
Malam Hari...
Liena tengah duduk bersandar di jendela kamar, ia melihat langit yang kini terlihat jelas bintang bintang dengan bulan setengah di tengahnya.
Datanglah sosok pria bertopeng dengan menggunakan pakaian Biru tua yang tiba tiba masuk ke dalam Kamar Liena Sue.
" Lama tidak bertemu Putri". Ucap Pria itu.
"Wu... Kau ke Negara Ba?". Tanya Liena Sue dengan antusias.
"Tentu saja, aku merindukanmu. Apa kau tidak merindukanku?". Tanya Wu.
"Menurutmu?". Tanya Liena Sue dengan nada menggoda.
"Tapi kau sudah di jodohkan dengan Pangeran Bupati, jadi jika aku di temukan olehnya. Pasti aku akan di bunuh". Ucap Wu berpura pura sendu.
"Itu tidak akan terjadi, Ngomong ngomong kapan kau tiba di sini? dan kenapa kau bisa lolos dari penjagaan ketat di Istana?". Tanya Liena.
"Aku sebenarnya sudah lama tiba, hanya saja acara ayahmu baru saja selesai jadi aku baru bisa menemuimu Putri. Dan untuk penjagaan Istana, mereka sangat mudah di kelabuhi". Jelas Wu.
"Kau Sudah sangat terbiasa menyelinap kan?".
"Kau Pun tahu". Jawab Wu sembari tersenyum.
"Ngomong ngomong, kenapa kau terlihat begitu sedih?". tanya Wu.
"Ah Tidak, aku hanya lelah saja". Jawab Liena Sue .
"Kalau begitu beristirahatlah, aku akan pergi.". Ucap Wu yang tiba tiba mengecup kening Liena Sue dan kemudian pervi dengan cepat.
"Siapa kau sebenarnya Wu? Jika kau tau, sebenarnya aku menyukaimu. Dan aku ingin kau yang akan menikahiku. Tapi aku bingung bagaimana cara memberitahumu". Gumam Liena Sue yang kemudian pergi ke ranjang untuk beristirahat.
....
Pagi harinya, Putra Mahkota Negara Sheng dan rombongan berpamitan untuk kembali ke Negaranya . Dia sangat berharap bertemu Sang Putri saat dia berpamitan, akan tetapi Putri Liena kini masih tertidur nyenyak di kamarnya.
"Yang Mulia, kalau begitu kami pamit dulu. Dan terimakasih untuk perjamuannya". Ucap Zhao Wei .
"Sama sama, Kalian berhati hatilah.. Kalau ada waktu datanglah lagi Pangeran".
__ADS_1
"Tentu Yang Mulia".
Zhao Wei pun segera memasuki Keretanya dan kemudian pergi keluar dari Istana Negara Ba.
Dia sangat menyesal tidak bisa melihat Putri Liena Sue sebelum dia pulang.
"kenapa kau tidak mengantar tamu Putri?". Gumam Zhao Wei saat menyibak sedikit tirai keretanya.
"Kakak, kudengar Putri tertua Negara Ba nantinya akan pergi ke Akademi Langit Suang". Kata Pangeran kedua.
"Darimana Kau tahu berita itu?". Tanya Zhao Wei .
"Aku tidak sengaja mendengar para pelayan membicarakannya".
"Kalau begitu, setelah kita sampai di Negara Sheng aku akan meminta Ayah memasukkan ku ke Akademi itu juga".
"Tapi Bagaimana tugasmu menjadi Putra Mahkota kakak?".
"Kau tenang saja, hanya satu tahun. Dan aku akan kembali dengan kekuatan luar biasa untuk menjaga Negara Kita".
"Kalau begitu aku akan ikut denganmu kak".
Sore telah tiba, kereta yang akan membawa Liena Sue dan Rong Bai pun telah siap.
Perjalanan menuju Kota Suwan hanya menempuh sekitar satu setengah hari jika dari Istana Kekaisaran Ba. Tetapi jika dari Istana Negara Gu, mereka akan sampai berminggu minggu di Akademi.
Liena Sue pun kini menggunakan gaun pendek yang menurutnya enak di pakai, sekaligus berjaga jaga jika ada serangan tak terduga di perjalanan.
Sedangkan Rong Bai yang masih berada di atas kursi Roda kini di bantu Mark untuk menaiki Kereta. Ia belum siap mengekspose kesembuhannya, karena sebuah alasan tertentu jadi mau tidak mau dia harus menyembunyikannya .
Liena Sue membawa Yuri untuk membantunya di perjalanan, sedangkan Rong Bai tetap membawa Mark sebagai bawahan setianya.
"Putri, apakah semuanya sudah?". Tanya Yuri.
"Tentu saja sudah, aku sudah menyimpannya di Cincin spesial ku".
"Kalau begitu, masuklah Putri aku akan bersama Mark di depan". ucap Yuri sembari membantu Liena Sue memasuki Kereta yang sudah ada Rong Bai di dalamnya .
Liena Sue memasuki kereta dan tanpa sengaja ia melihat Sosok Rong Bai yang tengah bersandar di jendela dengan pose yang menurutnya sangat tampan.
__ADS_1
Karena merasa canggung Liena Sue pun segera duduk di samping Rong Bai dengan memalingkan wajahnya yang merona.
Tidak ada kata terucap dari Liena, ia memilih diam dan tidak memulai untuk mengobrol.
Rong Bai pun memalingkan wajahnya untuk melihat Liena Sue yang sudah berada di sampingnya. Dia tersenyum saat melihat tingkah Liena yang menurutnya menggemaskan, hingga ia pun tak tahan untuk mencubitnya.
"Aww, sakitt". Rengek Liena Sue.
"Salah mu Putri terlalu menggemaskan". Ucap Rong Bai diiringi tertawa kecil.
"Ishh menyebalkan".
"Hehehe, wajahmu sangat merah Na'er". Rong Bai pun terkekeh kemudian menarik Liena untuk duduk lebih dekat dengannya.
Kereta Liena Sue pun akhirnya berhasil keluar dari ibu kota dalam waktu sekitar dua jam. Sejauh ini tidak ada kendala apapun, dan mereka memilih beristirahat sejenAk di sebuah kedai makan kecil di sebuah desa dekat dengan perbatasan ibukota.
Mereka segera memesan makanan untuk makan malam yang sempat tertunda. Tanpa mereka sadari datanglah seorang pria dari balik punggung mereka dengan beberapa bawahan dan pelayannya.
"Kalian sungguh kejam, Meninggalkan Putra Mahkota sendirian". Ucap Bian Sue yang tiba tiba datang dari belakang Liena Sue dan Rong Bai.
"Kakak, duduklah mari makan malam bersama". Ucap Liena Sue.
"Huhh, kau selalu bisa membuatku tidak jadi marah". Rengek Bian Sue.
"Haha maaf kakak, Aku lupa kalau kau juga akan kembali ke Akademi". Liena Sue oun tertawa sembrono tanpa rasa bersalah.
Bian Sue tidak mempermasalahkannya kemudian ikut makan malam bersama adik dan calon adik iparnya.
Malam semakin larut, Rombongan Putri Liena tidak berniat beristirahat karena mengejar waktu sleksi yang akan di adakan lusa. Jadi mereka hanya akan beristirahat sebentar kemudian kembali melakukan perjalanan.
Bian Sue murid senior terbaik di Akademi Langit Suang, sebenarnya dia sudah lulus ujian. Hanya saja atas perintah sang Ayah, dia harus mengawasi sang adik yang baru akan memasuki Akademi.
Liena Sue yang awalnya sedang asyik melihat keluar jendela lambat laun merasakan matanya sulit untuk di buka dan akhirnya ia pun memejamkan matanya dengan menyandarkan kepalanya di pinggir jendela.
Rong Bai yang peka pun segera menarik Liena untuk tertidur di pangkuannya dan kemudian ikut tidur dengan tangan masih menggenggam erat tangan Liena.
Sedangkan Bian Sue dia tetap terjaga karena ia menunggang kuda sendiri, atau tepatnya memberikan Rong Bai dan adiknya waktu untuk bersama.
Langit malam semakin gemerlap karena ini adalah hari hari terakhir musim semi , membuat perjalanan lancar tak terkendala sama sekali.
__ADS_1
Para binatang Roh atau binatang buas pun tidak ada yang muncul untuk mengganggu perjalanan mereka, hanya suara binatang kecil yang menghiasi malam yang cukup sunyi ini .