Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Pemberontakan Part 1


__ADS_3

Rong Bai tengah melawan puluhan Penyusup kini mendapatkan Surat dari Liena Sue yang di bawa oleh Yuri.


Ia menepi kemudian membacanya secara perlahan.


Semua musuh yang memberontak mempunyai tanda berwarna Merah di bawah tengkuk lehernya. Kau hanya perlu mengalahkan mereka yang memerintah baru semuanya akan tumbang. Semua itu hanyalah boneka dan musuh yang sesungguhnya berada di luar Benteng istana.


*** Liena Sue***


 Begitulah isi Surat Liena Sue yang di berikan Oleh Rong Bai, kemudian ia meneruskan Surat tersebut menuju tempat Kaisar berada.


Rong Bai mengambil kembali pedangnya kemudian mengedarkan pandangannya untuk mencari orang yang menggerakkan prajurit di dalam istana,Hingga ia melihat empat orang berpakaian hitam yang terbang melayang di atas Istana dengan tempat berpisah.


Rong Bai melesat dengan cepat ketempat salah satu orang berjubah itu, Sesampainya di dekat orang itu Rong Bai segera menebaskan pedangnya hingga membuat tubuh orang berjubah itu terbelah menjadi dua.


Tak lama kemudian Beberapa Kelompok terlihat tumbang tak sadarkan diri.


Sedangkan Ketiga orang berjubah itu terlihat geram tetapi tidak bisa berbuat apa apa karena setengah kekuatan mereka tengah mereka gunakan untuk boneka boneka di bawah sana.


Salah satu dari ketiga berjubah hitam itu berhenti membuat boneka boneka menyerang, tetapi ia sendiri yang menyerang Rong Bai yang akan menyerang keduanya..


"Kau cukup berani ya". ucap orang berjubah itu ternyata suara seorang perempuan.


"Tentu saja, Bagaimana denganmu Permaisuri? Ternyata yang di bawah sana hanyalah Klone mu saja". Ucap Ring Bai yang ternyata mengetahui siapa wanita di depannya.


"Ternyata kau pintar juga seperti ibumu, seharusnya aku membunuhmu bersama ibumu waktu itu".


"Benarkah? Kalau begitu bunuh aku hari ini Yang MuLia permaisuri". Ucap Rong Bai sambil menyeringai.


"Tentu , aku tidak akan sungkan".


Pertarungan mereka berdua pun tidak terhindarkan kali ini, tetapi dengan dua orang pengendali boneka saja tidak cukup untuk menghancurkan istana.


Di dalam Istana, Permaisuri yang ternyata boneka kini tergeletak tak bergerak karena Permaisuri yang asli tengah melawan Rong Bai di Luar sana.


Sedangkan Kaisar yang menerima Surat dan sudah membacanya kini tengah mencari beberapa orang dengan tanda tengkuk berwarna merah hingga akhirnya ia menemukan beberapa termasuk Permaisuri yang ternyata hanyalah Boneka.


"Jangan lawan mereka, mari kita keluar. Mereka hanyalah Boneka yang dikendalikan oleh orang. Termasuk Permaisuri yang bersama Kita". Teriak Kaisar Bai


Silas menghentikan serangannya kepada Kaisar, Kemudian bersama sama keluar Istana menuju tempat Rong Bai bertarung . Yu Yin yang kebingungan melihat Silas tiba tiba menghentikan penyerangannya dan malah bergandengan tangan dengan Kaisar keluar Istana hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


Setelah sampai di halaman depan Istana terlihat Rong Bai sedang bertarung dengan Orang berjubah hitam di atas atap, sedangkan masih ada dua lagi yang sepertinya sedang mengendalikan sesuatu


 di bawah.


"Apa mereka mengendalikan orang orang itu Ayah?". Tanya Yu Yin kepada Walikota Yu.


"Sepertinya seperti itu, ". Jawab Walikota Yu.


"Kalau begitu Ayah tolong ke garda depan, aku akan membantu Rong Bai". Ucap Silas.


"Baiklah, aku percayakan kepadamu". Jawab Kaisar Bai.


"Aku ikut". Ucap Yu Yin.


"Kalau begitu kalian berhati hatilah". Ucap Kaisar.


"Baik Yang Mulia". Jawab Yu Yin.


Mereka pun berpisah, Yu Yin dan Pangeran Silas kini melawan kedua orang berjubah itu sedangkan Kaisar ,Walikota Yu berjalan menuju tempat Liena Sue berada .


Rong Bai menyerang dengan tenang sehingga jubah Yang di kenakan Permaisuri terlepas terkena pedangnya.


"Silas awassss". Teriak Yu Yin yang kemudian menangkis pedang milik prajurit boneka yang tiba tiba menyerang Pangeran Silas.


Tranggggg...


Suara adu pedang Yu Yin dan Prajurit tersebut, untung saja Yu Yin tepat pada waktunya jika tidak Silas akan terbelah menjadi dua.


"Kau tidak apa apa Yu Yin?". Tanya Silas.


"Aku baik, lebih baik kita ke atas sana dan selesaikan segera". Jawab Yu Yin.


"Kau benar, kita selesaikan secepatnya" .


"Tapi.. itu bukankah ibu mu?".


"Bukan, dia bukan ibuku.. Dia hanya ibu jahat yang gelap akan Tahta. Aku tidak perduli, dan aku sudah memutuskan jika aku tidak menginginkan Tahta". Ucap Silas dengan Mantap.


Yu Yin tersenyum saat melihat tekad dari Silas, ia merasa tersentuh walaupun masa lalu Silas cukup berantakan tapi kini ia mencoba untuk berlabuh kepada Pangeran di depannya itu.

__ADS_1


Setelah cukup mengobrol singkat mereka berdua segera melesat menuju dua orang berjubah hitam itu, dan menyerang secara membabi buta.


Permaisuri melihat Silas anaknya menjadi geram, pasalnya ia tidak membantu Sang Ibu melainkan membantu melawan Sang Ibu.


Karena Fokusnya Permaisuri terbagi, Rong Bai berhasil menikam dada sebelah kiri dengan telak sehingga ia memuntahkan berteguk teguk darah hitam.


"Si.... Si.. Silass". Ucap Permaisuri Lirih, tetapi Pangeran Silas menatapnya dengan dingin.


Dengan Aura membunuh yang kuat Silas berhasil membunuh orang berjubah itu sehingga jubahnya melayang bersama kepalanya.


Tak selang berapa lama, Yu Yin segera menghabisi orang berjubah hitam itu dengan menusuk perutnya berkali kali sehingga mayatnya terjatuh ke tanah.


Dengan matinya dua orang berjubah itu kini para boneka do bawah sana pun tumbang hanya menjadi Boneka Rongsokan tak bernyawa.


Setelah selesai membunuh kedua orang itu, Silas dan Yu Yin Menghampiri Rong Bai yang berdiri di dekat Permaisuri tanpa membunuhnya walaupun ia sudah melukai Ibu Pangeran Silas itu cukup Fatal.


"Sisanya ku serahkan padamu Silas". Ucap Rong Bai yang sengaja tidak segera membunuh permaisuri karena ia ingin Sang anak yang memberi keputusan.


Pangeran Silas dengan dinginnya mengambil Pedangnya yang sudah berlumuran darah , ia mengacungkan ujung pedangnya ke depan wajah Permaisuri sehingga membuat Permaisuri tidak percaya akan niat anaknya itu.


"Silas, aku ibumu Nak.. apa kau lupa?". Ucap lirih Permaisuri.


"Diam!!! Kau bukan ibuku... Ibuku tidak mungkin membuat anaknya seperti boneka ataupun pion. Kau!! Kau selalu membuatku melawan orang orang yang perduli dengan ku, Kau adalah Wanita Iblis yang banyak membunuh orang orang tak bersalah!!". Teriak Silas dengan menahan air matanya.


"Maafkan Ibu.. ".


Jlebbb..


Silas menghunuskan pedangnya tepat pada jantungnya sehingga sang ibu langsung tewas di tangannya sendiri.


Karena sudah tidak bisa menahan air matanya, akhirnya kini air matanya benar benar keluar dengan derasnya.


Yu Yin yang juga merasakan sedih nan pilu segera mendekati Silas untuk menenangkannya.


"Yu Yin, tenangkan lah Silas terlebih dahulu. Aku akan membantu Kaisar dan yang lainnya. Setelah selesai kuharap kalian juga segera datang". Ucap Rong Bai kemudian meninggalkan mereka berdua.


"Baik, Kau berhati hatilah. Kami akan segera menyusul". Jawab Yu Yin.


Setelah Rong Bai pergi, Yu Yin meringkukkan tubuh kekar Silas ke dalam pelukannya sehingga Silas dengan leluasa bisa puas menangis.

__ADS_1


Yu Yin dengan sabar menenangkan Kekasih barunya itu dengan mengucapkan kata kata penuh semangat sehingga Silas benar benar berhenti dari tangisannya.


__ADS_2