
Festival bunga persik masih saja berlangsung, Liena kini mengajak Sang Kakak dan Rong Bai untuk berjalan jalan kembali.
Kali ini ia mengubah penampilannya yang biasanya cantik dan anggun, kali ini terlihat cukup tangguh dengan pakaian berwarna Biru Navi.
Dengan bersemangat ia berjalan mendahului Rong Bai dan Bian Sue, hingga membuat sang Kakak dibuat jengkel.
"Liena, jangan berjalan terlalu cepat. Tunggulah kami". Panggil Bian Sue.
"Kalian saja yang lamban, kakak ayolah aku ingin membeli banyak makanan kali ini".
"Putri, makanan yang anda beli semalam belum di makan. Kalau kita beli lagi siapa yang akan memakannya". Bisik Yuri.
"Masih ada beberapa yang belum kita beli, jika aku tak sanggup memakannya kau bantu aku makan, Hehej".
"Tapi Putri...".
"Sudahh, ayoo.....". Liena Pun menarik tangan Yuri menuju kedai yang menarik perhatiannya.
"Putri, kenapa kedai itu berasap?". Tanya Yuri Berbisik.
"Entahlah, kita lihat saja apa yang terjadi". Bisik Liena.
"Hei, Liena... Kau mau kemana?". Teriak Bian Sue.
Mau tak mau Bian Sue dan Rong Bai mengikuti Liena Sue yang sudah masuk dalam kerumunan di depan kedai yang berasap itu.
Liena dan Yuri kini telah berada di antara warga yang berkumpul, Yuri pun mencoba bertanya kepada salah satu warga .
"Maaf bibi, kenapa disini Ramai sekali? Dan kenapa kedai di depan sana berasap sangat tebal?". Tanya Yuri.
"Pelan kan suaramu nona, di sana ada sekelompok Kultivator jahat yang menyerang pemilik kedai dan kini membakarnya". Bisik Bibi itu.
"Lalu kenapa kalian malah berkumpul disini?". Tanya Yuri.
"Kami cari aman Nona, jika kita tidak berkumpul maka kedai yang lain akan di bakar juga".
"Bibi, bukankah Kota Suwan terkenal dengan semua orang yang menjadi Kultivator. Lalu kenapa banyak yang takut?". Tanya Yuri yang semakin penasaran..
"Itu karena Kultivator jahat mempunyai kekuatan sepuluh kali lipat dari kami, dan kami yang melawan akan menjadi makanan Para Kultivator itu". Jelas Bibi itu sambil berbisik.
__ADS_1
Yuri mengangguk kemudian berbalik menuju Liena Sue untuk menceritakan apa yang ia bicarakan dengan Bibi tersebut.
"Ada apa kalian berbisik?". Tanya Rong Bai yang sudah sampai di belakang Liena bersama Bian Sue.
Yuri menceritakan kembali apa yang terjadi di depan sana, hingga membuat Bian Sue penasaran dengan apa yang terjadi .
"Kita bantu para warga, Liena kau tetap disini". Ucap Bian Sue.
"Kakak, kau jangan gegabah. Kita buat Rencana dulu".
"Liena Benar kakak Ipar, kau harus membuat Rencana. Kita belum tahu musuh seperti apa yang kita hadapi". Ucap Rong Bai.
"Aku tahu, kemarilah aku punya rencana.. Mendekatlah". Liena Pun membisikkan rencananya dan berhasil di pahami dengan cepat oleh semuanya.
"Yuri, kau masuklah lebih dalam dan cari tahu bagaimana tentang musuh. Setelah itu baru kita memulai rencana". Perintah Liena Sue.
"Baik Putri, tunggulah disini".
Yuri memasuki kerumunan semakin dalam hingga ia berhasil berada di barisan paling depan, sehingga ia dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi .
Sedangkan Liena Sue sedikit cemas , pasalnya Yuri sudah cukup lama dan belum kembali .
"Ehh kalian, senang bertemu lagi".
Bian Sue pun sontak menoleh ke arah gadis cantik itu, jantungnya tiba tiba berdegub dengan
kencang setiap melihat Guru muda itu .
"Ada apa , kenapa banyak orang yang berkerumun?". Tanya Kakak Ji.
Liena membisikkan apa yang terjadi di depan sana, sehingga membuat Kakak Ji pun terlihat terkejut di buatnya.
"Kalau begitu kita harus memberitahu tetua dan Wali kota tentang Kultivator jahat itu".
"Tidak akan sempat Nona, mereka sudah menyerang orang orang di depan sana". Ucap Yuri yang tiba tiba muncul dari kerumunan ..
"Kakak Ji, Aku punya rencana". Ucap Liena Sue kemudian membisikkan rencanannya kepadanya.
Setelah semuanya mengetahui rencana dari Liena Sue, semua segera berpisah dan bersiap di posisi masing masing.
__ADS_1
Liena Sue dan Rong Bai memasuki kerumunan di bagian tengah, Guru Ji dan Bian Sue di sebelah kanan sedangkan Yuti dan Mark berada di sebelah kiri.
Terlihat jelas beberapa orang berjubah hitam tengah mengelilingi beberapa warga, ada yang mengambil esensi kehidupannya, ada yang merusak perabotan kedai.
Liena Sue segera mengeluarkan Senjata rahasia dan segera melemparkan ke arah Kultivator jahat itu, sehingga mereka pun teralihkan dan berhenti mengambil esensi kehidupan orang orang.
"Siapa Yang berani mengganggu Kami!! Tunjukkan diri kalian!!". Teriak salah satu Kultivator jahat.
Orang orang tidak ada yang menjawab, mereka perlahan mundur dari depan kedai di bantu oleh Yuri Dan Mark.
Setelah para Warga benar benar menjauh, Liena kembali menyerang dengan jarum beracun yang sudah ia siapkan.
Jarum jarum beracun itu dengan cepat mengenai beberapa orang kultivator jahat, tapi ada beberapa juga yang berhasil menghindar.
Terlihat pemimpin dari mereka sudah mengetahui siapa dalangnya, ia pun segera mengeluarkan aura membunuh yang begitu mencekam sehingga orang orang sulit bernafas di sekitarnya.
"Kau gadis kecil, beraninya mengganggu urusanku!!".
Tanpa menjawab Liena Pun segera menyerang kembali dengan kekuatan internalnya, kali ini Rong Bai juga ikut serta menyerang para Kultivator jahat itu.
"Aghhhh,, siapa kalian sebenarnya!!". Teriak salah satu Kultivator itu.
"Jangan bunuh semua, kita harus mengorek informasi dari mereka". Teriak Bian Sue yang ikut bergabung melawan Kultivator jahat itu.
Ketua Kultivator tiba tiba terbang ke langit dan membentuk formasi aneh sehingga yang berada di bawahnya menjadi tidak bisa bergerak.
"Apa apaan ini!!". Teriak Guru Ji.
"Ini adalah Formasi mayat, kalian tutup telinga masing masing . Jangan sampai mendengar bisikan halus itu". Teriak Liena Sue.
Liena Sue yang sudah paham akan Kultivator jahat pun segera menutup telinganya dengan kekuatan internalnya, diikuti beberapa orang di sekitarnya .
Liena Sue sudah lama melawan Para Kultivator jahat di medan perang, Dengan kemampuannya sekarang dia sudah paham tentang formasi sihir milik para Kultivator jahat itu.
"Ah Rong minum pil surgawi ini, agar kau bisa melawan ketua Kultivator itu. Aku akan membuat Formasi sihir untuk melindungi para Warga. Dan berikan Pil yang lainnya untuk kak Bian Dan kakak Ji". Ucap Liena Sue sembari memberikan toga pil putih surgawi kepada Rong Bai.
Setelah memberikannya kepada Rong Bai, ia pun segera ke kerumunan warga untuk membuat formasi perlindungan.
Liena Sue menggigit jarinya, kemudian menuliskan mantra di tanah dengan darahnya. Setelah selesai ia duduk bersila untuk membuat formasi.
__ADS_1
Setelah berapa lama Muncullah formasi pelindung berwarna kuning yang melingkupi seluruh warga yang berada di sana.
Sedangkan di luar formasi, terdapat tiga orang tengah berjibaku dengan para Kultivator jahat.