Bian Sue malah terkikik geli melihat sang adik salah tingkah seperti itu.


"Oh ya, bukankah saat ulang tahun ayah nanti Kau akan di jodohkan dengan Pangeran Negara Gu? Apa kau sudah tahu ciri cirinya?". Tanya Bian Sue .


" Aku malas membahas itu, yah nanti kau juga akan tahu sendiri dan nilailah sendiri". Jawab Liena yang kemudian mempercepat langkahnya menuju Istana Utama.


"Heiii Na'er,, kau menyebalkan.. ". Teriak Bian Sue yang kemudian segera menyusul Liena Sue yang sudah terlebih dahulu berjalan.


Tamu undangan kini tengah duduk di meja yang tengah di sediakan, walaupun acara masih dua hari lagi tetapi suguhan camilan dan makanan lainnya kini sudah banyak dan bervariasi.


Liena Sue dan keluarga Sue lainnya kini duduk berseberangan dengan para tamu undangan, Meja mereka tepat di depan Meja Kerajaan Gu membuat Pangeran Silas dan yang lainnya terkejut Melihat Liena yang bergabung dengan keluarga Kekaisaran Negara Ba tetapi tidak dengan Rong Bai tang sudah mengetahuinya dahulu.


"Ibu, bukankah itu Nona Liena, Lalu kenapa dia berada di meja Keluarga Sue?". Tanya Pangeran Silas kepada Sang Ibu.


"Entahlah, Jika dia memang keluarga Kerajaan kau harus mendekatinya. Karena Kaisar Sue mempunyai Pasukan Terkuat dari negara Lain. Dan dengar dengar anak anak Kaisar Sue semua berbakat dalam Kultivasi". Bisik Ibunya.


Pangeran Silas pun mengangguk tanda mengerti, Kali ini ia akan menargetkan Liena walaupun dia nanti akan di jodohkan dengan Putri Negara Ba.


"Selamat datang untuk tamu undangan yang berkenan menghadiri Acara sederhana ini. Hari ini para pelayan akan mengantarkan kalian semua ke Kamar yang telah disediakan, dan semoga kalian betah di Negara Kami ini". Ucap Kaisar Sue.


"Terimakasih Yang Mulia, Saya mewakili Para tamu undangan dengan hormat mengucapkan terimakasih". Ucap Kaisar Bai dari kerajaan Gu .


(Buat yang nanya Nama Panjang Pangeran Silas adalah Silas Zixin, marga Zixin diambil dari marga ibunya Jiao Zixin)


Terlihat Rong Bai dan Liena Sue sedang curi curi pandang, semua itu tak luput dari perhatian Kaisar Sue yang sedari tadi memperhatikan Rong Bai karena mengingat rencana Putrinya.

__ADS_1


Di meja Lain, Putra Mahkota dari negara Sheng pun juga tengah memandang Liena Sue tanpa berkedip. Dengan mode menyangga kepala dia senang hati memperhatikan Gadis cantik yang berada di seberangnya.


Adapun para pangeran dan Putri dari berbagai Negara tengah curi curi pandang dengan Para Pangeran Dan Putri Negara Ba yang terkenal dengan ketampanan dan kecantikan mereka .


"Hmmm, sepertinya anak anakku akan menemukan jodoh masing masing Hari ini". Gumam Kaisar Sue dalam hati sembari tersenyum lebar.


Kaisar Sue memerintahkan kepada Ratusan pelayan untuk mengantar para tamu menuju Kamar masing masing.


Para Pangeran Dan Putri Negara Ba pun segera kembali ke kediaman masing masing begitupun dengan Liena Sue.


"Na'er, apa kakakmu ini boleh mampir Ke Istanamu? ada sesuatu yang ingin Gage mu ini bicarakan". Tanya Pangeran Bian Sue.


"Tentu, Jangan lupa kau bawa camilan sendiri. Di Istanaku camilan sangatlah langka". Jawab Liena sambil cekikikan.


"Dasar tukang makan". Pangeran Bian Sue pun menoyor kepala Liena yang kemudian mereka berdua tertawa terbahak bahak bersama.


Liena dan Bian kini tengah berjalan diikuti pelayan masing masing menuju Istana Anggrek tempat tinggal Liena yang berada di sebelah Utara dekat Perpustakaan Negara dan juga pastinya dekat dengan Kamar tamu yang di tinggali Keluarga Negara Gu dan Negara Sheng.


Di tengah Perjalanan mereka berdua bertemu dengan Putra Mahkota Negara Sheng yang tengah berbincang dengan Saudaranya.


"Salam Putra Mahkota Negara Ba, Salam Putri". Sapa Putra Mahkota itu.


"Kalau begitu, Perkenalkan Aku Zhao Wei dari Negara Sheng dan ini adikku Yuwen Wei". Ucap Pangeran Zao Wei sembari mengulurkan tangannya.


"Salam Kenal". Jawab Liena Sue menjabat tangan Pangeran Zhao Wei.


"Kalau begitu, Pangeran Zhao Wei dan Pangeran Yuwen Wei silahkan menikmati suasana Istana kami. Jika anda lelah beristirahatlah , Kami ada suatu urusan jadi kami pergi dulu". Kata Bian Sue berpamitan dengan sopan.


"Baiklah, Senang bertemu dengan Kalian".


Liena Sue dan Sang kakak pun segera meneruskan langkahnya yang tertunda menuju Istana Anggrek.


Percakapan mereka ternyata di perhatikan oleh Rong Bai yang sebenarnya tak jauh dari tempat mereka berbincang, tetapi dia hanya memperhatikan dan tidak mau menyapa Pangeran dari Negara Sheng itu.


"Aku tidak akan membiarkanmu tertarik dengan Wanitaku Zhao Wei". Gumam Rong Bai dari dalam Hati.

__ADS_1


"Mark, ikuti Putra Mahkota Dan Liena". Perintah Rong Bai.


"Baik Yang Mulia".


Mark pun mendorong kursi Roda Rong Bai menuju Istana Anggrek untuk menyusul kedua kakak beradik itu.


Karena Jarak Istana Anggrek tidak terlalu jauh dari Kamar tamu sebelah utara maka dengan mudahnya Mark dan Rong Bai sampai di depan pintu Istana yang tengah di jaga dua pengawal berbadan kekar.


"Salam Yang Mulia". Sapa Pengawal itu.


"Apa Putri anda ada? Katakan Rong Bai ingin menemuinya". Tanya Rong Bai.


"Ada Yang Mulia, silahkan masuk ". Ucap Penjaga itu mempersilahkan Masuk .


"Terimakasih".


Mark dan Rong Bai pun memasuki Istana Anggrek, mereka di antar pelayan menuju Gazebo dekat kolam ikan yang ternyata sudah ada dua orang yang tengah duduk berbincang di sana.


"Yang Mulia, Putri Kami sedang berada di sana dengan Putra Mahkota. Pelayan ini hanya bisa mengantar Yang Mulia sampai disini". Ucap Pelayan itu lalu membungkuk pamit undur diri .


"Lama tidak bertemu Kakak Bian". Ucap Rong Bai mengagetkan dua orang yang tengah berbincang.


"Astaga, Rong Bai.. kemarilah ... sudah sangat lama kita tidak bertemu, mungkin saat kau kembali ke negara Gu". Bian Sue yang antusias.


"Terimakasih Kak Bian, Liena bagaimana Kabarmu?". Sapa Rong Bai lagi.


"Baik". Singkat Liena yang sudah merona merah.


Bian Sue yang paham kini malah tertawa terbahak bahak saat melihat adiknya merona merah.


"Jadi Rong Bai lah yang membuatmu merona". Ejek Bian sue yang malah menambah Liena semakin seperti kepiting rebus .


"Kakakkk....!!!". Teriak Liena sue sembari mencubit pinggang kakaknya.


Rong Bai hanya tersenyum melihat tingkah kedua saudara di depannya yang sudah lama ia rindukan.

__ADS_1


"Kemarilah, mari berbincang. Yuri siapkan Teh untuk Yang Mulia". Ucap Bian Sue yang telah puas menggoda adiknya.


"Baim Yang Mulia".


__ADS_2