
Iblis berbadan besar dengan wajah menyeramkan itu kini terlihat tengah menggerakkan tangannya seolah tengah memainkan benang pada Boneka.
Tidak hanya satu Iblis melainkan ada Dua iblis yang sama, Sehingga membuat Liena tertegun.
"Tidak perlu terkejut, kami akan membantumu". Ucap Kai Yuwen yang tiba tiba datang bersama Dewa Xiang Lian dan Rong Bai.
"Aku akan bersama istriku dan tentunya kalian berdua melawan Iblis yang lainnya". Ucap Rong Bai.
"Baiklah, Kalian berhati hatilah. Terutama Kau Rong Bai, jangan sampai Lienaku terluka". Sahut Kai Yuwen.
"Kau tenang saja". Ucap Rong Bai kemudian ikut duduk di punggung Baihu dan memegang tangan Sang Istri, Liena Sue yang masih bingung pun kini hanya terdiam tanpa bertanya ataupun berkata kata.
"Mereka sudah menikah?". Bisik Xiang Lian kepada Kai Yuwen yang sedang terbang di dekatnya.
"Yahh seperti yang kau lihat". Jawab Kai Yuwen.
"Kau berhutang penjelasan padaku Kai, Setelah selesai kau harus menjelaskan semua yang tidak ku ketahui".
"Tentu saja, aku akan menjelaskan semua Lian".
Mereka berdua pun akhirnya sampai di atas Iblis yang mengendalikan Serangga Beracun itu, Dengan kerjasama yang baik mereka segera menyerang dari dua arah berlawanan sehingga membuat Iblis itu terkecoh. Tak hanya di tempat Kai Yuwen dan Xiang Lian, Di tempat Liena Sue dan Rong Bai pun sama. Iblis yang geram karena gangguan dua orang yang terus melawannya.
Karena Fokus dari kedua iblis yang terpecahkan, Mayat mayat hidup itupun sedikit melemah sehingga berhenti menyerang Barak dari pihak Dewa.
Raja Iblis yang menyadari jika pasukannya mulai melemah pun segera mencari sumber masalahnya, Ketika ia menoleh kepada bawahan Iblis yang bertugas mengendalikan Serangga beracun ia pun terlihat geram di buatnya.
"Sial, kalian Dewa Si*l*n!!! Berani beraninya mengusik bawahan ku!!". Teriak Raja Iblis.
"Mereka bukan lawanmu , Lawanmu adalah aku". Ucap Kaisar Yuwen yang tiba tiba menghadang Raja Iblis .
"Cihh, kau masih sama sombongnya . Kita lihat saja nanti, Aku akan berhasil merebut Alam Dewa. Dan para Dewa akan tunduk kepadaku". Ucap Raja Iblis tak mau kalah.
"Kalau begitu buktikan ". Sahut Kaosar Yuwen yang kemudian memanggil pedangnya dan mulai menyerang.
Kaisar Yuwen yang selalu di atas rata rata membuat Raja Iblis Kuwalahan, pukulan pukulan telak mengenai setiap inci titik akupuntur nya sehingga membuat Sang Raja Iblis memuntahkan darah hitam dari mulutnya.
__ADS_1
Kaisar Yuwen dengan gagahnya berpakaian serba putih kini tengah berdiri di depan Raja Iblis sambil menopang tubuhnya dengan pedang. Entah ada sebuah keanehan ketika ia mendekati Raja Iblis.
Mata yang tiba berkunang kunang membuat Kaisar Yuwen terhuyung kesamping dan hampir jatuh, Untung saja masih ada pedang untuk menopang tubuhnya jadi ia masih berusaha untuk tetap berdiri.
"Kau... Kau meracuniku!!". Ucap Kaisar Yuwen Geram.
"Hahahahja, Kau benar Kaisar. Aku tahu kemampuanku tidak akan pernah bisa mengimbangimu jadi aku meracunimu lewat darahku". Ucap Raja Iblis.
Kaisar Yuwen dengan otomatis melihat bekas darah yang tadi menciprat di tangannya, Awalnya sebuah Noda darah kini berubah menjadi kulit yang tiba tiba membusuk karena terkena darah beracun itu. Kaisar Yuwen pun memuntahkan darah Hitam segera setelah dadanya di rasa sangat sesak dan sakit.
"Hahhaha lihatlah tubuhmu sudah tidak mampu menahan Racunku Kaisar.. Itu berarti Kau akan kalah dariku". Ucap Raja Iblis dengan bangganya, Ia pun berdiri dan berjalan mendekati Kaisar Yuwen bersiap untuk memenggal kepala Kaisar Para Dewa itu karena Kaisar Yuwen sudah di bilang sekarat karena racun pemberiannya.
Trang.....
Pedang Dari Raja Iblis tiba tiba ada yang menangkisnya dan membuat Iblis itu terpental puluhan meter.
"Kau tidak apa apa Kakak?". Tanya Wanita itu yang tak lain adalah Yuna Yuwen adik dari Kaisar.
"Yu.. Yuna kenapa kau kemari.. Ini terlalu berbahaya.. Cepat pergi".
"Tidak, Kau tidak sedang baik baik saja.. Aku harus membantumu". Ucap Yuna Yuwen sambil mengalirkan energi internalnya untuk mencegah racun itu menyebar.
Suara tepuk tangan dari Raja Iblis terdengar nyaring di telinga Yuna Yuwen dan Kaisar.
"Ternyata kau kembali Gadis cantik, Setelah ribuan tahun". Ucap Raja Iblis.
Yuna Yuwen tidak menghiraukan Raja Iblis sama sekali, Ia tetap mengalirkan energi Internalnya kepada Sang kakak.
"Percuma!! Racun itu tidak ada penawarnya... Kakakmu akan mati perlahan nantinya... ".
"Apa yang kau berikan kepada Kakakku Iblis Bodoh!!! Katakan!!". Teriak Yuna Yuwen sambil menangis.
"Emmm, Racun Kalajengking Akhirat mungkin". Jawab Raja Iblis dengan santainya.
Yuna Yuwen pun kaget mendengar racun yang mengenai Kakaknya, Pasalnya Racun Kalajengking Akhirat memang tidak ada penawarnya.
__ADS_1
"Lalu kau? Bagaimana bisa....".
"Aku? Hahh tentunya akupun akan mati setelah kakakmu mati. Paling tidak aku sudah membalaskan dendam semua keluargaku yang pernah kalian bantai terutama Kakakmu itu yang tega membunuh Ibuku yang masih mengandung adikku dalam usia kehamilan lima bulan. Ibuku sudah meminta pengampunan kepada Dewa jahat itu, Tapi apa!!! Kau malah memenggal kepalanya sehingga anaknya pun tidak tertolongkan". Ucap Raja Iblis panjang lebar dengan aura kebencian yang kuat.
Mendengar pengakuan Raja Iblis, Kaisar Yuwen samar samar mengingat kejadian yang di maksud dalam cerita dari Raja Iblis.
**Flasback On**...
" Cepat, Bunuh semua Keluarga kerajaan!!". Perintah Kaisar Yuwen yang masih cukup muda.
"Baik Yang Mulia!!".
Para Prajurit dan Dewa perang pun mencari setiap sudut Istana Iblis , Mereka membantai siapa saja yang memang berada di Istana Iblis itu.
Saat Itu Raja Iblis masih berumur sekitar Delapan Tahun, Ia di suruh bersembunyi di sumur Tua yang sudah kering bersama beberapa Iblis lainnya yang masih kecil.
"Kalian harus bersembunyi disini... Ingat apapun yang terjadi jangan keluar". Ucap Ibu Raja Iblis .
"Tapi bagaimana dengan ibu?". Tanya Raja Iblis kecil.
"Ibu akan baik baik saja, Di sana ada Ayahmu yang melindungi Ibu.. Ingat okey jangan keluar ".
Tak lama Ibu Raja Iblis kecil pergi , Tiba tiba datanglah Kaisar Yuwen yang sudah menghadang.
"Bunuh Iblis wanita ini juga". Perintah Kaisar Yuwen .
"Tolong jangan Dewa, Hamba sedang mengandung.. Kumohon lepaskan hambaa". Ucap Ibu Raja Iblis sambil memegangi kaki Kaisar Yuwen.
Kaisar Yuwen pun menendangnya sehingga ia terpental dan membuat Raja Iblis kecil ingin berlari keluar namun di Kode oleh sang ibu dengan kedipan mata.
Terpaksa ia mengurungkan niat untuk membantu Sang Ibu, Namun tidak sampai di situ saja. Kaisar Yuwen sendiri mengeluarkan Pedangnya bersiap untuk membunuh Wanita hamil itu.
Namun lagi lagi Wanita itu memohon.
"Kumohon Dewa Agung, Kasihanilah aku yang sedang mengandung".
__ADS_1
Tidak menghiraukan permintaan wanita hamil itu, Dengan tanpa perasaan Kaisar Yuwen pun mengayunkan pedangnya hingga kepala wanita itu terpenggal dan mati.
Di dalam Sumur Tua terlihat Raja Iblis ingin berteriak namun di bungkam oleh teman temannya, Jadi ia hanya bisa menangis dalam diam.