Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Cao Meilan


__ADS_3

Setelah Racun di tubuh kelima pria tersebut sembuh, salah satu dari mereka memberanikan berbicara dengan Bian Sue dan Liena Sue.


Mereka mencoba menceritakan semua yang mereka tahu karena mereka sudah berjanji kepada dua bersaudara itu.


"Tolong kami Nona, Tuan Muda.. Keluarga kami di pegang oleh Keluarga Cao, mereka memerintahkan kami untuk membunuh dua bersaudara yang akan datang ke Kamp Militer".


"Apa kalian tidak tahu dua bersaudara yang di maksud?". Tanya Yuri yang kini menahan emosinya.


"Tidak, kami hanya di beri petunjuk dua token giok kembar yang kalian kenakan". Jawab salah satu dari mereka.


"kalian terlalu bodoh, Mereka adalah Putri dan Pangeran dari Negara Ba ini. Pangeran Putra Mahkota dan Putri tertua Liena Sue". Jelas Yuri dengan geramnya.


Kelima Pria tersebut terlihat melotot tak percaya jika yang mereka singgung adalah anggota kerajaan bahkan Putra Mahkota. Dengan merasa bersalah, mereka pun bersujud dan mengetuk kepalanya ke tanah hingga mengeluarkan sedikit darah .


"Maafkan Kami Yang Mulia, kami tidak tahu jika itu anda.. Sudah sangat lama, bahkan kami tidak pernah bertemu langsung dengan kalian berdua".


"Bangunlah, tidak perlu seperti itu. Untuk menebus kesalahan kalian, Kaliam harus membantu kami memberikan Informasi tentang keluarga Cao itu". Ucap Bian Sue.


"Baik, kami akan memberitahu Yang Mulia . Pertama Setelah Jenderal Putri dan Yang Mulia kembali Ke Ibukota, Kota dekat Kamp militer diambil alih oleh Tuan Muda Keluarga Cao. Kepala Keluarga Cao adalah Hakim daerah Kota Duan, mereka semena mena dengan kami banyak kejahatan yang merajalela. Bahkan para prajurit tidak bisa berkutik ketika Keluarga Cao memberikan Peraturan. Yang Mulia, Mohon tolong kami para Rakyat yang sangat tertindas oleh Keluarga Cao itu". Jelas pria kekar diantara mereka


"Benar Yang Mulia, kami akan setia mengabdi kepada anda mulai hari ini. Hidup dan mati kami berada di tangan anda Yang Mulia. Keluarga Cao sangatlah tidak adil, suka membunuh orang yang tidak bersalah bahkan menjadi kegiatan sehari hari". Sambung yang lainnya.


"Jadi Keluarga Hakim daerah ya, huh berani melawan Kaisar hukumannya harusnya berat kan kak?". Tanya Liena Sue


"Tentu saja, Adik bagaimana pendapatmu dengan Keluarga Cao ini?". Tanya Bian Sue.


"Kemarilah kak, dekatkan kupingmu".


Liena Sue pun membisikkan sesuatu kepada Sang Kakak cara untuk memberi pelajaran terhadap Keluarga Cao tersebut.


"Bagaimana?,,". Tanya Liena Sue.


"Baiklah, kakakmu ini selalu setuju dengan semua rencanamu". Jawab Bian Sue.


Bian Sue pun memberitahu kepada Kelima orang tersebut untuk menjalankan rencanannya, setelah selesai Bian Sue mengirim Surat ke ibukota agar Kaisar Sue mengetahui permasalahan keluarga Cao tersebut.


"Kakak, sebaiknya kita lanjutkan perjalanan dan mencari penginapan Yang Layak". Ucap Liena Sue.

__ADS_1


"Baiklah, setidaknya kita bermalam di ranjang malam ini".


Setelah berjalan setengah hari merekapun menemukan Desa terdekat dari Hutan di hari yang mulai petang. Bian Sue memesan Dua kamar kemudian mereka berempat makan malam bersama.


"Akhirnya kita makan makanan yang layak lagi". Gumam Liena Sue.


"Bukankah tadi pagi kita makan daging juga bisa di sebut layak?". Sahut Bian Sue.


"Yahh memang tapi bumbunya kurang komplit sehingga sedikit kurang nikmat". Jawab Liena Sue.


Mereka berdua pun saling bercanda begitupun Sam dan Yuri yang juga saling mengobrol.


Prankkk,, terdengar suara piring yang jatuh kelantai membuat Liena Sue dan lainnya pun menoleh kearah kekacauan itu.


"Cepat Ganti hidangannya!! Nona kami tidak mau memakan Hidangan Kotor ini!!". Teriak seorang pelayan kepada pelayan penginapan sekaligus kedai tempat Liena Sue dan Bian Sue makan.


"Maaf Nona, tapi hidangan yang anda tumpahkan ini adalah Hidangan termahal di Kedai kami". Jawab Pelayan sambil tertunduk.


"Hidangan termahal tetapi seperti sampah!! Kalian tahu tidak Nona kami adalah Nona muda dari keluarga Cao, Cao Meilan!!". Bentak pelayan itu lagi sambil menggebrak meja, sedangkan Gadis yang duduk di samping pelayan itu terlihat begitu santai dan menikmati perrunjukkan.


"Aku tidak mau tahu, cepat buatkan yang baru atau Kedaimu ini di tutup oleh Keluarga Cao!!". Teriak Pelayan itu lagi.


"Baik baik Nona, saya akan membuatkan Yang Baru". Ucap pelayan Kedai itu kemudian pergi ke dapur untuk membuat yang baru.


"Ck sombong sekali, beruntung kita bertemu keluarga Cao di sini kak". Ucap Liena Sue.


"Benat, ternyata mereka sangatlah sombong dan sok berkuasa lihat saja Pelayan saja sombong selangit. Ehh Adik, apa kau tidak ingin menjadi Pahlawan?".


"Tidak sekarang Kak, kita lihat saja pertunjukkan mereka. Jika Pemilik kedai tidak turun tangan kita harus membantunya" .


"Yaa, kau benar.. Kalau begitu kita makan saja, jangan pedulikan mereka". Ucap Bian Sue kemudian melanjutkan makan malamnya yang tertunda.


Merasa di perhatikan Bian Sue dan lainnya Cao Meilan merasa semakin bangga apa lagi melihat ketampanan Bian Sue. Cao Mielan kini berdiri dan berjalan menuju meja yang di tempati Liena Sue dan Bian Sue.


Cao Meilan berpura pura tersandung di depan Bian Sue namun bukannya Bian Sue yang menerima tubuh Cao Meilan melainkan Sam dengan wajah datarnya .


"Hati hati nona". Ucap Sam yang entah kapan ia bisa berpindah ke tempat Bian Sue.

__ADS_1


"Aku tahu, huhh lepaskan tangan kotormu itu".


Sam Pun melepaskan hingga tubuh Cao Meilan terjatuh terjembab ke lantai kedai dan mengundang gelak tawa tamu di dalam kedai . Merasa Sang Nona di permalukan, Pelayan Yang tadi yang membuat masalah dengan pelayan kedai kini kembali membela Sang Nona.


"Tuan Muda, kenapa kau tidak membantu Nona ku?". Tanya Pelayan itu kepada Bian Sue yang masih dengan santai memakan makanannya di meja.


"Apa kau tidak tahu jika Tuan Muda ini sedang makan dan tidak bisa di ganggu?". Sahut Sam dengan wajah pokernya.


"Huh, aku tidak bertanya kepadamu.. Aku mewakili nonaku untuk bertanya kepada Pria tampan ini".


"Ck, bukankah sama saja.. Toh dia kaki tangan Tuan Muda yang kau maksud kan". Sahut Yuri tak kalah sinisnya.


"Hei.. Kenapa kalian...".


"Cukup Feifei, Aku terjatuh karena kecelakaan jangan salahkan mereka". Ucap Cao Meilan yang berpura pura mengalah, namun Liena dan lainnya tahu jika itu trik agar semua orang mengasihinya dan menganggap Bian Sue menindas Cao Meilan.


"Trik lama Nona, Apakah Kau sering berbuat seperti ini ? Apa karena kau adalah bagian dari Keluarga Cao?". Sahit Liena Yang Muak dengan Trik dari Cao Milan.


"Kau!!!". Singkat Cao Mielan dengan geram.


"Pelayan, Berapa Totalnya? Dan Semua Hidangan Nona Muda Cao Sekalian". Ucap Bian Sue mengeluarkan kantong uang dan di berikan kepada pelayan.


"Totalnya Lima Koin perak Tuan Muda".


"Ambil ini". Ucap Bian Sue sambil memberikan satu Koin emas kepada pelayan itu.


"Tapi ini terlalu Banyak Tuan Muda".


"Ambil untuk renovasi kedai karena Ulah Nona ini".


Cao Meilan melongo pasalnya ia hanya menghancurkan satu meja dan satu mangkuk saja, merasa Pria di depannya bukan Dari keluarga Biasa Cao Meilan Pun berpura pura Lembut do depan Bian Sue.


"Ehh Tunggu Tuan Muda, Bisakah aku tahu siapa Namamu?". Tanya Cao Meilan.


"Kau akan terkejut jika tahu nama Master kami, jadi lebih baik jangan tahu". Sahut Sam.


"Nona Lebih baik kau makan hidangan yang kutraktir untukmu, aku dan lainnya akan istirahat". Ucap Bian Sue kemudian meninggalkan Cao Meilan Dan pelayannya.

__ADS_1


__ADS_2