
Sosok Siswa perempuan yang kini dengan beraninya maju ke depan Para Tetua.
"Maaf Sebelumnya Tetua, Tapi bukankah Ujian Akhir hanya boleh di ikuti oleh murid Akademi saja Tetua?". Tanya Gadis itu.
"Memang Benar, ".
"Lalu, Mengapa keempat orang itu bisa mengikuti Ujian Tetua? Bukankah mereka sudah tidak menghadiri Akademi setelah Liburan Musim Semi yang kemungkinan sudah lebih dari enam bulan lalu Tetua? Mohon keadilannya". Ucap Gadis itu sambil menunjuk Liena dan Yang lainnya.
Tetua Bao hanya tersenyum kemudian menyuruh Liena dan Yang lainnya untuk mendekat dengannya.
Awalnya Yu Yin sudah sangat geram namun masih bisa di cegah oleh Liena Sue di sebelahnya.
Semua orang saling berbisik berharap mereka mendapat hukuman dari Para Tetua, Bahkan ada yang terang terangan mencaci mereka.
Setelah sampai di dekat Tetua Bao, Tetua Bao menepuk pelan pundak mereka kemudian menceritakan kepada semua apa prestasi mereka walaupun tidak mengikuti pelajaran di Akademi. Dari mengambil misi, Menyelamatkan Negara Gu dan banyak lagi sehingga membuat mereka terdiam dan tidak ada yang berkomentar sama sekali.
"Sudahlah, Kalian sudah tahu semua jadi tidak ada alasan lagi mereka tidak boleh ikut akademi kan". Ucap Tetua Bao.
Semua hanya terdiam tidak ada yang menjawab sama sekali, Setelah di rasa semua telah selesai Ujian pun resmi di mulai.
para Siswa segera mencari kelompok masing masing kemudian mengantri melewati Portal menuju Dunia Dimensi.
Liena Sekelompok dengan Liu Zhang, Yu Yin, Shilin dan tentunya Suaminya sendiri. Mereka mendapat Giliran pertama untuk memasuki Dunia Dimensi setelah itu baru siswa lain yang mengikuti mereka.
Portal terbuka dan mereka segera memasukinya dengan cara bergandengan tangan. Setelah sepersekian detik mereka pun akhirnya sampai di sebuah lembah berwarna biru cerah yang ada di Dunia Dimensi, Hampir sama persis dengan Dunia para Dewa . Tidak ada yang menakutkan sama sekali apa lagi binatang buas yang mempunyai Batu spiritual.
Mereka di kirim ke Dunia Dimensi secara terpisah, Sehingga tidak menemukan tempat yang sama saat di dalam Dunia itu.
"Indah sekali,, Apa iya di sini ada banyak pohon atau binatang Spiritual ?". Gumam Yu Yin.
"Kau benar, tempat ini terlalu indah untuk di huni binatang Spiritual yang buas". Sahut Shilin.
"Mungkinkah tempat seindah ini menyimpan sesuatu yang indah juga?". Ucap Liu Zhang.
"Kalian salah , tempat yang indah sunyi dan sepi ini terkadang menyimpan misteri atau jebakan yang membuat kita lengah dan terlena. Jadi kuharap kalian berhati hatilah". Ucap Liena Sue.
__ADS_1
"Yaa sepertinya begitu, Kalau begitu kita jangan sampai terpisah". Ucap Yu Yin.
Mereka pun berjalan perlahan menyusuri pinggiran lembah sembari selalu waspada dengan sekitar tempat mereka. Liena Sue memperhatikan tengah danau kecil berair biru itu, Karena Air danau yang sangat jernih dan sepertinya kedalaman danau yang hanya mencapai lutut dia bisa dengan jelas melihat isi dalam danau.
Sekelebat bayangan mungkin bukan bayangan namun seperti Ikan yang cukup besar dan panjang berenang kesana kemari di dalam danau membuat Liena Sue berhenti, Sehingga Suami dan teman temannya ikut berhenti.
"Ada apa Na'er?". Tanya Rong Bai.
"Di sana, Di sana ada ikan besar yang terus berenang ". Jawab Liena Sue sambil menunjuk ikan yang ia maksud, Sehingga semua orang menoleh ke arah tempat yang di tunjuk Liena Sue.
"Ikan apa itu ? Besar sekali? apakah ia mempunyai Batu Spirit ?". Tanya Liu Zhang.
"Dasar B*d*h, Kami pun juga tidak tahu ikan apa itu tapi sudah pastinya ada Batu spiritual di kepalanya". Jawab Yu Yin.
" Liu Zhang Apa kau ingin batu spiritual di ikan itu?". Tanya Liena Sue .
"Jika boleh, Maka tolong bantu aku". Jawab Liu Zhang.
"Tentu saja boleh, Kita kan satu tim.". Sahut Yu Yin.
"Na'er, Kau tunggu di sini saja dengan Yu Yun. Biar kami saja yang berurusan dengan Ikan besar itu". Ucap Rong Bai kepada Liena Sue.
"Tentu, Titip Yinyin untukku Kakak ipar". Sahut Shilin.
"Kau tenang saja, Kami akan baik baik saja". Jawab Liena sue yang sudah menjauh dari tepi danau.
Ketiga pria tampan itu kini perlahan memasuki danau yang jernih itu dengan pedang di tangan masing masing. Liu Zhang kini memimpin karena kali ini biarlah Liu Zhang dahulu yang mendapat Batu spiritual.
Mereka membagi tugas dengan mendekati ikan itu dari tiga arah agar tidak kesulitan nantinya,Namun karena insting ikan yang begitu peka ikan itu mulai menyerang ketiga pria itu secara bergantian.
"Sial, Dia mengetahui keberadaan kita". Ucap Shilin.
Ikan itu pun melompat hingga memunculkan seluruh tubuhnya yang sangat besar bahkan bisa memakan lima orang sekaligus dengan gigi yang mencuat keluar yang terlihat sangat tajam.
Ikan yang mirip Piranha namun mempunyai kaki dan ekor seperti Ikan lele itu membuat siapapun yang melihat akan bergidig ngeri.
__ADS_1
"Ikannya jelek sekali, jangan jangan Batu spiritualnya juga jelek". Gumam Liu Zhang.
"Kau ini, kadang yang jelek jelek di dalamnya terdapat harta karun tersembunyi". Sahut Shilin Bai.
"Kau benar, Ayo kita selesaikan". Sahut Liu Zhang.
Sedangkan di pinggiran danau , Liena Sue dan Yu Yin tengah membakar ikan yang mereka dapat di pinggiran danau .
"Apa tidak apa apa kita makan sedangkan mereka tengah bertarung seperti itu?". Tanya Yu Yin.
"Tidak apa apa lah, Kita kenyang kan perut dulu dan simpan sisanya. Setelah itu kita baru bantu mereka jikalau mereka membutuhkan bantuan". Jawab Liena Sue yang sedang memakan ikan bagiannya.
Melihat Liena Sue begitu santai, Yu Yin pun ikut memakan ikan di tangannya.
Sedangkan Para Tetua dan Guru yang mengawasi mereka lewat Cermin besar ajaib kini menghela nafas panjang ketika menemukan Liena dan Yu Tin tengah asik makan ikan sedangkan rekan satu tim mereka tengah bertarung .
"Mereka sungguh aneh". Ucap Salah satu guru.
"Untung mereka berbakat, Kita lihat saja nanti apakah mereka akan mendapatkan tempat pertama". Sahut yang lainnya.
"Kau benar, bagaimana menurutmu Tetua Bao Tetua Dao?".
"Yahh tidak salah pilihan Tetua Pertama, Semoga jika Tetua pertama kembali tidak akan kecewa". Sahut Tetua Dao.
Kembali ke tempat Liena Sue dan yang lainnya....
Setelah selesai makan ikan tersebut, Liena menyimpan beberapa untuk di berikan kepada Ketiga pria itu.
"Bukankah Ikan ini tadi masih ada empat, Kenapa tinggal tiga". Gumam Liena Sue sambil mencari ikan yang sudah di bakar itu.
"Mungkin terjatuh". Sahut Yu Yin.
"Tidak ada ... Huhh siapa yang mencurinya sihh".
Di tengah mencari ikan, Tiba tiba ada yang menyahut ikan yang di pegang Liena sehingga hanya sisa dua saja.
__ADS_1
"Di sana...!". Teriak Yu Yin .
Liena Sue pun menoleh dan mendapati Pohon yang bisa bergerak dan berpindah , Bahkan terdapat akar akar aneh yang terdapat ikan bakar yang ia bawa tadi .