
Amarah Tuan Ling semakin memuncak, Ia pun mendekati Nyonya Ling dan Kaili untuk menghukumnya namun di gagalkan oleh Liena Sue yang tiba tiba membuat penghalang diantara Kaili dan ibu Sehingga Tuan Ling terpental menabrak Selir kesayangannya .
"Beraninya Kau J*l*ng!!". Teriak Ibu Beicang.
"Pfth ... Lihatlah Nyonya Ling, Apakah ada Seorang J*l*ng yang meneriaki orang lain dengan sebutan yang sama?". Tanya Liena Sue.
Nyonya Ling atau ibu dari Ling Kaili yang sudah lama memendam kekesalannya terhadap suami sekaligus Selir dan anak itu kini ia bertekad untuk melawan.
"Kau Benar Putri, Bukankah mereka Sepasang *njing yang begitu Romantis". Jawab Nyonya Ling.
"Kau!!!". Teriak Ibu Beicang.
"Ibu, Ayah. Lihatlah , gara gara Gadis itu kakak dan Bibi jadi lebih berani!!". Rengek Ling Beicang.
Su Ying yang hanya melihat sedari tadi merasa sangat geram dengan mereka bertiga, Pasalnya mereka begitu kasar dan egois tidak pantas jika di sebut bangsawan .
"Ck, lihatlah bahkan sangat jelas siapa yang sedang bersandiwara . Lihatlah , sebentar lagi kalian apakah masih bisa berdiri tegak dengan sombongnya!". Ejek Liena Sue .
Tuan Ling yang sudah sangat marah pun mengambil pedang yang terpajang di Ruangan itu, Ia berlari sambil menghunuskan pedangnya Kearah Liena . Liena Sue terlihat tenang , bahkan ia tertawa pelan melihat tingkah Tuan Ling. Hingga pedang itu hampir saja mengenai wajah cantik Liena Sue namun di halau oleh pedang orang lain yang tiba tiba datang tanpa mereka sadari.
Trang....
"Kukira Menteri Ling sudah merenungi kesalahannya, ternyata semakin kesini ku semakin sombong". Ucap Seorang Pria dari belakang sehingga membuat semua menoleh kearah suara tersebut.
"Yang Mulia Putra Mahkota". ucap Tuan Ling.
"Adik, apa kau baik baik saja". Ucap Bian Sue yang tidak menanggapi Tuan Ling melainkan menghampiri Liena Sue bersama Sang Istri .
"Kakak, Kakak ipar. Aku baik baik saja, Lihatlah Nyonya Ling dan Ling Kaili yang terlihat tidak baik baik dan Gadis itu yang awalnya di caci-maki dengan Ling Beicang" . Jawab Liena Sue .
"A.. Adik?". Gumam Tuan Ling .
"Kenapa? Terkejut? Sudah puas kalian menghina Anak Kesayangan Kaisar? Kau bisa bertanya kepada Ayah jika tidak percaya Menteri Ling,". Sahut Bian Sue.
"Maafkan Kami Yang Mulia, Maafkan kami yang tidak mengenali Tuan Putri". Ucap Tuan Ling bersujud diikuti Ling Beicang dan Sang ibu.
"Kalian bisa menjelaskan semua kepada Ayah, Bukankah Putri Liena tadi sudah memberi kalian kesempatan? Dan Ling Kaili sudah memberitahu semuanya? Tapi kalian masih sangat begitu sombong dan arogan". Ucap Bian Sue sambil mendengus kesal.
"Sudahlah Kak, Awalnya aku hanya ingin berbicara baik baik di Keluarga Ling. Tapi mereka malah semakin menjadi, jadi lebih baik bawa mereka menghadap kaisar Saja". Sahut Liena Sue.
__ADS_1
"Kau Benar Adik".
"Yang Mulia Tunggu,". Cegah Nyonya Rumah
"Ada apa Nyonya?". Tanya Bian Sue.
"Aku ingin menyerahkan Surat Cerai dan meminta Kaisar untuk mengabulkannya".
"Baiklah kau ikut juga, Pengawal bawa mereka". Perintah Bian Sue.
...Di Dalam Kereta...
"Nona, Siapa Namamu?". Tanya Liena kepada Su Ying.
"Yingying Yang Mulia, Bisakah Hamba mengabdi kepada Anda? Misalnya menjadi pelayan". Jawab Su Ying.
"Apa kau mau ? Jika iya nanti kita bisa mengurus kontrak, Aku paling tidak suka mengekang orang jadi kau bisa memilih berapa Lama menanda tangani Kontrak tidak harus seumur hidup". Jelas Liena Sue.
"Baik Yang Mulia".
Mereka pun segera ke Istana untuk menyelesaikan masalah, Terlihat Menteri Ling yang begitu takut hingga gemetar begitu pula Selir kesayangannya dan Anaknya Ling Beicang.
"Diam!!! Ini semua gara gara kau anak durhaka!!! Jika bukan karena kau aku tidak akan terseret dalam masalah ini". Bentak Mentri Ling hingga Ling Beicang menangis ketakutan.
"Kau membentak Anak Kesayanganmu Tuan? Kenapa? Apa karena Istrimu akan menceraikan mu dan kau menjadi arogan seperti ini?".
"Diam kau!!! Kau pun sama dengan anakmu!! Sama sama memperkeruh Suasana".
"Huhh Menyebalkan". Gumam Selir Kesayangan Mentri Ling.
Tak selang lama pun akhirnya mereka sampai di Istana, Melihat Pangeran Putra Mahkota membawa Menteri Ling dan keluarganya Semua Menteri yang berada di sana ikut keluar untuk melihat apa Yang Terjadi.
Bian Sue pun segera mendatangi Kaisar Yang baru saja selesai melakukan rapat dengan para Menteri.
"Salam Yang Mulia,Semoga anda di beri panjang umur seratus tahun lagi". Ucap Bian Sue di ikuti yang lainnya.
"Ada apa ini Bian? Kenapa Kau membawa Menteri Ling?". Tanya Kaisar.
"Kau bisa bertanya kepada Adik Ayah, Baru aku menambahkan beberapa". Jawab Bian Sue.
__ADS_1
Lalu Kaisar Sue pun segera mengalihkan pandangannya kepada Liena Sue mencoba memberi isyarat untuk mulai bercerita .
Mendapatkan Kode , Liena Pun segera menceritakan semua yang terjadi termasuk Su Ying yang di Hina oleh Ling Beicang.
Menteri Ling dan Ling Beicang serta ibu terlihat menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
"Lancang!! Apa kau tahu hukuman menghina anggota kerajaan Menteri Ling?!". Tanya Kaisar Sue.
"Sa.. Sa ya tahu Yang Mulia!". Jawab menteri Ling sambil gemetar.
"Kalau begitu kita mulai hukumannya, Hukum cambuk 50 kali seluruh Keluarga Ling". Perintah Kaisar Sue.
"Tunggu Ayah, Kau tidak bisa menghukum mereka semua". Sahut Liena Sue.
"Kenapa Na'er? Bukankah memang hukumannya memang seperti itu?".
"Benar Ayah, Tapi Nyonya Ling ingin menceraikan Menteri Ling. Bukankah berarti dia sudah bukan Keluarga Ling?".
"Benarkah Begitu Nyonya?". Tanya Kaisar Sue.
"Benar Yang Mulia, saya sudah lama ingin menceraikannya namun dia tidak pernah mau menerima. Dan Karena saya datang di hadapan anda , mohon kabulkan permintaan hamba untuk bercerai dengan Suami Hamba Yang Mulia. Hamba ingin hidup sendiri dengan anak anak hamba". Jelas Nyonya Ling.
"Baiklah, Aku akan mengabulkannya. Jadi mulai sekarang anda sudah bukan Keluarga Ling lagi". Ucap Kaisar.
"Satu lagi Yang Mulia, bisakah anda menghapuskan marga Ling dari Nama hamba dan memberikan nama baru?". Tanya Ling Kaili.
"Kalau begitu kau ikuti marga ibumu saja, Marga Ibumu adalah Duan jadi mulai sekarang namamu adalah Duan Kaili. Kalian sudah bisa mengurus semuanya di kementrian, biarkan kasim menuliskan dekrit untuk kalian berdua".
"Terimakasih Yang Mulia". Ucap Kaili dan ibunya.
"Sekarang kita mulai hukumannya". Ucap Kaisar.
Para Algojo bertubuh besar pun segera menyeret ketiga terdakwa di halaman untuk di hukum. Biasanya hukuman hanya menggunakan papan kayu kecil namun kali ini mereka menyinggung dua kali keluarga kerajaan jadi berubah menjadi hukum cambuk.
Para menteri lain yang melihatnya begitu ngeri pasalnya baru beberapa cambukan , punggung mereka sudah tidak baik baik saja. Bahkan Selir Menteri Ling kini menghembuskan nafas terakhirnya, membuat Ling Beicang menangis dan menjerit histeris.
Para Algojo tidak menghiraukan jeritan Ling Beicang, mereka terus mencambuknya hingga cambukan ke empat puluh Beicang ikut memejamkan mata untuk selamanya.
Tuan Ling hanya bisa menangis melihat kedua kesayangannya kini mati di hadapannya. Hanya tersisa dia saja yang masih hidup , namun dia harus menjalani kelumpuhan total akibat cambukan itu.
__ADS_1