Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
kebenaran dari sang Adik


__ADS_3

Shili kembali terkejut bukan main karena luka dari tusukan yang di buatnya kini benar benar menghilang.


"Mereka bukan tidak peduli, hanya saja aku tidak akan mati dengan mudah". Ejek Liena Sue .


"Kau!!!".


Liena Sue menutup matanya sejenak, kemudian muncullah cahaya putih dan ungu berdampingan dari dalam dirinya.


Cahaya cahaya itu memunculkan armor Jiwa yang terbentuk dari Kupu Kupu surgawi yang ia kontrak. Begitupun kedua cahaya itu kini berubah menjadi Binatang Roh Rubah putih berekor sembilan dan Kupu kupu Surgawi di sebelahnya.


"Apa kau terkejut? Tidak perlu terlalu terkejut seperti itu, aku akan menunjukkan kepada kau yang lebih dari ini". Ucap Liena Sue .


Liena Sue merentangkan tangannya sehingga memunculkan Sosok samar yang terlihat diantara Rubah dan Kupu Kupu Surgawi itu.


"Phoenix, itu benar benar Phoenix... Siapa gadis itu sebenarnya.. ".


"Benar, dia di akui oleh tiga binatang Roh tertinggi sekaligus. Gadis itu adalah Ratu dari para Ratu, kita tidak boleh melawannya" . Ucap Para Siluman Hitam saat melihat sosok di belakang Liena Sue.


"Beri salam kepada Ratu..!!!!". Teriak Salah satu Jenderal Siluman Hitam . Mereka berhenti menyerang kemudian bersujud memberi penghormatan kepada Liena Sue.


"Apa Yang kalian lakukan!!!". Teriak Shili.


"Kami tidak akan membantumu jika lawan kami Yang Mulia Ratu, Jika kau memaksa kami maka kaulah yang menjadi musuh kami". Ucap Jenderal dari Siluman Hitam .


"Kalian Tidak Berguna!! ". Ucap Shili kemudian melepaskan kekuatan besar untuk menyerang Siluman siluman Hitam itu.


Banyak Yang terluka akibat serangan Shili, kini Shili tidak main main lagi untuk menyerang. Ia benar benar akan menggunakan kekuatan penuh dengan pasukan Kultivator jahat yang tersisa.


Sebelum ia menyerang kembali Bala bantuan dari Kaisar Siluman Gong Fai telah datang bersama Prajurit dari Negara Ba yang dipimpin oleh Bian Sue dan Sang Ayah .


Mereka terkejut setelah sampai di sana, karena melihat Liena dan ketiga binatang Roh tertinggi tengah membuat Para Siluman bersujud memberi salam .


"Ck Bala bantuan!! aku tidak akan kalah walaupun kalian menggunakan puluhan ribu bala bantuan sekaligus. Mati saja Kalian!!". Teriak Shili kemudian mengeluarkan lagi kekuatan besar dan di tujukan oleh pasukan yang baru datang.


Puluhan prajurit terlihat terluka parah, tetapi tidak ada yang meninggal akibat serangan Shili tersebut.


Shilj juga tidak tinggal diam, ia membuat Formasi aneh di tengah tengah prajuritnya yang tersisa.

__ADS_1


Setelah selesai membuat Formasi,Ia pun merapalkan mantra untuk menghidupkan Formasi.


"Formasi Mayat lagi". Ucap Liena Sue yang sudah tahu hasil dari Formasi itu .


"Adik, apa kau baik baik saja?". Tanya Bian Sue yang mendekati Liena.


"Aku sangat Baik kak".


"Itu Binatang Rohmu?".


"Iya, nanti akan kujelaskan setelah semuanya selesai kak".


"Baiklah aku akan menunggu". Jawab Bian Sue.


Sebelum Formasi Mayat itu selesai, Kultivator sihir dari negara Gu kini berhasil memanggil Hujan dengan Petir yang menyambar nyambar.


Langit mendung yang mencekam membuat Para Kultivator jahat berhenti sejenak untuk memperhatikan awan mendung di atasnya.


"Sial , kenapa tiba tiba mendung". Gumam Shili.


Tak berapa lama kemudian Hujan yang sangat deraspun muncul, Para Kultivator jahat kini merasa semakin lemah saat terkena Hujan.


Shili terlihat cemas, pasalnya Kultivator jahat akan semakin lemah jika terkena air hujan.


"Bagaimana hasilnya?". Tanya Kaisar Bai kepada Rong Bai.


"Ayah tenang saja, Shili tidak bisa menggunakan seluruh kekuatannya jika terkena Hujan". Jawab Rong Bai.


"antar aku ketempat Shili, aku perlu bicara padanya". Ucap Kaisar kepada Rong Bai


"Baiklah Ayah" .


"Ah Rong apa aku boleh ikut?". tanya Liena Sue.


"Baiklah, pegang tanganku". Jawab Rong Baj sembari mengulurkan tangannya.


Mereka bertiga menghampiri kumpulan kultivator jahat yang sudah lemas karena separuh badan terendam air Hujan. Begitu pun dengan Shili yang kini tengah berpegangan tanah di sampingnya karena tubuhnya semakin lemah.

__ADS_1


"Shili...". Panggil Kaisar Bai


"Heh, untuk apa kau kemari kak". Jawab Shili membuat Liena sedikit terkejut.


"Ini?". Bisik Liena Sue kepada Rong Bai.


"Dia adalah adik ayah yang ke tujuh, tepatnya pangeran ke tujuh". Jawab Rong Bai sambil berbisik.


"Apa Maksudmu melakukan pemberontakan Shili? ". Tanya Kaisar Bai.


"Heh, Kak kau selalu mendapatkan apapun disaat ayah masih ada. Begitupun dengan mudahnya kau mendapatkan Tahta itu. Kau tahu, ibuku menjadi korban dari Para Selir karena mereka membenci kami yang hanya dari keluarga Petani? Berkat cacian mereka ibuku rela meminum racun untuk menghentikan penderitaan, dia meminum racun di hadapanku yang masih berumur delapan tahun. Di mana keadilan kalian? Ayah kita tidak peduli dengan ibuku, bahkan saat ibu meninggal Ayah tidak mengunjungi pemakaman. Semua keluarga Kerajaan tidak ada yang datang untuk berkabung. Termasuk Kau sebagai Kakakku, kau tidak pernah tahu kalau kau masih mempunyai Adik sepertiku". Ucap Silas panjang lebar.


"Maafkan aku, dan Maafkan Ayah. Kami tidak bermaksud seperti itu Shili".


"Buang Omong Kosongmu kak... Jika waktu itu aku tidak melihat dan mendengar Sendiri mungkin saat ini aku akan percaya padamu. Tapi.. Heh... Aku mendengar jika kalian ingin mengasingkanku ke desa terpencil setelah kematian Ibuku. Apa itu di namakan Peduli? Apa itu di namakan Saudara!! Apa Kau dan Ayah peduli!! Apa saudaramu dan Selir selir J*l*ng itu peduli denganku dan Ibuku!!!". Teriak Shili sambil menahan tangis .


Kaisar Bai tidak bisa menjawab, ia begitu kaku untuk menjawab ucapan Shili. Ternyata karenannya dan Sang Ayah, Adiknya menjadi seperti ini.


Ada rasa menyesal yang sudah sangat terlambat dari Kaisar Bai.


Tanpa di sadari Kaisar dan Lainnya, Shili menggigit jarinya dan membuat sebuah Formasi terlarang.


Hingga sebuah ledakan terjadi dari dalam lubang yang berisi Kultivator jahat itu.


Karena Ledakan cukup kuat, membuat Kaisar Bai , Rong Bai dan Liena yang berdiri di dekat lubang kini terpental cukup jauh serta mengalami luka luka di sekujur tubuhnya.


Karena Efek obat penyembuhannya masih, jadi luka itu kini telah sembuh dengan sendirinya.


"Apa itu tadi". Ucap Liena Sue .


"Entahlah, aku tidak tahu". Jawab Rong Bai.


Mereka mundur beberapa langkah untuk waspada dari bahaya, Dari dalam Lubang kini mereka merasakan getaran yang begitu kuat hingga seperti gempa bumi.


"Apa Yang dilakukan Shili? Kenapa jadi seperti Gempa Bumi?". Ucap Kaisar Bai.


"Aku juga tidak tahu ayah, lebih baik kita harus bersiap siap". Jawab Rong Bai sambil berteriak.

__ADS_1


Langit yang tadinya mendung dan hujan kini menjadi terang seketika, serta langit mendung itu berubah menjadi langit gelap seperti malam hari.


__ADS_2