
Tepat saat Mereka kembali ke kamar masing masing Para Prajurit itu membuka kamar mereka.
"Ada apa ini Tuan?". Tanya Yu Yin dengan Santai.
"Kami di sini ingin mencari Manusia yang menyelinap ke Dunia Siluman, Apakah Nona melihatnya?".
"Manusia?".
"Ya Nona, ".
"Aku tidak melihat, seperti apa wajahnya? Dan bukankah kau bisa mencium baunya?".
"Maaf nona aku tidak tahu wajanya dan tentu aku bisa menciumnya hanya saja di tempat Nona Tidak tercium bau manusia sama sekali, Kalau begitu maaf mengganggumu Nona".
"Ya Tidak Apa apa, semoga kalian cepat menemukan penyusup itu".
"Terimakasih Nona".
Prajurit prajurit itupun segera berkumpul setelah mengecek seluruh Kamar Penginapan, satu persatu melaporkan hasil mereka masing masing.
"Kita sudah mengecek seluruh penginapan bahkan sampai ke desa pelosok tapi kita tidak menemukan Empat Manusia yang di maksudkan". Ucap Jenderal.
"Lalu bagaimana Jenderal?".
"Kita Ke istana dan melaporkan kepada Yang Mulia". Jawab Jenderal.
"Baik Jenderal ". Jawab Semuanya kemudian meninggalkan penginapan dan segera menuju Istana.
....
"Silas bagaimana cara mengurus mayat Prajurit ini?". Tanya Yu Yin.
"Bukankah Rong Bai tadi memberikan dua Jimat Teleportasi, jadi kita gunakan untuk membuang di hutan saja".
"Ah iya aku hampir lupa, Kalau begitu ayo cepat selesaikan. Oh Ya apa Rong Bai dan Liu Zhang akan baik baik saja?".
"Mereka akan baik baik saja kau tenang saja". Jawab Silas sambil mengusap pelan kepala Yu Yin sehingga membuat Yu Yin tersipu malu.
....
di Istana Siluman Jenderal melaporkan kepada Kaisar tentang hasil pencarian mereka , Kini Kaisar tengah duduk di Singgasana nya dengan tatapan bingung.
"Ck dia mempermainkan ku, Kalian boleh pergi". Jawab Kaisar.
"Baik Yang Mulia, Kami pamit dulu". Sahut Jenderal.
"Tunggu!!".
"Ada apa Yang Mulia". Tanya Jenderal.
"Kau tinggalkan Dua Prajurit jangkung itu, mereka mungkin cocok untuk menjaga Istana Ratu".
__ADS_1
"Baik Yang Mulia, Saya akan meninggalkan mereka untuk anda. Hei Kalian berdua, kalian Layani Kaisar Kita dengan Baik".
"Baik Jenderal". Jawab Dua Prajurit itu yang ternyata Rong Bai dan Liu Zhang.
Jenderal itupun segera pamit pergi dan meninggalkan keduanya bersama Kaisar Gong Fai.
Kini Kaisar Berjalan menuju Rong Bai dan Liu Zhang yang sedikit terlihat gugup.
"Kalian tidak perlu terlihat Gugup seperti itu, aku tahu kalian Prajurit baru dan langsung menjadi bawahanku jadi wajar saja gugup . Kalau begitu ikuti aku, Aku akan menjadi penjaga Istana Ratu dengan Kalian". Ucap Kaisar Gong Fai.
"Baik Yang Mulia". Jawab Mereka berdua.
Kaisar Gong Fai mengantar mereka ke tempat Liena Sue yang ternyata cukup jauh dari Istana Utama. Di perjalanan Gong Fai memberi tahu Rong Bai dan Liu Zhang tentang peraturan dan tugas yang wajib mereka ketahui serta gaji yang terbilang fantastis di kalangan para Prajurit lainnya.
Setelah sampai di depan Istana Ratu, Kaisar Siluman itu memerintahkan Kedua penjaga lama untuk meninggalkan tempat itu dan di gantikan oleh penjaga baru.
Setelah semua selesai, Kaisar Gong Fei pun berpamitan kembali tetapi di hentikan oleh pelayan Istana.
"Yang Mulia, mohon tunggu sebentar". Ucap Pelayan itu.
"Ada apa?".
"Yang Mulia Ratu tidak mau memakan makanan apapun hari ini". Jelas pelayan itu sambil ketakutan.
"Bawa Aku dengannya".
"Baik Yang Mulia".
Di dalam Kamar terlihat Liena Sue sedang duduk di tepi jendela, Rong Bai terbelalak melihat keadaan Liena Sue ia mengepalkan tangannya karena marah akan tetapi ia harus menahannya agar tidak ketahuan oleh Kaisar Siluman di depannya.
"Kenapa Kau tidak mau makan?". Tanya Kaisar dengan nada dingin.
"Aku tidak lapar". Singkat Liena Sue.
Kaisar Gong Fai pun membuang nafasnya dengan kasar , ia menyuruh kedua penjaga baru itu memasuki kamar.
"Kalian berdua masuklah dan bantu aku".
Rong Bai dan Liu Zhang pun memasuki kamar perlahan berpura pura patuh dengan Kaisar Siluman itu.
Liena Sue yang mengenalinya pun terlihat sedikit terkejut saat melihat mereka berdua tetapi dengan cepat ia pun berpura pura tenang.
"Kalian berdua Awasi Calon Ratuku, jika dia tidak mau memakan makanannya hukum saja janganlah ragu".
"Baik Yang Mulia". Jawab Rong Bai dal Liu Zhang.
"Ck, terlalu berlebihan". Gumam Liena Sue
"Kalian ambilkan semua hidangan kemudian tinggalkan Ratu agar memakannya". Perintah Gong Fai kepada para pelayan.
"Baik Yang mulia".
__ADS_1
Para pelayan pun berjajar rapi dengan hidangan di tangan masing masing, kemudian mereka menyajikan dengan rapi di meja makan Liena Sue .
"Selamat menikmati Ratu". Ucap para pelayan kemudian meninggalkan Liena Sue sendirian.
Liena Sue hanya terdiam saat melihat puluhan hidangan yang di sajikan.
"Kenapa kau hanya terdiam Na'er?". Tanya Rong Bai yang kemudian duduk di samping Liena Sue, sedangkan Liu Zhang mengawasi pintu.
"Setiap hidangan ini ada yang tidak beres, makannya aku tidak mau memakannya". Jawab Liena Sue dengan Lesu.
"Yuri..". Panggil Rong Bai.
Yuri pun kemudian muncul dari kegelapan, kali ini tidak dengan pakaian pelayan melainkan pakaian khas wanita petarung.
"Ya Yang Mulia". Sapa Yuri.
"Ehh, kenapa kau baru muncul . Kemana saja kau setelah pendaftaran Akademi waktu itu?". Tanya Liena Sue.
"Yuri mu adalah pelayan spesial yang kau ajarkan beladiri, jadi aku menyuruhnya berlatih dengan Mark agar bisa melindungimu". Jelas Rong Bai .
"Begitu, pantas saja dia tiba tiba hilang". Jawab Liena Sue.
"Coba kau cek makanan di meja ini, ada campuran apa di dalamnya". Perintah Rong Bai.
"Baik Yang Mulia,". Yuri pun mengeluarkan Jarum dari balik bajunya untuk mengecek makanan makanan itu.
"Yang Mulia, Sepertinya ada yang menaruh Afrodisiak dan beberapa ramuan penurut.". Ucap Yuri ketika selesai menganalisis.
"Jadi benar , ada yang aneh di setiap makanannya. Jika hanya Afrodisiak mungkin aku bisa mengatasinya, tapi jika dengan ramuan penurut akibatnya akan sangat fatal bahkan bisa menjadi boneka hidup". Ucap Liena Sue.
"Yahh, kalau begitu tidak perlu memakannya. Bagaimana kalau kita buang saja ini". Tanya Rong Bai.
"Tidak perlu, aku punya rencana untuk menyerang balik. Kemarilah kalian harus ikut andil juga". Jawab Liena Sue.
Liena Sue segera membisikkan rencanannya kepada mereka, setelah semua paham mereka mengambil posisinya masing masing.
"Yuri tugasmu membawa semua makanan ini, apakah bisa?". Tanya Liena Sue.
"Tentu Putri, Aku dan Mark akan melakukan tugas dengan baik".
"Kalau begitu lakukan sekarang, dan Liu Zhang kau kemarilah". Ucap Rong Bai
"Hmm, apa?". Singkat Liu Zhang.
"Keluarkan seluruh makanan yang kau simpan di cincinmu itu". Perintah Rong Bai.
"Ya aku hampir lupa, sebentar".
Liu Zhang pun mengambil perlahan bungkusan dari dalam cincin, Bungkusan yang awalnya kecil itu kini menjadi besar dengan hidangan yang masih hangat dan pas pada meja yang Liena Sue tempati.
"Wahhh banyak sekali". Ucap Liena Sue antusias.
__ADS_1