
Terasa berat Kedua mata Liena, Tetapi perlahan ia mencoba membuka matanya yang kini warna pupil matanya kembali normal. Dia melihat sekelilingnya menemukan bahwa hari sudah mulai petang.
Liena mencoba bangun di bantu oleh Yuri yang selalu berada di sampingnya dengan setia.
"Yuri, kenapa aku di kamar?". Tanya Liena Sue dengan suara serak.
"Anda Pingsan Putri, dan Pangeran Bupati Negara Gu mengantar anda kembali untuk Beristirahat".
"Siapkan Air hangat, aku ingin berendam. dan siapkan gaun terbaik Yuri".
"Baik Yang Mulia, ehh.. Putri.. Bukankah saat pertarungan anda di berikan bubuk aneh oleh gadis itu. apakah baik baik saja?". Tanya Yuri khawatir.
"Kau tenang saja, Itu hanya Pasir beracun. Aku kebal dari semua jenis racun karena ada darah Phoenix di tubuhku".Jelas Liena Membuat Yuri merasa Lega.
"Syukurlah Putri, kalau begitu aku akan menyiapkan semuanya Putri".
"Baiklah, pergilah". Jawab Liena Sue.
Liena Sue pun segera berendam setelah air panas yang ia inginkan sudah siap, ia tidak ingin membuat ayahnya khawatir dan menunggunya.
Setelah selesai berendam, Liena segera mengeringkan badan dan berganti pakaian . Setelah selesai ia di bantu Pelayan pribadinya untuk berdandan. Kali ini Liena menggunakan Pakaian dan Jubah berwarna Ungu dengan Motif Burung Phoenix berwarna emas.
Setelah selesai berdandan Liena mencoba mengeluarkan Baihu si rubah putih berekor sembilan untuk melihat keadaannya.
"Maaf Baihu, hufh aku hampir melupakanmu. Baiklah jadilah rubah kecil menggemaskan maka kau akan kubawa ke Pesta Ulang tahun ayahku". Ucap Liena Sue yang di angguki oleh Baihu, yang kemudian berubah menjadi rubah putih kecil dengan satu ekor yang begitu menggemaskan.
"Aku mempunyai Firasat buruk kali ini, kau harus membantuku Baihu". Sambung Liena yang kemudian berdiri dan berjalan menuju Aula Acara.
"Putri Liena Sue telah datang". Teriak Kasim memberitahukan kedatangan Liena.
Para tamu undangan dengan otomatis menoleh kearah masuknya Liena yang sama sekali berbeda seperti biasanya, wajah yang terlihat tegas karena warna pakaian yang lebih gelap tetapi masih sangat mempesona.
Rong Bai terlihat tersenyum saat melihat Liena Sue yang begitu mempesona. Tak hanya Pangeran Bupati, Putra Mahkota negara Sheng dan Pangeran Silas juga tak kalah mengagumi kecantikan Negara Ba.
Liena Sue kini duduk di sebelah Sang Kakak Putra Mahkota yang berada di bawah Singgasana Kaisar Sue.
"Salam Ayah, Selamat ulang tahun semoga panjang umur dan sehat selalu. Putrimu menyiapkan hadiah untukmu Ayah". Ucap Liena memberikan kotak kayu berukuran sedang kepada Sang Ayah.
"Terimakasih Putriku, apa boleh Ayah buka sekarang?".
"Tentu Ayah".
Kaisar Sue pun membuka isi kotak kayu yang di berikan Liena Sue kepadanya, terlihat sebuah Batu Giok berwarna Gradasi Biru muda dan biru tua yang berbentuk Jimat Giok yang sangat cantik dan pastinya mendapatkan Giok itu sangatlah sulit.
__ADS_1
"Na'er, darimana kau mendapatkan Giok mata dua naga ini?". Tanya Kaisar.
" Aku Lupa Ayah, apakah kau menyukainya?". Tanya Liena tersenyum sembrono.
"Tentu saja, Ayah sangat menyukainya sayang". Ucap Kaisar yang kemudain memasang Giok dua naga itu ke bajunya.
Setelah Batu Giok terpasang, Kaisar seperti di selimuti oleh cahaya Biru muda dan biru tua hingga akhirnya menghilang dan merubah kaisar Tua menjadi sosok Kaisar tampan kembali.
"Yang Mulia, Anda terlihat sangat muda lagi". Ucap Permaisuri tak percaya.
"Benarkah? Ambilkan cermin". Kaisar Sue pun segera bercermin dan mendapati dirinya lebih muda dua puluh tahun.
"Luar Biasa, Terimakasih Na'er". Ucap Kaisar Sue dengan bangganya.
Para tamu undangan terlihat berbisik ketika melihat perubahan Kaisar Sue setelah menggunakan Giok Dua Naga itu, ada yang ingin mencari Batu giok itu tetapi mereka tidak tahu dimana akan mendapatkannya.
Satu persatu Hadiah dari para Tamu undangan kini di berikan Kepada Kaisar Sue, ada yang berbentuk lukisan, pedang, alat musik, bahkan sulaman dan anyaman .
Ada juga para Gadis dan Tuan Muda bahkan Pangeran dan Putri dari negara lain yang terang terangan ingin mendekati para Pangeran dan Putri Kerajaan Ba.
Kaisar Sue pun sebenarnya juga berniat untuk mencarikan Selir Putra Mahkota jika ada yang cocok dengan sang Putra, tetapi Kaisar juga tidak akan memaksa jika Pangeran Bian Sue tidak menyukainya. Disisi lain ia juga harus menyelesaikan perjodohan Liena Sue adik Putra Mahkota.
Setelah selesai memberikan Hadiah kepada Kaisar, acara pun segera di mulai.
"Kakak, apakah kau baik baik saja?". Tanya Liena kepada Bian Sue.
"Aku merasa tidak enak badan setelah meminum anggur ini".
"Coba berikan anggurmu". Liena mengambil anggur yang berada di depan Bian Sue kemudian memeriksanya dengan mencium aroma anggurnya.
"Aromanya aneh, Kakak berikan tanganmu".
Bian Sue memberikan tangannya kepada Liena Sue untuk di periksa. Dan memang benar ada yang salah dengan anggurnya.
"Kakak aku menemukan racun di dalam anggur, ". Bisik Liena Sue.
"Benarkah, siapa yang berani melakukannya".
"Sepertinya ada orang luar yang ingin membuat masalah, Yuri kemarilah".
"Ya Yang Mulia". Jawab Yuri.
"Kau cari tahu siapa yang meracuni anggur di meja ini, dan cari tahu apakah di meja tamu anggurnya juga beracun". Perintah Liena.
__ADS_1
"Baik Putri".
"Kakak, minumlah pil penyembuh tingkat empat ini. Dan kita ikuti drama orang ini". Ucap Liena.
"Baik Na'er".
Rong Bai yang melihat Bian Sue meminum sebuah Pil segera bertanya kepada Liena Sue dengan komunikasi batin yang hanya mereka yang tahu.
"Ada apa? Kenapa putra mahkota meminum sebuah pil?".
"Ada racun di anggur kami,".
"Apakah kau sudah mengurusnya?". Tanya Rong Bai.
"Tentu, dan kita akan melihat pertynjukkan bagus nantinya". Jawab Liena Sue sambil menyeringai .
"Aku percaya padamu Na'er".
Mereka mengakhiri telepati mereka dan segera berfokus masing masing.
Liena Sue terlihat begitu waspada dengan keadaan di dalam Aula, pasalnya orang yang memberi racun pada anggur sebenarnya ditujukan kepadanya.
Tak lama kemudian Yuri pun kembali dan membisikkan sesuatu kepada Liena Sue tentang anggur yang di racuni di meja mereka, hingga terlintas rencana di pikirannya.
"Bagaimana Liena?". . Tanya Pangeran Bian.
"Sebenarnya anggur itu di tujukan padaku kakak, dan nanti akan ada penyusup yang berkedok penari yang akan membuat keributan. Jadi kita ikuti saja kemauannya".
"Apa kau tahu siapa itu?". Tanya Bian Sue.
"aku tidak mengenalnya, tetapi Yuri bilang jika dia bukan dari Negara kita.". Ucap Liena sambil berbisik.
Benar adanya, ketika para bangsawan selesai menampilkan kelebihan mereka kini ada sekelompok penari yang katanya dari desa perbatasan khusus untuk menari di depan Kaisar.
Terlihat si penari utama yang sedari tadi melemparkan tatapan membunuhnya kepada Liena Sue yang sedang diduk di sisi kanannya .
Liena Sue malah membalas tatapan gadis itu dengan tatapan meremehkan, sehingga membuatnya jengkel .
Alunan lagu mulai di mainkan, para penari itupun mulai melenggok lenggokan tubuhnya mengikuti irama. Sesekali Penari utama mendekati Rong Bai yang berada di meja bagian depan sebelah kirinya dan sesekali dia mengeluarkan senyum menggoda walaupun tertutup cadar.
Liena Sue merasa risih saat melihat penari itu begitu agresif ketika mendekati Rong Bai yang sama sekali tidak meresponnya.
Hingga muncullah ide jahil di otak Liena, ia sengaja menggelindingkan anggurnya seolah olah saat ia makan terjatuh dan menggelinding kearah penari .
__ADS_1