
Cao Feng terlihat gelisah setelah mendapat kabar bahwa pembawa pesannya yang menuju Kerajaan Nayuri tidak kunjung kembali.
Dia juga kehilangan kepercayaan beberapa Jenderal besar di Kamp maupun dari Kerajaan Nayuri.
Dia merasa bingung dengan apa yang telah terjadi, Saat ia sedang larut dalam pikirannya tiba tiba Jenderal Du memasuki kampnya dengan tergesa gesa.
"Gawat,, gawatt...". Ucap Jenderal Du .
"Ada apa kau ini?".
"Apa kau tidak mendengar, Pembawa pesan kita menghilang tanpa jejak?".
"Aku tahu, akupun juga baru berpikir apa yang terjadi". Jawab Cao Feng..
"Menurutmu apa Yang terjadi? Jika itu jatuh di tangan musuh tamatlah riwayat kita". Ucap Jenderal Du .
"Entahlah, Bukannya Rombongan dari Ibukota berbalik arah karena ada kekacauan di sana. Dan Kau pun tidak mendeteksi orang orang yang mencurigakan". Sahut Cao Feng.
"Jangan jangan ini rencana Kaisar Nayuri untuk menjebak kita?".
"Apa Kau yakin Jenderal Du?".
"Coba kau pikir saja, jika dari ibukota tidak ada hubungannya dan orang di sekitar kita walaupun tidak menghormati kita namun mereka tidak menunjukkan pergerakan. Bukankah sudah dipastikan itu semua pihak dari Kerajaan Nayuri" Jelas Jenderal Du.
"Ada benarnya, tapi kita harus menyelidiki terlebih dahulu sebelum bertindak. Sebaiknya kita mengirim mata mata ke kerajaan Nayuri untuk memastikan". Sahut Cao Feng.
"Aku setuju, kalau begitu kita lakukan rapat tertutup dengan orang orang kita bagaimana?". Tanya Jenderal Du..
"Setuju, umumkan nanti malam kita adakan perkumpulan". Jawab Cao. Feng.
Jenderal Du pun segera keluar melaksanakan Perintah Cao Feng. Sedangkan Cao Feng sendiri memilih duduk dan meminum sisa anggurnya semalam sembari memikirkan rencana dan apa yang telah terjadi.
Karena Semua penjaga telah di ganti diam diam dari pasukan pegasus, Salah satu dari mereka segera pergi dan melaporkan apa yang mereka dengar kepada Kaisar Bai dan Yang lainnya .
Hanya orang orang kepercayaan kaisar Bai yang bisa melihat dan memasuki Kamp Kaisar. Jika itu bawahan Cao Feng mereka tidak akan menemukan Kamp bahkan tidak bisa memasukinya jikalau mereka menemukannya.
" Bagus semua berjalan lancar, kita harus membuat mereka saling melawan. Hari ini kita tinggal menunggu dari pihak Kaisar Nayuri". Ucap Kaisar Sue.
"Tidak perlu menunggu lama Ayah, utusan sudah datang kini berada di depan pintu menunggu perintah". Sahut Bian Sue .
__ADS_1
"Kalau begitu biarkan dia masuk".
Utusan itupun segera memasuki tenda dan duduk di hadapan Kaisar Sue bersiap untuk menyampaikan Informasi.
"Bawahan datang menyampaikan Informasi Yang Mulia".
"Kalau begitu katakanlah'' . Jawab Kaisar Sue.
"Baik Yang Mulia, Semua penjaga yang dekat dengan Kaisar Nayuri telah di ganti. Kini mereka tengah berselisih karena kita Yang Mulia. Malam hari nanti mereka akan mengadakan pertemuan di tengah tengah lapang perbatasan ".
"Bagus , terus awasi. Jika ada yang mencurigakan cepat laporkan. Sekarang ambillah hadiah dari Kasim kemudian kembalilah".
"Baik Yang Mulia".
Setelah utusan pergi Kaisar Sue segera membahas beberapa Rencana dengan Bian Sue dan Kai Yuwen yang baru saja bergabung.
Di Negara Nayuri...
Terlihat Kaisar Nayuri tengah duduk termenung di singgasananya bersama para menteri dan Jenderal terpilih yang hadir.
Mereka semua merasa tegang, pasalnya Rencana Kaisar mereka tidak berjalan semestinya. Melainkan Sekutu malah mempermainkan Kaisar Mereka.
Dari ratusan tahun lalu Kerajaan Nayuri berada di bawah Kekuasaan Kerajaan Ba , hanya saja di beri kebebasan untuk mengatur wilayahnya sendiri namun tidak diizinkan untuk memperluas wilayah atau memulai perang.
Karena dilihat dari segi wilayah dan pasukan sudah pasti Kerajaan Nayuri tidak akan menang.
Maka dari itu Kaisar Nayuri berencana mengambil pasukan di perbatasan untuk melakukan pemberontakan.
Namun Rencana yang mereka siapkan bertahun tahun harus gagal tanpa sebab yang tidak di ketahui sehingga Kaisar Nayuri mengadakan Rapat dadakan untuk membahas Rencana selanjutnya.
"Yang Mulia Pembawa pesan kini telah tiba". Ucap Kasim yang menjaga pintu.
"Biarkan dia masuk". Jawab Kaisar Nayuri.
"Salam Yang Mulia, Semoga kau di beri panjang umur seratus tahun lagi". Sapa si pembawa pesan.
"Bangunlah dan katakan ". Perintah Kaisar Nayuri.
"Baik Yang Mulia, Tuan Cao kini mengirim mata mata di kerajaan Kita Yang Mulia. Dia benar benar tidak percaya dengan kita lagi". Ucap Si pembawa pesan yang sebenarnya adalah bawahan Kaisar Sue.
__ADS_1
"Kurang ajar!!! Ternyata dia ingin memberontak sendiri!! Dia ingin mengambil keuntungan untuk diri sendiri!! Dapatkan pasukan , dan kirimkan pesan padanya kita harus bertemu di tengah tengah lapang untuk menyelesaikannya". Perintah Kaisar Nayuri .
Para menteri dan Jenderal pun mengundurkan diri dan bergegas menjalankan perintah Kaisar.
Kaisar Nayuri sendiri segera bergegas ke istana nya untuk mengambil sesuatu.
Ia membuka Ruang Rahasia di Istana nya, Kaisar Nayuri mengambil Pedang Naga Gioknya beserta baju perangnya beserta armor.
Permaisuri yang mendengarnya pun segera menuju Istana Kaisar Nayuri untuk memastikan apa yang terjadi.
"Yang Mulia, Apakah benar kau akan berperang?".
"Benar,". Singkat Kaisar Nayuri.
"Lalu dengan negara Mana Kau akan berperang? Bukankah kita tidak boleh mengajukan perang kepada Negara manapun?". Tanya Permaisuri dengan hati hati takut membuat Kaisar Marah.
"Kau tenang saja, aku tidak akan gegabah berperang dengan Negara besar itu. Aku hanya akan memberi pelajaran kepada Pak Tua Cao yang sombong itu Istriku". Jawab Kaisar Nayuri dengan lembut, kemudian ia mengambil permaisuri ke dalam pelukannya .
"Syukurlah, aku tidak ingin kau gegabah dan membahayakan dirimu sendiri. Memang kenapa dengan Cao Feng? Bukankah dia Jenderal mu yang setia Yang Mulia?". Tanya Permaisuri.
"Kemarilah akan kuceritakan semuanya, karena aku percaya padamu maka aku akan bersedia menceritakan padamu".
Mereka pun duduk bersama di kursi tamu, kemudian Kaisar Nayuri pun menceritakan apa yang ia ketahui kepada Sang Istri. Permaisuri yang mendengar jika Cao Feng berkhianat pun ikut geram di buatnya, bahkan ia menyemangati Suaminya untuk memenangkan peperangan.
Setelah mereka saling melepas rindu, Kaisar Nayuri berpamitan dan segera bergabung dengan Pasukan untuk berangkat menuju tempat yang di tentukan.
Kaisar Nayuri keluar Istana yang diluar sudah ditunggu oleh ratusan prajuritnya dan Jenderal jenderal kepercayaannya.
Kasim membantu Kaisar Nayuri untuk menunggangi kuda yang sudah memakai baju besi juga.
Dengan tekad kuat, Kaisar Nayuri memberi perintah untuk meninggalkan Istana dan berangkat menuju tanah Lapang yang di maksud.
"Yang Mulia, semua sudah di siapkan, Kami hanya menunggu perintah dari anda saja". Ucap Salah satu Jenderal melaporkan Hasil mereka .
"Baik, Nanti bagi pasukan menjadi tiga. Satu pasukan penyergapan harus diperbanyak dengan Prajurit pemanah, Kedua pasukan inti, ketiga pasukan pembantu yang tugasnya muncul disaan Genting". Ucap. Kaisar Nayuri.
"Baik Yang Mulia, Saya akan mengintruksikan dengan yang lainnya".
"Sebaiknya kita bahas sambil berjalan agar tidak terlalu kemalaman dan tidak di dahului pihak Cao Feng".
__ADS_1
"Baik Yang Mulia".